Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ureport Indonesia Kupas Tuntas Isu Kesehatan Mental

Ruang Peka (Peduli Kesehatan Mental) bersama Mutiara Azka, Jumat (09/10) di live Instagram.
Ruang Peka (Peduli Kesehatan Mental) bersama Mutiara Azka, Jumat (09/10) di live Instagram.

Isu kesehatan mental memang sedang hangat diperbincangkan hampir di setiap linimasa sosial media saat ini, khususnya dalam lingkungan para remaja. Terlebih sejak pandemi covid-19 ini datang, semua orang dipaksa untuk terbiasa tinggal di rumah, menjaga jarak dengan orang lain, mengurangi aktvitas di luar rumah dan segala kebiasaan baru.

Berdiam diri di rumah dengan kegiatan terbatas sudah barang tentu membuat hampir semua orang merasa bosan, bahkan stress. Sebab itulah isu kesehatan mental mulai perlahan naik diperbincangkan sebagai bahan diskusi berbagai kalangan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.

Namun seringkali, istilah kesehatan mental secara keliru digunakan sebagai ungkapan pengganti untuk masalah kesehatan mental yang terkait dengan depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, dan lain-lain, padahal sebenarnya kesehatan mental tidak sama dengan masalah kesehatan mental.

Tak sedikit para remaja yang merasa dirinya tidak baik-baik saja lalu seketika mengklaim bahwa dirinya sedang mengalami gangguan kesehatan mental. Sebab mereka tak mengerti betul apa-apa yang harus mereka lakukan saat kondisi kesehatan mental benar-benar telah menganggunya.

Melihat kondisi sosial para remaja dan demi menjawab segala rasa penasaran mengenai kesehatan mental, maka Ureport Indonesia mengadakan sebuah program berkala yang bertajuk Ruang PEKA (Peduli Kesehatan Mental) setiap minggunya via live instagram. Urport Indonesia sendiri adalah sebuah wadah komunikasi Unicef Indonesia yang dari dan untuk anak muda agar bisa mendapatkan informasi terkait problem ramaja pada umumnya.

Untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang tiba pada tanggal 10 oktober ini, Ureport Indonesia telah mulai mengadakan kegiatan terkait. Seperti yang berlangsung pada jumat (9/10), sebuah live instagram bersama Mutiara Azka yang membahas tentang kesehatan mental.

Menurut azka isu kesehatan mental sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, terlepas dari apapun, azka mengaku memang pernah mengalami kesehatan mental yang menurutnya sangat tidak menyenangkan.

Dalam tayangan live yang berdurasi kurang lebih 30 menit ini, Azka membagikan banyak cerita tentang bagaimana kita harus menghadapi kesehatan mental kepada diri sendiri dan orang lain. Seperti yang diketahui pada umumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, kendati demikian bukan lantas seseorang tak pernah merasakan kesepian.

Beberapa faktor membuat seseorang bisa berada di posisi ini, dan saat rasa kesepian itu datang, di sinilah peran sosial manusia diperankan. Terkadang ada beberapa circle yang tidak mendukung dan tidak peka terhadap kondisi sekitarnya, sehingga seseorang yang kesepian merasa bingung harus pergi kepada siapa.

“Aku pernah merasa kesepian, tapi bukan karena aku sendirian, tapi karena aku takut merepotkan orang lain. Tapi, untungnya waktu itu ada temen aku yang coba menarik aku, di situ aku merasa ‘oh enak ya, punya orang lain’. Di situ aku juga jadi tertarik untuk kasih tanda ke orang lain, khususnya orang-orang terdekat, kalau aku selalu ada buat mereka kapan pun mereka butuh cerita. Dari sinilah aku merasa isu kesehatan mental itu penting,” jelas perempuan jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia ini.

Azka menjelaskan lagi bahwa sebenarnya di saat kesehatan mental ini datang, sebenarnya yang sering jahat terhadap diri sendiri adalah diri manusia itu sendiri. Seperti bagaimana seseorang lebih sering percaya pada sugesti buruk tentang diri mereka sendiri, sehingga menjadi semakin down.

“Kalau aku, salah satu cara untuk mensiasatinya, aku sering coba bales jahatnya pikiranku tadi dengan ngomong langsung ke diri aku, misalnya di depan kaca, ‘engga zka, itu cuma di pikiran kamu aja kok’, dan aku coba untuk lebh baik ke diri aku.” Katanya sambil tersenyum.

“Selain itu, aku juga coba selalu apresiasi diri dan melakukan apa yang membuat aku senang, misalnya memasak, melukis, dan lain-lain. Kayak ini kemarin aku abis warnai rambutku jadi ungu”, tambahnya menunjukkan rambut sebelah kanannya.

Azka juga berpesan untuk memberi ruang jeda kepada diri sendiri. Mengistirahatkan diri dari sibuknya aktivitas sehari-hari dan jangan terlalu jahat kepada diri sendiri. Apabila sedang merasa kesulitan tentang suatu hal, cobalah menceritakan kesulitan itu kepada orang terdekat, sebisa mungkin untuk tidak menyimpan kesulitan itu sendiri. Pasti banyak orang-orang yang bersedia mendengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.