Home / Nasional / Warta

Senin, 15 Februari 2021 - 20:48 WIB

ICW Dorong Dewan KPK Awasi Kasus Korupsi Dana Bansos

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 83 kali

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mendorong Dewan Pengawas KPK turun langsung dalam kasus korupsi dana bansos, Senin (15/2). Foto: harianpijar.com.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mendorong Dewan Pengawas KPK turun langsung dalam kasus korupsi dana bansos, Senin (15/2). Foto: harianpijar.com.

Jakarta, Progresnews.id – Indonesian Corruption Watch (ICW) terus mendorong agar penyelidikan kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tak terfokus pada Mantan Mensos, Juliari Batubara.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mendorong Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan mengawasi proses hukum yang disinyalir melibatkan politisi Senayan.

“Jangan sampai ada oknum-oknum di internal KPK, entah itu pimpinan, deputi, ataupun direktur, yang berupaya ingin melookalisir penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan paket sembako di Kementerian Sosial berhenti hanya pada mantan Mensos, Juliari Batubara,” terang Kurnia, dikutip dari Rmol.id, Senin (15/2).

Baca Juga:  Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Gus Jazil: Kita Aktualisasikan Nilai-Nilai Kepahlawanan di Tengah Masyarakat

Ia menilai, sampai saat ini KPK masih belum terlihat memanggil sejumlah orang yang diduga mempunyai informasi terkait korupsi dana bansos yang dilakukan mantan Mensos Juliari Batubara.

Salah satu orang yang ia soroti yakni politisi PDIP, Ihsan Yunus yang sampai saat ini baru sekali dipanggil KPK dengan status saksi pada Rabu (27/1). Setelahnya, KPK sampai saat ini tak juga memanggil Ihsan Yunus yang berstatus sebagai saksi.

Baca Juga:  Surati Jaksa, Kuasa Hukum HRS Minta Berkas Perkara Digabung

“Terutama oknum-oknum politisi yang selama ini santer diberitakan media,” tambahnya.

Kurnia menyoroti satu hal penting yang seharusna dikembangkan KPK. Yakni atas dasar apa Kementerian Sosial memberikan paket sembako kepada korporasi tertentu.

“Berdasarkan pengamatan ICW, ada beberapa korporasi yang baru beridir kemudian langsung mendapatkan proyek sembako dari Kemensos,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Nasional

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi
Dicari Satirnya, Komika Abdur: Turun Ke Medan Perang Harus Paham Posisi

Nasional

Dicari Satirnya, Komika Abdur: Turun Ke Medan Perang Harus Paham Posisi
Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan
Luapan sungai Bengawan Njero di Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Foto : Ammy

Lamongan

Anak Sungai Bengawan Solo Meluap, 10 Desa dari 3 Kecamatan Di Lamongan Terendam
Foto BPNT.

Gresik

Graduasi BPNT Tanpa Konfirmasi, Kepala Desa di Gresik Adukan Hal Ini ke TKSK
Warga Tejoasri yang memanfaatkan bengawan mati untuk keramba. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Lihai Melihat Peluang, Warga Lamongan Fungsikan Bengawan Mati Jadi Lokasi Budidaya Ikan

Gresik

Gus Yani dan Bu Min Resmi Dilantik, Forsis Gresik: Kami Akan Kawal Jargon Manut Kyai-nya

Nasional

Korea Selatan Bakal Investasi Besar-besaran di Indonesia