Home / Nasional / Warta

Minggu, 31 Oktober 2021 - 21:56 WIB

Gerakan Pesantren Asuh, Respon Kepedulian RMI PBNU Mengasuh para Yatim-Piatu

Menyanyikan lagu Ya Lal Wathon sebagai rangkaian peluncuran Gerakan Pesantren Asuh RMI PBNU, Minggu (31/10). Foto: Tangkapan Layar YouToube TV9.

Menyanyikan lagu Ya Lal Wathon sebagai rangkaian peluncuran Gerakan Pesantren Asuh RMI PBNU, Minggu (31/10). Foto: Tangkapan Layar YouToube TV9.

Jakarta, Progresnews.id — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU), lembaga NU yang membidangi kepesantrenan, memutuskan untuk menyelenggarakan Gerakan Pesantren Asuh (GPA) sebagai merespon dampak pandemi COVID-19, khususnya untuk para yatim-piatu.

“Lewat gerakan ini, kami mengajak semua pihak yang peduli dengan masa depan anak-anak yang menjadi korban COVID-19 dan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap korban tersebut untuk bekerja saling bahu-membahu mendidik dan mengasuh para yatim piatu korban COVID 19 agar bisa mencapai masa depan sesuai cita-cita dan harapan mereka,” kata rilis yang diterima Progresnews.id, Minggu (31/10).

Keputusan tersebut diambil berangkat dari rekam jejak pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bisa menaungi pembelajaran dan pembentukan karakter anak-anak dengan aman, terutama bagi santri atau calon santri yang memiliki nasib kurang beruntung, kata rilis tersebut.

Baca Juga:  Bakti Sejarah PCNU-MWC NU Gresik Ziarahi Makam Kiai dan Muassis NU di Hari Santri

Dalam konteks Indonesia di masa pandemi seperti sekarang, pesantren menjadi tempat yang aman bagi anak-anak tanpa orang tua (Yatim, Piatu atau Keduanya) yang disebabkan Pandemi Covid 19.

Jumlah Pondok pesantren di seluruh Indonesia tercatat sebesar 27 .722. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 23.000-an pesantren NU yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun informal.

“Ikhtiar pertama yang kami kerjakan untuk mewujudkan Gerakan Pesantren Asuh ini adalah dengan menyelenggarakan Penggalangan Dana (Fundraising) publik dalam bentuk lelang barang-barang dari tokoh-tokoh NU,” tulis rilis tersebut.

Acara yang digelar dengan tajuk “Konser Santri Untuk Indonesia” ini akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 31 Oktober Oktober 2021 mulai 20.00 WIB, menghadirkan Kegenda Qasidah Indonesia ‘NASIDA RIA’, Gus Miftah,  Tulus, Tompi, Marjuki Kil The DJ, Feby Putri, Pamungkas dan sejumlah nama lain.

Baca Juga:  Dituntut Menyelesaikan Kasus Korupsi Dua Eks Menteri, KPK Angkat Bicara Tanggapi

Konser Santri untuk Indonesia terselenggara atas kerjasama RMI PBNU, TV9 Nusantara dan Rajawali Communications dan akan disiarkan secara LIVE oleh TV9 Nusantara dan sejumlah kanal YouTube milik artis pengisi acara.

Adapun Malam Amal penggalangan dana (fundraising) GPA akan melelang beberapa barang pribadi  yang memiliki nilai sejarah dari kehidupan para masyayikh sebagaimana barang dari Makam Mbah Mutamakkin dan pakaian pribadi mbah KH. Sahal Mahfudh, hingga property milik para influencer sebagaimana Gus Baha’, Gus Miftah dan Penanyi Jazz, Tompi.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Ketua Lembaga Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU), Abdul Ghofar Rozin saat mengikuti Webinar Internasional RMI-PBNU hari kedua, Kamis (21/10).

Nasional

Tatap Masa Depan, Gus Rozin Dorong Transformasi Digital Santri

Gresik

Belasan Komunitas Pecinta Alam, Bikin Giat Rawat Bumi

Nasional

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid: Alquran dan Negara Tidak Boleh Dipertentangkan

Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Bencana Erupsi Gunung Semeru
Forum Konsultasi Publik Rancangan RKPD Bappeda Gresik. Foto: Youtube Bappeda Gresik.

COVID-19

Ekonomi Menurun Saat Pandemi, Bappeda Gresik Ajak Masyarakat Berkontribusi Bangun Gresik Baru
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyambut baik langkah Kapolri Listyo Sigit untuk lebih selektif dalam merespons pelaporan terkait UU ITE, Selasa (16/2). Foto: dpr.go.id

Nasional

Komisi III Sambut Baik Langkah Restorative Justice ala Kapolri Sigit

Warta

Respon Cepat Gus Yani Atasi Jalan Rusak Pasca Banjir

Nasional

Pemuka Lintas Agama Se-Indonesia Adakan Konferensi Pers Menolak UU Cipta Kerja