Home / Lamongan / Warta

Selasa, 9 Maret 2021 - 18:51 WIB

Dishub Lamongan Dinilai Jadi Biang Keladi Kerusakan Jalan, Mahasiswa Unisda Layangkan Aksi Protes

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 44 kali

Sejumlah Mahasiswa yang melakukan audiensi dengan Kabid Lalu Lintas Dishub Lamkongan. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Sejumlah Mahasiswa yang melakukan audiensi dengan Kabid Lalu Lintas Dishub Lamkongan. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Sejumlah mahasiswa nekat layangkan aksi protes pada Dinas Perhubungan Lamongan (Dishub Lamongan). Hal itu lantaran penegakan aturan status kelas jalan tidak dinjalankan.

Ketidaktegasan Dishub itu diduga menjadi biang keladi penyebab rusaknya jalan poros provinsi yang membentang dari Sukodadi hingga Paciran.

“Kita hanya minta tegakan aturan tentang kelas jalan sesuai pasal 19 sampai dengan 28, karena salah satu faktor jalan rusak ya tonase berlebihan,” tutur Fani Fanani ketua Rayon Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Permata sesuasi aksi protes, Selasa (9/3).

Baca Juga:  ICW Dorong Dewan KPK Awasi Kasus Korupsi Dana Bansos

Para mahasiswa Universitas Islam Dahrul ‘Ulum Lamongan (Unisda Lamongan) itu merasa kecewa lantaran audensi tidak menemui titik terang. Bahkan, Kepala Dishub tidak mau menemui dengan alasan rapat.

Sejumlah Mahasiswa yang melakukan audiensi dengan Kabid Lalu Lintas Dishub Lamkongan. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

“Kami bawa bukti real seperti video kendaraan yang melebihi tonase, dan pelanggaran ini sudah berlangsung lama,” ungkapnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa yang juga aktivis PMII itu juga mengancam akan mengerahkan masa yang lebih besar jika tidak ada tindak lanjut dari Dishub.

Baca Juga:  Karsa Dapat Nomor Urut 3 di Pilbub Lamongan, Kartika: Salam Tiga Jari

“jika dalam waktu 2×24 jam aspirasi kami tidak diindahkan, kami akan sampaikan lagi dengan cara yang berbeda, demonstrasi adalah pilihan terakhir,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Lalu Lintas Dishub, Sunaryanto menjelaskan jika upaya terkait status jalan yang dilanggar sudah berkoordinasi dengan Polres Lamongan. Namun, belum ada respon hingga sekarang.

“Kita sudah beberapa kali ke Polres [Lamongan] untuk berkoordinasi tapi tidak mendapat respon, sehingga kita belum bisa lakukan,” jelasnya saat menanggapi audiensi mahasiswa terkait status kelas jalan.

Share :

Baca Juga

Lamongan

Baru Satu Bulan Dibangun, Atap Galvalum Bantuan Pemprov di PAUD Aisyiyah Weru Ambruk
Kepala Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas "Menguatkan Keberlangsungan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" pada Minggu, (7/2).

Nasional

Moeldoko Akui Lebih Takut Todongan Wartawan Daripada Senjata
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: humas Kemenag)

Nasional

Menag Kutuk Keras Pengeboman Gereja Katedral Makassar
Jaksa Pinangki saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Senin (8/2). Foto: ANTARA.

Nasional

Jaksa Pinangki Hadapi Sidang Vonis Tipikor
Kepala BPS Kabupaten Tuban, Eko Mardiana. Foto: progresnews.id/ans.

Ekonomi

Tingkat Kemiskinan di Tuban Meningkat 15,91%
Suasana sore dan kegiatan lomba melukis di Wisata Soda, dengan menerapkan prokes ketat. Foto: Istimewa

Lamongan

Wisata Soda Lamongan, Solusi Ngabuburit Aman di Masa Pandemi
Salah satu lokasi banjir di Lamongan, terlihat Kasi Tanggap Bencana BPBD sedang membangu warga yang motornya mogok. (Foto: Ammy)

Lamongan

Sempat Surut, Lamongan Kembali Dilanda Banjir, 62 Desa dari 5 Kecamatan Jadi Korbanya
Kantor Kememterian Agama Kabupaten Lamongan. Foto: Ammy.

Lamongan

Impikan Ibadah Haji, Keberangkatan 1.643 Calon Jamaah Asal Lamongan Terancam Terus Tertunda