Home / Nasional

Rabu, 14 Juli 2021 - 07:43 WIB

Ekonomi Serba Sulit akibat Pandemi, Gus Muhaimin Minta Semua Pihak Waspada

Reporter : Progresnews

Ekonomi Serba Sulit akibat Pandemi, Gus Muhaimin Minta Semua Pihak Waspada

Ekonomi Serba Sulit akibat Pandemi, Gus Muhaimin Minta Semua Pihak Waspada

JAKARTA, Progresnews.id. – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun berdampak buruk pada kondisi perekonomian masyarakat. Apalagi belakangan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat, ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 3-20 Juli 2021 sehingga sebagian kelompok masyarakat tidak bisa bekerja dengan efektif. Akibatnya, kondisi perekonomian masyarakat tidak stabil.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, dalam kondisi pandemi yang serba sulit saat ini, ada sejumlah hal yang perlu diantisipasi. Selain persoalan kesehatan, juga kondisi perekonomian masyarakat. ”Pertama akibat pandemi ini pasti ekonomi akan berantakan, pasti ekonomi akan sulit dari logika tahapan-logika pandemi ini. Logika misalnya sekarang PPKM Darurat ini berakibat pada matinya beberapa segmen bisnis tertentu,” kata Gus Muhaimin, Selasa (13/7/2021).

Di sisi lain, katanya, recovery ekonomi secara makro juga belum bisa diandalkan. ”Nah kalau krisis berubah menjadi resesi, kalau resesi berubah menjadi kekalutan ekonomi maka kita harus waspada. Kewaspadaan ini menyangkut bagaimana kita harus bangun solidaritas, bangun kebersamaan, bangun semangat gotong-royong, bahu-membahu, terutama kita pikirkan keluarga kita, kita pikirkan masyarakat kita agar tidak menjadi korban resesi,” tuturnya.

Baca Juga:  Kemendikbud Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS

Kedua, kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, hal yang harus diantisipasi jika pandemi ini tidak bisa segera diatasi dalam waktu cepat adalah mau tidak mau, pola budaya masyarakat harus ikut berubah. ”Kultur kita harus kita ubah dengan menggunakan cara new normal. Protokol kesehatan yang disiplin, dan juga cara-cara baru,” katanya.

Gus Muhaimin mencontohkan kebiasaan di kalangan Nahdliyin yang biasa mencium tangan para kiai sebagai bentuk penghormatan kepada guru, saat ini harus diubah. ”Kepada para kiai yang sudah sepuh, saya kitra tidak usah dicium tangannya dulu. Salaman cuku di dada supaya beliau-beliau ini kita jaga. Kita cinta beliau, ingin cium beliau, ingin bersalaman dengan beliau, tetapi untuk sementara waktu sebelum pandemi ini berakhir, kita ubah tradisi untuk mengantisipasi,” urainya.

Hal ketiga, kata cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini, melalu tradisi dan kultur baru, saat ini para kiai dan ulama juga menghadapi perjuangan agama yang berbeda keadaaanya. ”Suasana keimanan masyarakat juga berubah, cara pandang keagamaan juga berubah, tantangan dakwah kita juga pasti berubah. Ini membutuhkan keseriusan kita,” tuturnya.

Baca Juga:  Seorang Siswi Diduga Bunuh Diri Akibat Belajar Daring, Jazilul Fawaid: Ini Protes Keras Dunia Pendidikan

Karena itu, Gus Muhaimin berpesan kepada jajran Dewan Syura DPP PKB untuk menyiapkan langkah dakwah yang benar-benar solutif dan memberikan jalan perbaikan, sekaligus memberikan harapan baru kepada umat Islam di Tanah Air. ”Masih saja sebagian umat Islam belum bisa menerima keadaan pandemi ini. Kemarin saya ketemu beberapa pengurus MUI Pusat, mereka menyampaikan kegelisahannya ada dua kubu kelompok yang sangat keras antara yang tidak percaya Covid-19 dan terus melakukan kampanye. Diisi lain ada yang menganggap MUI hanya berpihak kepada pemerintah, dan pemerintah kehilangan legitimasi, kehilangan kepercayaan,” katanya.

Dalam kondisi kepercayaan masyarakat yang menurun, tutur Gus Muhaimin, peran para tokoh agama menjadi sangat penting untuk mengatasi keadaan yang sulit ini. (*)

Share :

Baca Juga

DPRD Bojonegoro saat menandatangani surat pernyataan yang di buat Aliansi Rakyat Bojonegoro, Kamis 8 Oktober 2020. Foto: Saindro/Progresnews.id.

Nasional

DPRD Bojonegoro Siap Tolak UU Cipta Kerja
Pejabat di Lingkungan Kementerian Perhubungan yang akan menandatangani Perjanjian Kinerja dan Fakta Intergritas Tahun 2021. Foto: Youtube Kemenhub.

Nasional

Kemenhub Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Fakta Intregitas Tahun 2021
Jalan Nasional di Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan pada KM 36-41 saat diperbaiki. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Nasional

Pembangunan Jalan Nasional di Lamongan Ditarget Rampung April

Nasional

Resmi Dikukuhkan, BMI Partai Demokrat Jatim Siapkan Program

Nasional

Peringatan Hari Ibu, Begini Pesan Bijak Gus Jazil
Kemendikbud Buka Kembali Layanan ULT Tatap Muka

Nasional

Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Kemendikbud Buka Kembali Layanan ULT Tatap Muka

Nasional

Rektor IIQ Prof Huzaemah Wafat, Gus Jazil: Beliau Teladan Para Ulama Perempuan Indonesia

COVID-19

Satgas Pastikan Isu Chip Dalam Vaksin Covid-19 Hoaks