Home / Nasional / Seremonia

Selasa, 26 Oktober 2021 - 11:07 WIB

Duta Petani Milenial Papua Dorong Anak Muda Kembangkan Potensi Pertanian Lokal

Duta Petani Milenial Papua Fidel Pepuho Tokoro saat menjadi pembicara pada Festival Petani Milenial dengan tajuk “Optimalisasi Peran Petani Milenial”, Senin (25/10).

Duta Petani Milenial Papua Fidel Pepuho Tokoro saat menjadi pembicara pada Festival Petani Milenial dengan tajuk “Optimalisasi Peran Petani Milenial”, Senin (25/10).

Jakarta, Progresnews.idDuta Petani Milenial Papua Fidel Pepuho Tokoromendorong anak muda mengembangkan potensi pertanian yang sangat melimpah di Papua, salah satunya komoditas sayur, kakao, dan kopi.

Hal ini disampaikan Fidel pada Festival Petani Milenial dengan tajuk “Optimalisasi Peran Petani Milenial” yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) pada Senin (25/10).

“Meski anak muda sekarang kebanyakan sudah memilih pergi dari kampung untuk mencari pekerjaan dengan penghasilan tetap, tetapi saya masihmelihat anak muda di Papua semangat untuk menjadi petani muda,” tutur Fidel.

Fidel menyampaikan, petani muda di Papua saat ini tidak hanya mengembangkan komoditas kakao dan kopi, namun juga mengembangkan sistem pertanian sayur hidroponik.

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan supermarket, jadi stok sayur disana langsung di suplai dari petani muda yang mengembangkan sayur dari pola hidroponik. Selain itu kami juga melakukan pemasaran secara online,” jelas Fidel.

Baca Juga:  Kemendikbud Libatkan Ibu Penggerak untuk Kampanye Program dan Kebijakan

Tantangan petani muda di Papua

Lebih lanjut, Fidel menyampaikan yang menjadi tantangan bagi petani muda di Papuayaitu ketersediaan pupuk organik, karena pupuk yang digunakan masih pupuk kimia.

“Kalau untuk tanamannya sendiri mereka memiliki kendala pada ketersediaan bibit unggul dan lahan,” katanya.

Fidel juga menyoroti kurangnya partisipasi dari pemerintah dalam memberikan terhadap komunitas petani muda di Papua.

“Kalau kita kirim proposal ke pemerintah, itu kami harus menunggu lama untuk dijawab, kadang sampai tahunan baru mereka jawab. Seakan akan pemerintah tidak peduli dengan petani, kami hanya terus berusaha sendiri,” tegas Fidel.

Baca Juga:  DPR Sebut Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi tak Sesuai dengan WHO

Fidel mengatakan menjadi petani juga memberikan keuntungan yang cukup bagi anak muda, dengan syarat harus sabar dan konsisten dalam mengembangan komoditas yang di tanamnya.

“Mungkin bagi anak muda sekarang bertani tidak ada untungnya sama sekali, makanya kebanyakan dari mereka mencari pekerjaan dengan penghasilan bulanan tetap,” tuturnya.

Oleh karena itu, untuk mendorong anak muda menjadi petani, Fidel mengatakan perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, tidak hanya dukungan dari pemerintah juga dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitarnya.

‘Selain dukungan dari pemerintah juga perlu dukungan penuh dari orang tua. Kalau mereka tidak didukung mereka akan cepat putus asa dalam menjalankan usaha pertanian tersebut,” terang Fidel. (*)

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Para pemateri saat mengikuti seri 2 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Meramu keladi untuk Pangan Sehat, Rabu (18/8).

Nasional

Program PAPeDA: Ciptakan Ketahanan Pangan di Papua Melalui Budidaya Keladi
Kepala Staf Kepresidenan DR. Moeldoko. Foto: Dok. KSP.

Nasional

Relawan PAS Dukung Moeldoko Jadi Capres, BMI Jatim: Pandemi Kok Ngomong Pilpres
Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi meminta agar pemerintah waspada dan mencermati secara serius setiap pergerakan China atas Laut China Selatan.

Nasional

China Bangun Pangkalan Militer di Laut Natuna, BMI Minta Pemerintah Waspada
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10).

Nasional

Sebut Tiga Kendala Pemulihan Ekonomi, G20 Sepakati Program Pandemi Preparedness
Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani. Foto: Ditjen Pendis.

Nasional

Aturan Baru Kemenag, Mempunyai Wawasan Keberagamaan Moderat Jadi Syarat Baru Guru Madrasah Swasta
Mama Asnat dan Mama Rahma saat memberikan testimoni dalam webinar "Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pengelolaan SDA dan Ketahanan Ekologis di Indonesia", Kamis (25/3).

Nasional

Testimoni Lima Perempuan Pemimpin, Sama-sama Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah
Gus Yaqut saat mengikuti Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021, Rabu (20/10).

Nasional

Hari Santri Nasional 2021, Gus Yaqut Ingin Santri Tidak Memaknai Ekonomi Sebagai Proposal Saja
Para pemateri di sesi pertama dalam diskusi Mini Workshop Pengembangan TAPE/TAKE di Riau, Senin (4/10).

Seremonia

Insentif Fiskal untuk Lingkungan Mutlak Dibutuhkan, Ini Skemanya