Home / Nasional / Seremonia

Rabu, 27 Oktober 2021 - 05:34 WIB

Insentif Fiskal Berbasis Ekologi Mendukung Sigi Hijau

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi Afif Lamakarate

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi Afif Lamakarate

Jakarta, Progresnews.id – Skema Transfer Anggaran berbasis Ekologi (TAKE) di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah bukan merupakan beban untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab), tetapi justru kebutuhan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi Afif Lamakarate dalam Podcast Kepala Daerah Penggagas Insentif Fiskal berbasis Ekologi seri ke-6, Selasa (26/10).

Afif menyampaikan setidaknya dua (2) hal mengapa skema TAKE adalah kebutuhan untuk Sigi.

Pertama, secara geografis Sigi didominasi oleh wilayah hutan, sehingga betapa pun Sigi tidak bisa lepas dari hutan sebagai lingkungan hidupnya.

“Jadi, TAKE di Sigi bukan saja soal RPJMD, tapi juga aspek geografi,” ungkapnya dalam diskusi yang ditemani oleh Astrid Debora Meliala dari The Reform Initiatives (TRI) ini.

Baca Juga:  AJI dan KSI Dorong Ekosistem Riset dan Kebijakan Berbasis Bukti, Bagaimana Peran Media?

Kedua, mengacu pada bencana gempa yang menimpa Sigi beberapa waktu lalu, adalah jelas bukan beban ketika ada skema fiskal khusus yang diarahkan untuk pelestarian hutan.

“Dengan ungkapan lain, skema TAKE akan sangat berguna untuk pengembangan mitigasi bencana di Sigi,” katanya.

Lantas, dari dua hal tersebut, Afif menyampaikan bahwa keberlanjutan Sigi terletak pada kebutuhan Sigi sendiri untuk menjaga sekaligus mengembangkan lingkungan hidupnya, bukan pada siapa kepala daerah yang memimpin.

Dalam Podcast yang merupakan rangkaian dari Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT) ini, Afif yang notabene menggantikan Bupati Sigi Muhammad Irwan mengungkap pula bahwa penyusunan program TAKE sebetulnya tidak harus dimulai dari kepala daerah.

Baca Juga:  Sekjen Kemendikbud Lantik 56 Pegawai Baru

“Tidak harus dari kepala dari, tapi kepala di sini adalah sebagai penggerak pertamanaya,” ujarnya.

“Jadi yang penting di sini adalah adanya keterbukaan dari kepala daerah dan alhamdulillah kepada daerah Sigi memiliki keduanya. Beliau adalah penggerak pertama sekaligus terbuka untuk berbagai masukan dari banyak pihak,” imbuhnya. Perlu diketahui, podcast ini diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF) bekerja sama dengan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau dan didukung Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Indonesia Budget Center, TRI, dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Country Representative TAF, Sandra Hamid saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Nasional bertajuk Perkembangan dan Arah Baru Kebijakan Insentif Fiskal Berbasis Ekologi, Rabu (10/11).

Nasional

TAF Dukung Inovasi Baru Insentif Fiskal Berbasis Ekologi
Mama Asnat dan Mama Rahma saat memberikan testimoni dalam webinar "Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pengelolaan SDA dan Ketahanan Ekologis di Indonesia", Kamis (25/3).

Nasional

Testimoni Lima Perempuan Pemimpin, Sama-sama Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah

Nasional

Tiga Prioritas Berkelanjutan Uni Eropa, Vincent Piket: Semua Negara Harus Bekerja Sama
residen Jokowi membuka Munas VI Apeksi Tahun 2021, Kamis (11/02/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Agung)

Seremonia

Jokowi Ingatkan Seluruh Pemda Perbanyak Program Padat Karya
Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progrsnews.id

Nasional

Cegah Penularan Covid-19, Berikut Syarat Perjalanan selama Periode Nataru

Gresik

Santri Baru Sunanul Muhtadin Mulai Masuk Asrama, Gus Jazil: Akan Saya Didik seperti Anak Sendiri
Plt Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (Kapus P3E) Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi saat mengikuti Seri ke-4 Podcast Publikasi dan Diseminasi Praktik Baik dengan tajuk Cerita Baik tentang Gender dari Bali, Jumat (31/12). Foto: HO/Progresnews.id.

Nasional

KLHK Dorong Pemerataan Pengetahuan Gender Untuk Tunjang PUG
Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D dan Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dalam kuliah umum ”The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19 Pandemic” pada Jumat (26/2).

Nasional

Tekankan Bidang Penelitian, Uni Eropa Eratkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia