Home / Lamongan / Warta

Sabtu, 25 September 2021 - 20:56 WIB

Gus Menteri dan Bupati YES Paparkan Strategi Capai Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrim di Lamongan

Reporter : Redaksi Progresnews

Gus Menteri dan Bupati YES Paparkan Strategi Capai Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrim di Lamongan

Gus Menteri dan Bupati YES Paparkan Strategi Capai Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrim di Lamongan

Lamongan, Progresnews.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamongan untuk mendiskusikan konsep penanggulangan kemiskinan ekstrem bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Sabtu (25/9).

Akrab disapa Gus Menteri, Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa konsep ini adalah solusi yang diharapkan mampu dilaksanakan untuk mencapai target Presiden Joko Widodo mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024.

“Target presiden 0% kemiskinan ekstrim di tahun 2024 ini tidak akan terwujud, kalau cara kerjanya tidak mikro. Tidak berbasis data desa dengan bupati sebagai leader dalam penanganan ini, dan pemerintah pusat pemerintah provinsi mengikuti road map yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah,” terang Gus Menteri.

Lebih lanjut, Gus Menteri mengungkapkan ada 2 macam kemiskinan ekstrem: pertama, warga miskin ekstrem yang hampir seluruh kompleksitas multi dimensi kemiskinan yang dimiliki (lansia, tinggal sendiri, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis, rumah tidak layak, tidak memiliki fasilitas memadai), dan kedua, warga miskin ekstrem yang masih mungkin melakukan aktualisasi diri untuk bertahan hidup.

“Untuk kategori miskin yang pertama penanganannya pemerintah wajib hadir sesuai dengan ketentuan undang-undang, tapi untuk yang nomor dua ini masih bisa diberdayakan. Kategori miskin ini bisa dipilih di masing-masing desa, akan lebih jelas penanganan dan pasti akan selesai. Sehingga yang ditargetkan presiden 0% pada tahun 2024 pasti terlaksana,” jelasnya.

Baca Juga:  Nilai PPKM Selama Ini Tidak Efektif, Jokowi Putuskan 09 Februari PPKM Skala Mikro

Gus menteri berharap, kategori kemiskinan ini dapat dipilah di masing-masing desa, sehingga dapat mempermudah penanganan. Seperti contoh salah seorang lansia di Kecamatan Babat yang hidup sendiri dan bisa dikategorikan miskin ekstrem dengan kompleksitas dimensi kemiskinan, namun ternyata tidak memiliki akses bantuan seperti BLT dan sejenisnya. Setelah dikonsolidasi ternyata masih tergolong mampu karena memiliki keluarga.

Selain strategi pendekatan mikro berbasis desa dengan leader Kabupaten, pelaksanaan dan tindak lanjut melalui posyandu kesejahteraan juga dianggap efektif untuk dikembangkan. Gus Menteri berharap setelah pertemuan diskusi ini akan ada tindak lanjut dari Pemkab Lamongan dengan pihak-pihak di Lamongan untuk melakukan konsolidasi secara bersama-sama.

“Tentu saya berharap dengan sangat, langkah pemerintah pusat untuk menciptakan atau mewujudkan target Pak Presiden ini bisa terwujud dan dimulai dari kabupaten Lamongan. Sehingga belum ada kabupaten yang dinyatakan 0 persen kemiskinan ekstrem, Kabupaten Lamongan lebih dulu ditetapkan oleh Pak wakil presiden sebagai Kabupaten 0 persen kemiskinan ekstrem,” tambah Gus Menteri.

Baca Juga:  Mendikbud Pastikan Dana BOS Papua Barat Meningkat 30 Persen di Tahun 2021

Menanggapi hal tersebut, Bupati YES mengungkapkan kesiapannya untuk mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan.

“Pada prinsipnya setelah diberikan pemahaman secara komprehensif, kami siap untuk 0 persen kemiskinan ekstrim khususnya di Kabupaten Lamongan. Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, pada prinsipnya elemen-elemen yang kita gunakan nanti untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap, posyandu di sini sudah berkembang dengan baik, sedah mencakup lansia, pendidikan, tinggal sebenarnya penajaman di masing-masing itu,” ungkap Pak YES.

Menindaklanjuti hal tersebut, ia juga meminta berbagai pihak terkait untuk segera melakukan sinergi untuk mempertajam dan memfokuskan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan. “Yang terpenting sekarang langkah pertama adalah data penduduk dengan kemiskinan ekstrim untuk lebih jelas, lebih fokus lagi, sehingga kita lebih mudah dalam pemetaan itu. Nanti bisa segera, dan hari Senin saya minta kita segera berkumpul untuk lebih fokus lagi pada kemiskinan ekstrem di Lamongan,” tambah Pak YES. (*)

Share :

Baca Juga

Gresik

Santri Pesantren Zainal Abidin Gresik, Peringati Nuzulul Quran Dengan Doakan Kru KRI Nanggala 402
Belasan wartawan saat berorasi di depan Mapolres Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Kecam Tindak Kekerasan pada Wartawan di Surabaya, Wartawan di Lamongan Kepung Markas Polisi

Nasional

Perpres Miras Dicabut, Gus Jazil Apresiasi Presiden Jokowi
Kegiatan Sosialisasi KARTANU oleh MWC NU Balongpanggang

Gresik

MWC NU Balongpanggang Sosialisasikan KARTANU, Ketua: Bukan Hanya Pendataan Biasa
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengakajian Masyarakat Adat (PtPPMA) Papua Naomi Marasian, dan Sely Martini dari The Reform Initiatives (TRI) dalam Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

Nasional

TAKE Jayapura Untuk Melindungi Masyarakat Adat dan Lingkungan
Sikola Mombine bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Mutmainah Korona.

Nasional

IWD 2021, Perempuan Harus Dianggap Sebagai Penyumbang Negara

Lamongan

Torehkan Prestasi Gemilang, Pemkab Lamongan Kembali Terima Reward
Ekspresif. Salsabila dan Dewi saat memerankan naskah Senja Putih, (15/10). Foto: Dokumentasi Teater NUSA/Progresnews.id

Hiburan

Tebus Rindu, Teater NUSA Gelar Pertunjukan Senja Putih