Home / Nasional / Warta

Jumat, 27 Agustus 2021 - 19:18 WIB

Festival Torang Pu Para-Para: Kembangkan UMKM di Papua, Butuh Kolaborasi Lintas Pihak

Reporter : Progresnews

Nureza Dwi Anggraeni sebagai host bersama ratusan partisipan dalam webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nureza Dwi Anggraeni sebagai host bersama ratusan partisipan dalam webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Jakarta, Progresnews.id – Masa depan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Papua bergantung pada adanya kolaborasi lintas Papua.

Hal ini disampaikan oleh Siti Azizah Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dalam acara puncak Festival Torang Pu Para Para, Jumat (27/8).

Azizah menegaskan bahwa untuk konteks pandemi, pelaku UMKM sangat perlu untuk melakukan kolaborasi.

“Karena hanya dengan kolaborasi, mereka bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF) bekerja sama dengan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) ini.

“Tidak hanya itu, kolaborasi juga bisa memicu mereka untuk melakukan inovasi pengembangan produk agar bisa bersaing di pasar domestik dan global,” imbuhnya.

Menurut Azizah, Papua memiliki potensi besar untuk bersaing baik di tingkat domestik maupun global dan sebab itu bergandengan tangan sangat diperlukan.

Baca Juga:  Jangkau Konsumen Luar Daerah, Pemda Lamongan Isyaratkan Bermitra Dengan Pos Indonesia

“Yang menjadi kunci adalah sinergi antara kelompok masyarakat, perusahaan swasta, dan pemangku kebijakan,” jelasnya dalam diskusi bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua ini.

Hal ini mendasar, lanjut Azizah, untuk memperluas jaringan distribusi dan pemasaran.

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Keduanya sependapat bahwa sinergi multipihak, khususnya antara kelompok masyarakat, pemerintah, dan lembaga-lembaga di luar keduanya merupakan kunci.

“Selain tiga itu, kerja sama dengan para akademisi dan komunitas-komunitas anak muda itu juga sangat diperlukan agar regulasi dan fasilitas yang sudah kami sediakan bisa optimal,” tutur Mathius.

Menurut Mathius, pemuda-pemuda Papua hari ini sudah banyak sekali yang potensial, sehingga regulasi dibutuhkan untuk melindungi dan mendukung kreativitas mereka.

Adapun tentang kolaborasi pasar, Untung menengarai bahwa Pemerintah Fakfak komitmen untuk mendukung terciptanya integrasi antar-wilayah di Papua.

Baca Juga:  Tingkatkan UMKM Gresik Berbasis Digital, Pemuda Gresik Launching Aplikasi GOLS

“Ini diperlukan sebab hanya dengan begitu distribusi produk Papua atau pala di Fakfak bisa meningkat dan efisien,” ucap Untung.

Berdasarkan data yang Untung sampaikan, nilai ekspor buah pala per-tahun di Kabupaten Fakfak mencapai 45 M.

Untuk itu, tegas untung, Pemerintah Fakfak berkomitmen untuk selalu mendukung pengolahan dan pengembangan produksi buah pala, khususnya UMKM yang berkecimpung di dalamnya.

“Salah satu bentuk dukungan itu adalah bahwa saat ini kami sudah membentuk petani milenial. Ini strategi agar pemuda mau ikut andil di sini,” ungkapnya.

Dalam kaitannya dengan pemuda, Early Rahmawati Sekjen PUPUK menambahkan bahwa selain diberi fasilitas, pemuda juga perlu diberikan wawasan tentang bagaimana memulai bisnis atau UMKM.

Banyak pemuda, ulas Early, pada dasarnya tidak benar-benar ingin memulai bisnis. Mereka membuka bisnis hanya sebagai alternatif karena ditolak oleh perusahaan baik negeri maupun swasta.

Share :

Baca Juga

Video conference Ketua MUI, KH. Cholil Nafis dengan Hersubeno Arief membahas buzzer yang meresahkan masyarakat. Sumber: kanal YouTube Hersubeno Point.

Nasional

Buzzer Biang Keresahan, MUI: Buzzer Pemakan Bangkai
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Agus Suyanto saat memaparkan terkain BPUM 2021. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Mudahkan Alur Pendaftaran, Banpres Usaha Mikro di Lamongan Libatkan Camat dan Kades
Kepala Kampung Imsar Oscar Giay, Direktur PtPPMA Naomi Marasian, dan Kepala BUMKam Daniel Bairam bersama pembawa acara Novita Kristiani saat mengikuti seri 4 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Olahan Kakao di Lembah Grime yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Senin (23/8).

Nasional

Sempat Diserbu Hama, Komoditas Kakao Tetap Jadi Andalan Masyarakat Adat Lembah Grime Jayapura

Daerah

Peringati Harlah Ke-92, LP Maarif NU Gresik Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng
Cair... BST Tahap VIII Kemensos Mulai Didistribusikan

Nasional

Cair… BST Tahap VIII Kemensos Mulai Didistribusikan

Tuban

Upgrade Kualitas Kader, Kartar Tuban Gelar Pelatihan Kepemimpinan
Surat penundaan PTM dengan Nomor: 360/987/437.96/2020 tertanggal 30 Desember 2020 yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Moh Qosim, M.Si.

COVID-19

Kasus Covid-19 di Gresik Kembali Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Bupati Kabupaten Fakfak Untung Tamsil saat menjadi pembicara pada acara puncak Festival Torang Pu Para Para dengan tema Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

Bupati Jayapura dan Bupati Fakfak Dukung Pengembangan UMKM