Home / Nasional / Warta

Selasa, 16 Maret 2021 - 15:17 WIB

IWD 2021, Perempuan Harus Dianggap Sebagai Penyumbang Negara

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 57 kali

Sikola Mombine bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Mutmainah Korona.

Sikola Mombine bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Mutmainah Korona.

Jakarta, Progresnews.id – Sebagai event pertama yang diadakan oleh The Asia Foundation (TAF) untuk memperingati International Woman Day 2021, Sikola Mombine bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Mutmainah Korona, membahas seputar bagaimana seharusnya pemerintah turut andil dalam mendorong anggaran responsive gender di daerah-daerah, Senin (15/3).

Mutmainah Korona yang akrab disapa Kak Neng menjelaskan, bahwa sebenarnya sesibuk apapun pekerjaan perempuan, sebanyak apapun perannya, keluarga adalah tetap yang paling penting di tengah gesekan-gesekan kesibukan lain. Bagaimana caranya membangun relasi antara suami dan istri, laki-laki dan perempuan, untuk sama-sama memainkan peran dan fungsinya masing-masing. Maka dengan begitu, keluarga akan menjadi suportif utama terutama dalam mengambil pilihan-pilihan hidup.

Namun sayangnya, tidak sedikit ditemui juga bahwa masih banyak perempuan-perempuan yang tidak cukup mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungannya. Menurutnya Kak Neng, ini adalah sebuah tantangan untuk bagaimana membangun keluarga yang berkualitas. Cara menerapkan kebijakan anggaran dalam keluarga, akan menjadi berkualitas jika mereka paham relasi gender yang setara dan saling menghargai.

Baca Juga:  Tahun 2021, Honorarium PTT di Tuban Mengalami Kenaikan

“Negara harus hadir mengedukasi tentang bagaimana sistemnya, bagaimana memulai pendidikan sejak dini, memotong generasi no kekerasan, itu yang harus diperjuangkan. Maka pemerintah harus bisa melahirkan kebijakan dalam hal ini,” ujarnya.

“Perempuan, anak-anak dan kelompok disabilitas, mereka dianggap sebagai kelompok yang rentan. Maka dari itu harus diberikan ruang khusus lalu direkam perjalanan hidupnya kemudian diambil sarinya dan jadilah kebijakan baru”, terangnya.

Selain itu, melihat pada kondisi lapangan, Kak Neng menjelaskan betapa beratnya peran perempuan dengan melakoni beberapa peran sekaligus. Sebagai istri, ibu, parlemen, penjual di pasar, petani, dan lainnya, seharusnya mereka mendapat legalitas Sebagai penyumbang negara.

Baca Juga:  Kasus Pembakaran Ponpes Muhammadiyah di Lamongan Mulai Menemukan Titik Terang

Berkaca pada beberapa negara lain, bahwa perempuan petani, berjualan di pasar, bahkan ibu rumah tangga sekalipun, mereka mendapat legalitas sebagai penyumbang negara dan digaji oleh negara mereka. Hingga kemudian lahirlah ekosistem keluarga berkualitas.

Di Norwegia, lanjut Kak Neng, para pekerja perempuan bahkan mendapat izin cuti selama dua tahun untuk melahirkan dan merawat anaknya. Dan hal tersebut juga telah disebutkan dalam Alquran bahwa ada masa sapih bayi selama dua tahun.

“Dan itu seharusnya dimasukkan sebagai regulasi untuk anak membutuhkan ASI dan perempuan yang juga berhak mendapat perlindungan khusus, apalagi perempuan yang bekerja,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Banjir Sidomulyo, Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Vaksinasi Calon Jamaah Haji, Kemenag Lamongan: Belum Ada Tindak Lanjut
Suasana saat mereka menerjang banjir demi bisa sampai ke KUA

Gresik

Dua Sejoli Terjang Banjir Menuju KUA

Ekonomi

Ini Daftar 6 Pecahan Uang Rupiah Yang Tidak Akan Laku Diakhir Tahun 2020
Mia Khalifa kritisi kebijakan reformasi agraria di India yang dinilai merugikan petani India. Foto: hero-magazine.com.

Internasional

Sempat Dikecam, Mia Khalifa Berikan Dukungan Bagi Petani India
Jalan Nasional di Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan pada KM 36-41 saat diperbaiki. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Nasional

Pembangunan Jalan Nasional di Lamongan Ditarget Rampung April
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya di kantor presiden (4/2). Sumber Foto: BPMI Setpres.

Nasional

Imlek di Tengah Pandemi, Pemerintah Imbau Perayaan Dilakukan Dengan Sederhana dan Taat Prokes

Nasional

Kecelakaan Sriwijaya Air, AJI Ingatkan Media Dan Jurnalis Untuk Perhatikan Kode Etik

COVID-19

Tiga Tersangka Pengambilan Jenazah Corona di Tuban Hanya Dikenai Wajib Lapor