Hybrid Learning, Upaya SD Mugeb Tangkal Cluster Covid-19

Suasana pembelajaran model Hybrid Learning SD Muhammadiyah 1 GKB.
Suasana pembelajaran model Hybrid Learning SD Muhammadiyah 1 GKB.

GRESIK, Progresnews.id – Sebagai upaya pencegahan cluster Covid-19 di sekolah saat Pertemuan Tatap Muka (PTM), SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), menerapakan model pembelajaran Hybrid Learning. Model pembelajaran tersebut yakni memadukan pembelajaran daring dan luring.

Mochammad Nor Qomari Kepala SD Mugeb mengatakan, jika tujuan menggunakan model pembelajaran Hybrid Learning agar dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa baik yang beraktifitas di sekolah maupun secara online.

“Kelebihan dari pembelajaran hybrid ini adalah kami bisa memfasilitasi kebutuhan belajar siswa dengan baik. Baik siswa yang di sekolah, maupun yang tidak bisa hadir ke sekolah,” kata Nor Qomari kepada awak media, Jum’at (8/10).

Dengan langkah-langkah kreatif pembelajaran seperti ini, sambung dia, diharapkan dapat mencegah penyebaran covid-19, sekaligus menjamin keberlangsungan pembelajaran.

Ari, sapaan akrab Nor Qomari, juga menjelaskan, jika tantangan pada metode pembelajaran hybrid salah satunya yakni menuntut guru agar lebih terampil dalam menyajikan proses pembelajaran.

“Hybrid menuntut guru untuk terampil meracik diri dengan berbagai macam media pembelajaran yang menyenangkan dan  jenis kombinasi asesmen daring, sehingga siswa merasa betah belajar di rumah,” jelasnya.

Penerapan Hybrid Learning diterapkan SD Mugeb dalam segala bidang seperti life skill, Tahfidz, Ekstrakulikuler dan sebagainya.

Ari juga menerangkan, bahwa pembelajaran hybrid ini  tidak hanya dilakukan saat proses belajar mata pelajaran saja, tetapi juga untuk kegiatan lainnya.

“Model Hybrid Learning, diterapkan pada semua kegiatan sekolah, contohnya dalam bidang pengembangan diri, seperti life skill, tahfidz, ekstrakurikuler dan lain-lain,” papar bapak tiga anak tersebut.

Lebih jauh, teknis pembelajaran hybrid SD Mugeb mengikuti regulasi pemerintah yakni pembatasan 50 persen kehadiran siswa di sekolah.

“Siswa hadir 50 persen di sekolah dengan durasi waktu 3 jam pembelajaran, 50 persen mengikuti secara online,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti PTM atau zoom-meeting di pagi hari,  bisa mengikuti zoom di malam hari dan bisa belajar mandiri melalui website sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *