Home / Daerah

Jumat, 11 Desember 2020 - 18:18 WIB

Hasil Konfrensi Pers, Dalam Wujud Pengembangan SDGs Desa Menuju Pembangunan Nasional

Reporter : Hidayah Nur Khomariah

Ket foto : dari chanel youtube Abdul Halim Iskandar.

Ket foto : dari chanel youtube Abdul Halim Iskandar.

Nasional, progresnews.id – Dalam rangka memberikan pengayoman bagi masyarakat untuk menjalankan asas dan kewajiban mereka terhadap kehidupan baik sosial maupun ekonomi, SDgs Desa berusaha memberikan perlindungan dalam pencapaian Dana Desa.

Sehingga pada 10 Desember 2020, dalam konfrensi pers Gus Mentri oleh Abdul Halim Iskandar, menyampaian narasinya terkait SDGs Desa yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden pada 22 Oktober 2019 yang berisi tentang. (1) Agar dana Desa harus dirasakan seluruh warga desa, terutama golongan terbawah. (2) Dana Desa harus berdampak pada peningkatan ekonomi dan SDM desa.

Dari kata lain bahwa memang pada saat itu dana Desa sangat berdampak terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan nasional, sebagai langkah awal pencapaian kebutuhan Desa. Dalam acara konfrensi pers yang diadakan secara online dihadiri pula beberapa wartawan Nasional, dengan mengangkat tema “Pengukufan SDgs Desa Guna Mengisi 74% SDgs Nasional”.

Baca Juga:  Gandeng PMI, Kodim Lamongan Galang ​Donor Darah

Menurut Halim dalam pemaparanya ia berkata “Dengan SDGs Desa ini diharapkan akan memberikan kontribusi 74% terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. SDGs Desa ini merupakan pengembangan atas total desa, seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa, tanpa ada yang terlewat (no one left behind)”, tuturnya saat penyampaian materi pada, (10/12).

SDGs Desa yang di gagas kemendesa PDTT menurutnya mulai tahap.pengukuran, karena SDGs Desa berkontribusi hingga 74% bagi SDGs Desa Nasional, diharapkan pengukuran dan perbaikan SDGs Desa mengangkat ranking pembangunan indonesia yang berperikemanusiaan, yang saat ini sayangnya masih berada di posisi 101 dari 116 negara.

Menurutnya juga, apalagi peran desa semakin dominan selama pandemi Covid-19, yang di perkirakan masih berlangsung sampai akhir tahun depan. Padat Karya Tunai Desa (PKTD) mampu menahan penggangguran desa hingga naik pada batas 600.000 pengganguran, padahal di kota pengangguran naik sampai 2 juta jiwa pada Agustus 2020.

Baca Juga:  Tak Mau Jadi Klaster Baru, KPU Lamongan Lakukan Antisipasi Jelang Pilkada

Kini Kementerian desa (PDTT) mulai melatih pendamping, agar bersama-sama Pemerintah Desa mulai mengambil data SDGs Desa pada level Desa, rukun tetangga, keluarga, dan individu. Updating data selanjutnya di jalankan tiap semester.

Penting juga bagi warga Desa bisa memahami jalanya perekonomian desa, tanpa perlu ragu lagi atas pencapaian atau peraturan yang dikemban oleh Pemerintah Desa, terkait langkah menjalankan SDGs Desa. Dalam artian bahwa akan ada keamanan berkelanjutan bagi warga desa. Dan terlepas keamanan yang ketat terhadap jalanya SDGs Desa.

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

Truk Trailer menabrak pohon di Jalan Raya Bungah, Jumat (18/12).

Daerah

Lagi-lagi Rem Blong, Truk Trailer Sasak Pohon di Jalan Raya Bungah

Daerah

Kapolri Ancam Bubarkan Kerumunan Saat Perayaan Nataru
Laksanakan Program EJSGI, Tujuh Rumah di Tanjungharjo Berhasil Diperbaiki

Daerah

Laksanakan Program EJSGI, Tujuh Rumah di Tanjungharjo Berhasil Diperbaiki

Daerah

Usung Program Mapan, Niat Rangkul Dusun dan Ciptakan Kota 4.0
Sastreskoba Polres Gresik, Tangkap Pengedar Narkoba Di Kecamatan Wringinanom

Daerah

Sastreskoba Polres Gresik, Tangkap Pengedar Narkoba Di Kecamatan Wringinanom
BPS Tuban Deklarasikan Zona Integritas, Kamis (3/12). Foto: Ans/Progresnews.id.

Daerah

Disaksikan Bupati Tuban, BPS Tuban Deklarasikan Zona Integritas
Dukungan Bertambah, Pemuda Pancasila Solid Menangkan Pasangan Niat

Daerah

Dukungan Bertambah, Pemuda Pancasila Solid Menangkan Pasangan Niat

Daerah

Peringati Milad Muhammadiyah Ke-108, SMK MUTU Gresik Donor Darah