Home / Kuliner

Jumat, 16 Oktober 2020 - 21:35 WIB

Jajanan Pasar Tradisional Yang Mulai Langka

Reporter : Fitrotin Nufus

Jajanan pasar Kelanting Campur di pasar tradisional Duduksampeyan. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Jajanan pasar Kelanting Campur di pasar tradisional Duduksampeyan. Foto: Nufus/Progresnews.id.

KULINER – Indonesia punya ragam kekayaan kuliner yang seperti tak ada habisnya untuk ditelusuri dan dinikmati. Misalnya saja beragam kue tradisional yang lebih sering disebut jajanan pasar.

Berbicara tentang jajanan pasar tradisional khas Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Kudapan khas yang kerap kali dijual di pasar akan selalu punya banyak peminat. Bahkan, di era media sosial dan teknologi seperti sekarang ini, jajanan pasar justru makin lestari keberadaanya. Lalu apa sebenarnya pengertian atau arti jajanan pasar tersebut? Apa saja jenis dan ragamnya?

Baca Juga:  Seporsi Cuma Seribu, Soto Ayam di Bojonegoro Ini Diracik Lezat

Jajanan pasar adalah makanan tradisional Indonesia yang diperjualbelikan di pasar, terutama di pasar-pasar tradisional. Bisa juga diartikan sebagai nama lain dari berbagai macam kue yang pada awalnya diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional dan kemudian dikemas dan dijual di tempat penjualan makanan lainnya, seperti di toko kue atau pusat jajanan.

Di pasar tradisional Duduksampean Gresik misalnya, dijumpai jajanan pasar seperti kelanting campur yang bermacam-macam isinya ada lupis, ketan putih, jagung pari, klanting, gampo, cenil dan dilengkapi kelapa serta gula aren.

Baca Juga:  Komitmen dan Konsistensi, 20 Tahun Bu Sri Tekuni Bisnis Martabak

Sri penjual kelanting campur mengatakan, di pasar tradisional Duduksampean Gresik cuma ia seorang yang menjual kelanting campur.

“Cuma butuh dua jam paling lama tiga jam untuk menghabiskan jualan saya ini. Semua pengunjung pasar kebanyakan membeli kelanting dulu habis itu belanja, soal nya takut kehabisan,” jelasnya ketika ditemui wartawan Progresnews.id disela-sela jualan, Jumat (16/10).

Share :

Baca Juga

Hanya Berjualan di Trotoar, Pedagang Nasi Boranan di Lamongan Ingin Tempat Yang Layak

Daerah

Hanya Berjualan di Trotoar, Pedagang Nasi Boranan di Lamongan Ingin Tempat Yang Layak
Pemilik Warung Tepak Roso, Ibu Selsi sedang meracik makanan untuk pelanggannya. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Kuliner

Warung Tepak Roso PPS, Jujukan Mantap Saat Sarapan
Kisah Kakek Wandi Pedagang Rujak di Alun-alun, Rawat Istri yang Sakit Stroke

Daerah

Kisah Kakek Wandi Pedagang Rujak di Alun-alun Gresik, Rawat Istri yang Sakit Stroke
Sego Muduk, Kuliner Khas Lamongan Pantura

Daerah

Sego Muduk, Kuliner Khas Lamongan Pantura

Kuliner

Seporsi Cuma Seribu, Soto Ayam di Bojonegoro Ini Diracik Lezat
35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik.

Daerah

35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik

Daerah

Didatangi Cabup Gus Yani, Gadis Cantik Penjual Roti Canai yang Viral Senang Ada Bantuan Modal Rp 10 Juta
Jalan menuju ke tempat ‘perawan gurih’. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Daerah

Berkunjung ke Manyar, Ada Wisata Mangrove dan Pecel Perawan