Harga Anjlok, Petani Tembakau di Tuban Beralih Tanam Kangkung

Harga Anjlok, Petani Tembakau di Tuban Beralih Tanam Kangkung
Harga jual tembakau yang menurun drastis membuat para petani tembaku Tuban beralih hasil tani ke kangkung. Hal ini dialami oleh petani tembakau asal Desa Jati, Kecamatan Soko, Tuban. (17/9/2020). Foto: Gagas Galang/Progresnews.

Tuban – Harga jual tembakau yang menurun drastis membuat para petani tembakau di Kabupaten Tuban beralih hasil tani tanam kangkung. Hal ini dialami oleh petani tembakau asal Desa Jati, Kecamatan Soko, Tuban. (17/9).

Bulan September, merupakan bulan panen bagi petani tembakau menjadi bulan yang menakutkan. Pasalnya, harga tembakau daun basah saat ini hanya mencapai Rp 2.500/kg saja. Harga semakin menurun dibanding hasil panen, sebelumnya harga masih mencapai Rp 3.000/kg.

Sedangkan untuk harga rajangan mesin hanya mencapai Rp. 30.000/kg.
Harga yang sangat murah ini membuat para petani tembakau di Desa Jati beralih ke kangkung.

“Harga daun murah sekali mas, makanya petani anggota saya banyak yang pindah ke kangkung. Kebetulan juga sekarang sudah mulai banyak yang masuk dari kemitraan pembibitan kangkung ini,” ungkap Edi Sunaryadi saat diwawancara.

Lahan pertanian di Tuban. Foto: Gagas Galang/Progrenews.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika semakin hari harga tembakau semakin tidak jelas, ditambah lagi dengan proyek-proyek pembibitan tembakau dari kemitraan tidak ada. Hal ini tentu sangat merugikan bagi petani tembakau.

Dampaknya, banyak petani tembakau di desa tersebut merasa rugi karena tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan.

“Saya rasa kerugian ini tidak hanya dirasakan dari petani desa kami saja, semua petani tembakau Tuban juga pasti sama” tegasnya.

Laki-laki paruh baya yang juga sekaligus ketua kelompok Bhina Tani itu berharap jika adanya kebijakan dari dinas terkait yang dapat memperbaiki permasalah harga ini.

Kontributor: Gagas Galang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.