Home / Lamongan / Warta

Senin, 3 Mei 2021 - 21:08 WIB

Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Dihentikan Sementara

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 512 kali

Sejumlah tim BPCB saat melakukan identifikasi lokasi bangkai kapan. Foto : Ammy.

Sejumlah tim BPCB saat melakukan identifikasi lokasi bangkai kapan. Foto : Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Terhalang kondisi alam, upaya eksplorasi bangkai kapal Van Der Wijck yang tenggelam di perairan utara Lamongan belum membuahkan hasil.

Sayangnya, tim ekplorasi dari Balai Pelestarian Cegar Budaya (BPCB) Jawa Timur harus gigit jari tatkala berhadapan dengan kondisi laut Lamongan yang disebut kurang bersahabat.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan jika mulai hari ini eksplorasi dihentikan semetara waktu.

“Hari ini terakhir mas, dihentikan dulu sementara. Karena ada arus bawah yang kencang, sehingga lumpur di dasar laut teraduk semua, bikin keruh,” katanya, Minggu, (02/05) malam.

Upaya menelusuri bangkai kapal yang tenggelam 85 tahun silam itu dilakukan dengan melibatkan berberapa anggota handal, diantaranya 13 orang dari BPCB, 6 orang nelayan lokal, 2 orang penyelam POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia).

Baca Juga:  Penambangan Galian C Dekat Lokasi Wisata di Lamongan Marak, Pengelola Khawatir

Ditambah, 1 orang perwakilan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Lamongan, dan 5 orang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, serta 1 orang dari Polairud.

Meski belum ditemukan dengan bangkai kapal, tim banyak mencatat terkait titik lokasi pasti keberadaan bangkai kapal. menurut data, jarak tempuh dari bibir pantai Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kecamatan Brondong, Lamongan, berkisar 17 mil dengan estimasi 4 jam dengan kedalaman 40 meter.

Wicaksono menegaskan, eksplorasi bangkai kapal Van Der Wicjk akan dilanjutkan pada September atau Oktober, meski harus menunggu kepastian kondisi cuaca bawah laut Lamongan.

Baca Juga:  Penetapan Bupati-Wabup Gresik: Tidak Ada Paslon 1 atau Paslon 2

“Kami akan melanjutkan lagi proses ini (eksplorasi), di bulan September atau Oktober, menunggu kondisi alam perairan Lamongan lebih jernih,” tegasnya.

Masih Wicaksono, menurutnya pada tahap pertama ini, BPCB telah berhasil menemukan titik lokasi, dan mengambil sampel foto dan video bangkai kapal itu.

Tim penyelam saat melakukan persiapan penyelaman pada titik bangkai kapal. Foto : Ammy

Dari hasil temuan ini, dia menyebut akan menjadi evaluasi dinas terkait di Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan di tahap yang kedua.

“Perintah dari Dirjen Kebudayaan, untuk tahap pertama yang penting dapat titik lokasinya, serta foto dan videonya dulu untuk kemudian diidentifikasi,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Pendaftaran BLT-UMKM di Lamongan Dibuka Hari ini, Begini Ketentuanya

Lamongan

Wow, Polres Lamongan Amankan 281 Pelaku Kejahatan hanya dalam 12 hari Operasi

Lamongan

Polemik Dampak Lingkungan PT. Jaya Brix, Pemdes Kemantren Lapor ke Camat hingga Kirim Surat ke Bupati
Nampak warga yang membersikan sisa banjir di depan masjid yang berada di tengah pemukiman warga. (Foto: Tangkapan Layar Vidio, Warga Desa Weduni)

Lamongan

Penantian Warga Terdampak Banjir di Lamongan, Ini Yang Mereka Lakukan
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umun Satpol PP Lamongan, Sutrisno saat mengarahkan belasan gepeng di Mapol PP Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Belasan Gepeng Diamankan Satpol PP Lamongan, Himpitan Ekonomi Jadi Alasan

COVID-19

Kasus Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal Usai Divaksin, Polres Gresik Segera Usut Dalangnya
Suasana acara peresmian MPP Lamongan, Rabu (10/2). Foto: Ammy.

Lamongan

Resmi Diperkenalkan, MPP Lamongan Tawarkan Sejumlah Kemudahan
Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan