Home / Bojonegoro / Warta

Jumat, 12 Februari 2021 - 08:48 WIB

Gus Jazil: Demokrasi Harus Jadi Alat Mensejahterakan Rakyat

Penahanan Empat IRT Akhirnya Ditangguhkan, Gus Jazil: Hukum Jangan Tajam ke Bawah

Penahanan Empat IRT Akhirnya Ditangguhkan, Gus Jazil: Hukum Jangan Tajam ke Bawah

Bojonegoro, Progresnews.id. – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan bahwa demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang sangat bagus. Karena itu, demokrasi harus dijadikan sebagai alat (wasilah) untuk mensejahterakan rakyat.

Dalam penerapan sistem demokrasi, hal yang sangat penting ada pada sumber daya manusia (SDM). Saat ini, karena tradisi budaya yang salah, praktik demokrasi yang ada menjadi demokrasi oligarkis.

“Demokrasi yang hanya bisa dijalankan oleh orang-orang yang punya uang. Mereka yang dipilih bukan hanya yang punya visi, tapi juga yang punya ‘gizi’. Ini yang saya sebut parasit demokrasi, efek samping dari demokrasi,” katanya saat menjadi pembicara dalam Seminar Pengembangan Demokrasi dan Partisipasi Politik bagi Supra dan Infra Struktur Politik Kabupaten Bojonegoro dengan tema “Melalui Harmonisasi Kita Tingkatkan Peran Supra dan infra Struktur Politik dalam Pembangunan Menuju Bojonegoro yang Produktif dan Energik” di Ruang Angling Dharmo, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (11/2/2021)

Gus Jazil: Demokrasi Harus Jadi Alat Mensejahterakan Rakyat

Menurutnya, sistem demokrasi sebenarnya sangat bagus, dari rakyat, oleh rakyat, dijalankan berdasarkan kedaulatan rakyat, serta memiliki tujuan untuk mensejahterakan rakyat. “Itu semua murni, tapi ada efek sampingnya. Nah efek samping demokrasi itu salah satunya adalah high cost politic. Apalagi kedepan ini, untuk menjadi anggota DPRD saja biayanya besar karena pembelajaran politik yang sudah terlanjur salah. Itu efek samping dan susah sekali menghilangkan itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Periode Terakhir Reformasi Birokrasi, Menko Polhukam Dorong Gubernur Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Dikatakan Gus Jazil, Pemerintah bersama dengan DPR sudah membuat aturan untuk mencegah terjadinya praktik money politics, namun faktanya dalam setiap gawe politik seperti pemilu, bukan rahasia lagi kalau penyelenggara pemilu (KPU) dan juga pengawasnya (Bawaslu) justru tidak jarang terlibat dalam pelanggaran aturan yang disepakati. “Demokrasi yang tidak konsekuen akan melahirkan money politics, dan money politics akan memberikan beban kepada rakyat,” katanya.            

Karena itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu ini mengatakan, karena partai politik memiliki tugas salah satunya memberikan pembelajaran politik maka pihaknya mengajak kepada masyarakat agar memiliki pencerahan pada politik.

“Kalau sekarang orang yang dianggap cerah yaitu orang yang mengerti politik dan politik tidak bisa dibeli dengan uang. Selama daerah itu menggunakan tradisi shodaqoh politik atau budaya money politics, itu mengindikasikan bahwa disitu yang terjadi adalah demokrasi yang transaksional,” katanya.  

Padahal, kata Gus Jazil, menurut filosofi Jawa “manunggalingkawulogusti”. “Kita semua, pemimpin dan rakyat tujuannya adalah ‘Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara’. Artinya manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. Setiap manusia pasti akan mengusahakan agar selalu selamat dan sejahtera dalam hal apapun,” tuturnya.

Baca Juga:  Komunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Gelar Tasyakuran dan Ngopi Literasi
Gus Jazil: Demokrasi Harus Jadi Alat Mensejahterakan Rakyat

Menurutnya, sebuah daerah kadang sulit mengalami kemajuan karena pemimpin di daerah tersebut tidak punya motivasi untuk Memayu Hanuying Bawono. “Yang ada justru yang sering muncul kerakusan padahal rakus itu nggak ada bagus sama sekali. Sekarang kita lihat ada banjir, ada macem-macam itu karena mereka tidak berprinsip Memayu Hayuning Bawono. Apa yang dilakukan baik oleh eksekutif legislatif itu seharusnya untuk menambah bagusnya sebuah wilayah,” katanya.

Dikatakan Gus Jazil, demokrasi sebenarnya adalah budaya kebersamaan, berbagi, punya posisi yang sama. “Kehadiran saya di Kabupaten Bojonegro ini mengajak semua hidup secara harmoni dan sinergi, itu kunci hidup. Hidup gak ada harmoni itu rusak. Tubuh kita gak ada harmoni, rusak. Semuanya berjalan menggunakan harmoni, nafas, lingkungan, di dalam politik juga menggunakan harmoni,” tuturnya.

Saat ini, kata Gus Jazil, bangsa ini sedang menghadapi tantangan kesehatan yang berdampak pada menurunkan ekonomi. “Kala ekonomi turun hendaknya kita beri semangat, saling memberi, saling tolong-menolong. Ini sudah mau masuk lebaran, antara kita harus memperkuat. Kalau ekonomi turun harus diantisipasi karena akan muncul karawanan sosial, pencurian, tindakan-tindakan anarkistis karena masyarakat kehilangan pekerjaan, ini menjadi tantangan,” katanya. (*)

Share :

Editor : Admin 2

Baca Juga

COVID-19

Kasus Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal Usai Divaksin, Polres Gresik Segera Usut Dalangnya
Kasi Bimas Kemenag Lamongan, M. Khoirul Anam saat memaparkan Ngabuburit di rumah saja. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Puasa Kedua di Masa Pandemi, Kemenag Lamongan Serukan Ngabuburit di Rumah Saja
Suasana kegiatan perbaikan saluran irigasi di kecamatan Deket, Lamongan, Kamis (7/10). Foto: Progresnews.id/Ivan.

Lamongan

Saling Sikut Tuai Kebaikan, TNI dan Warga Deket Lamongan Kompak Benahi Saluran Irigasi

Nasional

Maraknya Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Mendikbud Bentuk Pokja Pencegahan
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif saat ditemui di kantor, Selasa (5/10). Foto: Progresnews.

Lamongan

Hari Guru Internasional, Kadisdik Lamongan Harap Literasi Digital Bisa Dorong Guru Lebih Produktif
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sebuah acara Kementerian. Foto: polrestebo.jambi.polri.go.id

Warta

PPKM Level 3 Masih Diberlakukan Untuk 11 Kabupaten/Kota di Luar Jawa-Bali
Mahfud MD saat memberi sambutan pada Coffee Morning bertema Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (30/11).

Nasional

Menko Polhukam Tegaskan DOB Papua Sebagai Upaya Mengkukuhkan NKRI
Vaksinasi menyasar di rumah ibadah, Masjid Agung Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik (25/9). Foto : Chidir

COVID-19

Dukung Pemerintah Kebut Herd Immunity, DMI Gresik Sebar 3000 Vaksin