Home / Film / Hiburan / Jendela

Minggu, 24 Oktober 2021 - 20:35 WIB

Film Pendek “Ngidul”, Tegur Remaja Gresik Peduli Tradisi

MENYESAL. Ayu menyesali dirinya sebab menganggap tradisi itu lapuk, dan tidak gaul. Foto: Tangkapan layar IG MTs Maarif Sidomukti/Progresnews.id

MENYESAL. Ayu menyesali dirinya sebab menganggap tradisi itu lapuk, dan tidak gaul. Foto: Tangkapan layar IG MTs Maarif Sidomukti/Progresnews.id

Jendela, Progresnews.id – Gresik harus bangga. Tumbuh sineas muda yang berbakat dari kalangan terpelajar. Dengan kemandirian dan rasa percaya diri, mereka menggulirkan karya-karya sarat makna.

Dari film, transformasi ide dan nilai-nilai luhur dapat tersampaikan dengan baik. Kisah yang dimuat dalam film juga secara efektif memberikan dampak yang luar biasa kepada penikmatnya.

Melalui film pula, semua orang dapat diajak untuk melihat kembali peri kehidupan emosional dalam diri. Itulah mengapa film bisa membikin sepasang mata menangis, meledak tertawa, merasa takut, geram serta perasaan lainnya.

Salah satu film pendek berjudul Ngidul karya peserta didik MTs Maarif NU Sidomukti bekerjasama dengan Pondok Kreatif Kita, perlu diapresiasi. Pasalnya, film yang disutradarai oleh M Mu’alif ini memberikan pesan moral kepada remaja di Kabupaten Gresik. Agar lebih mencintai tradisi yang ada di sekitarnya.

Sinopsis Film NGIDUL

Pada opening film, pemirsa akan disuguhi pemandangan kawasan Giri yang dipotret dari ketinggian. Rumah-rumah begitu rapat berjajar. Adegan dimulakan dengan suasana sekolah. Beberapa pelajar nampak berhambur keluar sekolah, kemudian pulang menuju rumah masing-masing.

Baca Juga:  Forsis Gresik Temukan Dugaan Potensi Pelanggaran Kampanye secara Sistematis

Muncul tokoh Ayu, diperankan oleh Rahma, siswi Kelas 8 MTs Maarif Sidomukti, seorang pelajar menengah pertama, ia terlihat enggan mengikuti keinganan sang Ibu yang diperankan Jasmine, siswi kelas 7. Ibunya meminta Ayu untuk menggelar tradisi syukuran pada hari ulang tahunnya. Semula Ayu marah, karena menilai tradisi itu tidak gaul. Namun, dengan kelembutan dan kesabaran, sang Ibu berhasil merayu Ayu.

Meski Ayu tidak mampu menolak pinta sang Ibu, demikian nampak sekali wajah Ayu yang kesal. Dirinya tidak menyembunyikan kekesalannya. Lagi-lagi, menurutnya acara tradisi itu sudah kuno. Harusnya Ayu dapat merayakan ulang tahun di tempat-tempat keren yang instagramable, dengan makanan Jepang atau Italia bersama teman atau pun keluarganya.

Sementara di kampung Ayu tinggal, yakni di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kebomas Gresik, budaya selamatan hari ulang tahun dan tasyakuran hajat lainnya dikenal dengan istilah Ngidul. Pada tradisi Ngidul ini biasanya warga membawa tumpeng dengan aneka lauk-pauk di atasnya. Warga akan secara bersama menikmati makanan itu, setelah merapal dzikir dan do’a di situs Giri Kedaton.

Baca Juga:  Cetak Wartawan Kompeten, Progresnews.id Undang 3 Wartawan Senior
Perjalanan Ngidul. Kakak Ayu nampak antusias memabawa tumpeng untuk gelaran ngidul. Ayu masih cemberut merasa tradisi Ngidul sudah kuno. Foto: Tangkapan layar IG MTs Ma’arif Sidomukti/Progresnews.id

Kakak Ayu, yang diperankan Haikal, siswa kelas 7, dengan antusias mengajak warga untuk turut serta dalam syukuran. Acara pun dimulai. Akan tetapi air muka Ayu tetap saja cemberut. Hingga dirinya mendapat sedikit wejangan dari tokoh masyarakat setempat.

Rupanya, penuturan lembut tokoh masyarakat dan do’a yang dipanjatkan agar Ayu lancar rezeki, panjang umur dan mendapat keberkahan menggedor pikiran serta batin si Ayu.

Bahagia dalam Kebersamaan. Ayu melihat bagaimana ekspresi warga saat makanan dalam tradisi Ngidul dimakan secara bersama-sama. Foto: Tangkapan layar IG MTs Maarif Sidomukti/Progresnews.id.

Lain itu, ia juga melihat bagaimana ekspresi kebahagiaan warga saat makan bersama dalam tradisi Ngidul. Pemandangan ini, terus menerus menumbuhkan kecamuk dalam diri Ayu. Hingga akhirnya ia menyadari sepenuhnya kealpaannya.

Begini gumam Ayu sebelum film berdurasi total 7 menit 33 detik ini dipungkasi dengan ending yang menggetarkan:

“Kebahagiaan itu.. ternyata sederhana, hanya dengan sebuah hal kecil dan kebersamaan. Aku bersyukur, tinggal di lingkungan yang menyatukan keberagaman.

Terima kasih Ibu.. sudah mengajarkanku tentang arti kehidupan. Dengan sedikit berbagi apa yang kita punya, kebahagiaan dirasakan semua orang. Walaupun tanpa kata, aku bisa merasakan pelajaran yang berharga,” ungkapnya.

Share :

Editor : Achmad Chidir Amirullah

Baca Juga

K-Popers Ikut Demo, Sinyal Bahwa Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja.

K-Pop

Bagaimana K-Popers Indonesia Ikut Demonstrasi?
Grand Finalist dalam acara Grand Final Kpop Dance Competition. Foto: Nadia/Progresnews.id.

K-Pop

Yang Muda Yang Berkarya, Grand Final KPop Dance Competition Berhasil Mengguncang Gress Mall
Apresiatif. Gus Yani turut mengapresiasi Festival Layang-layang Nasional di Desa Dohoagung Kecamatan Balongpanggang, Gresik (3/10). Foto : Chidir

Gresik

Ratusan Layang-layang Naga Meliuk di Langit Balongpanggang
Picture by gettyimages

Jendela

Ada 4 Jenis Cinta dalam Hidup Manusia. Ada di Tipe Mana Kamu Saat Ini?
Foto Ilustrasi: Gambar: Twitter Resmi United Nations @UN

Jendela

Hari Toleransi Internasional 2021 Usung Tema Climate as a Wicked Problem, Apa Itu?
Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Jendela

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya
LATIH DIGITAL. Puluhan kader Ansor utusan PC GP Ansor Kabupaten/Kota di Jawa Timur ikuti Pelatihan Digital Mobile & Eco Creative yang digelar PW GP Ansor Jatim di Graha Ahmad Jufri, Pohjentrek, Pasuruan. Rabu (3/11). Foto: Chidir/Progresnews.id

Daerah

Ajak NU Channel, PW GP Ansor Jatim Siapkan Kadernya Sebagai Pasukan Digital
Para relawan Komunitas Pejuang Nasi saat menghibur pada anak-anak di Panti Asuhan Wakhid Hasyim.

Jendela

Latih Diri Dengan Berbagi, Bagaimana Sih Caranya?