Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu

Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu
Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu. Foto: Progresnews.id/Ayu

Gresik, Progresnews.id– Demi terlaksananya Pilkada yang aman dan kondusif pada 09 Desember mendatang, Dewan Koordinator Cabang Forum Silaturahmi Santri (DKC Forsis) Kabupaten Gresik menggelar Sekolah Pemantau Pemilu pada Minggu (08/11).

Bertempat di Gedung PCNU Gresik, kegiatan ini diikuti puluhan anggota Forsis Gresik yang terdiri dari tiap kecamatan di Kabupaten Gresik.

Ketua Forsis Gresik, Ahmad Shodiq mengatakan, tujuan diselenggarakannya sekolah pemantau ini guna untuk memperkuat pemantauan penyelenggaraan Pilkada 2020 agar situasi tetap aman kondusif dan tidak terjadi kecurangan.

“Selain agar meciptakan pemilu dengan jujur dan adil, ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pilkada dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Shodiq.

Pihak DKC Forsis Gresik secara khusus menghadirkan 3 pemateri sebagai pemantik dalam sekolah pemantau pemilu tersebut, diantaranya Burhan Robith Dinaka selaku Sekretaris DKP Forsis Jawa Timur, Makmun selaku Komisioner KPU Kabupaten Gresik, dan Syafi’ Jamhari selaku Anggota Bawaslu Gresik.

Dalam penyampaiannya, Syafi’ Jamhari memaparkan tentang aktivitas apa saja yang dapat dilakukan sebagai pemantau pemilu. Ia menjelaskan terkait beberapa point peningkatan peran pengawasan di Pilkada 2020.

Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu
Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu. Foto: Progresnews.id/Ayu

“Pengawasan pada dasarnya memiliki beberapa hal baik unsur hak dan kewajiban serta metode dalam menangani segala bentuk potensi pelanggaran,” ungkap pria yang menjabat sebagai Kordiiv Penanganan dan Penindakan Bawaslu Gresik itu.

Lebih lanjut, Jamhari mendorong kepada masyarakat agar berani melapor secara resmi ke Bawaslu jika terdapat temuan indikasi pelanggaran pemilu.

“Kami (Bawaslu, red) sangat terbuka, silahkan masyarakat melapor jika ada indikasi pelanggaran pemilu, tentu dengan memenuhi syarat formil dan syarat materil,” terangnya.

Sementara itu, Makmun menyampaikan arahan terkait aturab yang akan diterapkan pada proses pencoblosan pemilu nantinya.

Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu
Gandeng KPU dan Bawaslu, Forsis Gresik Adakan Sekolah Pemantau Pemilu. Foto: Progresnews.id/Ayu

“Beberapa hal yang akan kita terapkan pada proses pencoblosan mendatang diantaranya kita akan memberlakukan protokol kesehatan, kemudian dalam pelaksanan yang pemungutan tidak memakai celup tinta tapi diteteskan, dan tidak ada kontak fisik dengan petugas kpps, terakhir pemilih diatur untuk datang ke tempat pemungutan suara,” bebernya.

Peserta yang hadir sangat antusias mengikuti jalannya diskusi Sekolah Pemantauan ini, salah satunya Thoriq, anggota perwakilan Forsis dari Kecamatan Bungah, ia mengungkapkan alasannya turut dalam acara ini yakni ingin bertasipasi dalam mensukseskan pilkada nanti. Selain itu, ia juga ingin belajar tentang seputar pemilu.

Editor: Rifqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.