Home / Lamongan / Warta

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:34 WIB

Intip Pesona Kuliner Khas Lamongan Yang Diburu Pemudik

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Kuliner khas Lamongan, Nasi Boranan. Sumber: Lamongan Tourism

Kuliner khas Lamongan, Nasi Boranan. Sumber: Lamongan Tourism

Lamongan, Progresnews.id – Di masa libur lebaran seperti sekarang ini, masyarakat tentu sedang menikmati masa libur kerja yang dimiliki, ada yang berkunjung ke tempat wisata, ada juga yang berburu kuliner. Salah satu hal yang dilakukan oleh masyarakat adalah berburu makanan khas Lamongan, yakni nasi boranan.

Diburu masyarakat, khususnya pemudik, pedagang nasi boranan raup untung hingga jutaan rupiah per hari, hal tersebut diakui berbeda dari hari-hari biasanya.

Pedagang yang menjajakan kuliner khas Lamongan di Jl. Kh. Ahmad Dahlan tersebut mengaku menerima berkah dari kepulangan para perantau.

Sedari malam lebaran pedagang mengaku, para perantau mulai memburu kuliner nasi boranan, menurut pantauan Progresnews.id hingga H+5 lebaran hari ini para perantau masih ramai memadati stand pedagang.

Baca Juga:  Yayasan Sikola Mombine Umumkan Sepuluh Pemenang Tiktok Challenge 2021 "Perempuan dan Bumi"
Pedagang nasi boranan yang menjajakan dagangan di Jl. Kh. Ahmad Dahlan. Foto : Progresnews.id/Ammy

“Disyukuri mas, omset per hari bisa jutaan rupiah di luar Hari Raya hanya ratusan,” aku Ani salah seorang pedagang Nasi Boranan, Selasa (18/5).

Bahkan untuk memenuhi hasrat pembeli, Umi sengaja menambah bahan jualanya dari biasanya kurang lebih 100 porsi kini ia menyedikan 150 hingga 200 porsi.

“Belum sore sudah ludes mas, bahkan kerap kali bawa dua bakul besar nasi dan selalu habis,” kata Ani dengan raut wajah penuh rasa syukur.

Umi mengungkapkan, kebanyakan perantau berasal dari luar kota di kawasan Jawa Timur, Ia beranggapan jika rasa rindu kota tercinta menghantarkan perantau memburu kuliner nasi boranan.

“Ketika saya tanya kebanyakan perantau berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Bahkan banyak saya temui plat nomor tidak berseri Lamongan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ramai Didatangi Pemudik, Desa Pomahanjanggan Kewalahan Penuhi Kebutuhan Air Selama Libur Lebaran

Saking ramainya, sering kali pembeli harus mengantri, namun hal tersebut tak menyurutkan niat penggemar kuliner nasi boranan terebut.

“Karena tempatnya yang terbatas, kadang pembeli harus bergantian dan antri apalagi kemarin hari kedua hingga ketiga lebaran,” ucap Ani.

Diketahui harganya yang ramah dikantong membuat warga tertarik pada kuliner yang satu ini, pedagang mematok harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000.

Menu makanan dengan beragam lauk pauk mulai dari yang biasa seperti Ayam, Usus, hingga Ikan Kutuk, beragam ikan tawar lainya membuat perantau hingga warga lokal menjatuhkan pilihanya kepada kuliner nasi boranan ini.

Share :

Baca Juga

Warta

Usai Dikukuhkan, Aliansi BEM Kediri Raya Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah

Nasional

Televisi Analog Akan Berakhir, Kominfo Dorong Digitalisasi Penyiaran
Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kontrol Stok Darah Selama Ramadan, PMI Lamongan Ajak Keluarga Penerima Jadi Pendonor Darah
Proses evakusi jasad korban gantung diri di kecamatan Tikung. Foto : Istimewa

Lamongan

Dalam Sehari, Dua Aksi Bunuh Diri Terjadi di Lamongan
Nizam, Dirjen Dikti Kemendikbud dalam sambutannya pada pembukaan Program Bangkit 2021, Senin (15/2).

Nasional

Program Bangkit 2021, Dari Startup Hingga Standford University
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: ANTARA.

Nasional

6 Oknum Polisi Penganiaya Herman Ditetapkan Sebagai Tersangka

COVID-19

Khofifah Jalani Isolasi Mandiri Setelah Positif Covid-19 Tanpa Gejala
Abu Janda usai menjalani 4 jam pemeriksaan. Foto: sindonews.

Nasional

Abu Janda Belum Ditahan, Pakar Hukum: Belum Cukup Bukti