Home / Nasional / Seremonia

Selasa, 7 Desember 2021 - 19:59 WIB

Dirjen Perhutsos Sebut Kemitraan Konservasi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto pada Talk Show dengan tajuk “Belajar dari Rejang Lebong, Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan” pada Selasa (7/12).

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto pada Talk Show dengan tajuk “Belajar dari Rejang Lebong, Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan” pada Selasa (7/12).

Jakarta, Progresnews.id – Pengelolaan dan pemanfaatan hutan melalui kemitraan konservasi yang merupakan bagian dari program perhutanan sosial diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto pada Talk Show dengan tajuk “Belajar dari Rejang Lebong, Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan” yang dilaksanakan oleh UKAID, The Asia Foundation (TAF) dan LivE, pada Selasa (7/12/2021).

“Kemitraan konservasi itu adalah bagian dari perhutanan sosial itu, jadi perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dalam bentuk kelompok tani hutan dan masyarakat hukum adat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam sinergi ekonomi, ekologi, dan sosial,” tutur Bambang.

Baca Juga:  Kolaborasi Budidaya Sereh Wangi, Pemda Keerom Komitmen Sediakan Rumah Industri

Pada prinsipnya, lanjut Bambang, kemitraan konservasi itu adalah melakukan kerja sama untuk tujuan perlindungan dan peningkatan sumber daya yang ada di taman nasional dengan energi sosial yang dimiliki masyarakat setempat.

“Saya menyarankan kepada kepala balai bahwa mengenai kesepakatan ruangnya dan mengenai hak dan kewajiban terhadap peran serta taman nasional dan dalam konteks pemanfaatan ruang tradisionalnya,” jelas Bambang.

Baca Juga:  Kepercayaan Masyarakat Menurun, Dewan Pers Tingkatkan Regulasi Media Masa Ke Media sosial

“Dalam kesepakatan ruang, masyarakat sebagai subjek terlibat dalam perencanaan dan mengetahui zona taman nasional, serta hak dan kewajibannya jelas,” imbuhnya.

Dengan demikian, Bambang berharap kemitraan konservasi dapat menumbuhkan kohesi sosial yang baik antara taman nasional dengan masyarakat.

“Untuk mendukung hal ini tentu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kita ingin capai bersama. Jadi taman nasional ingin sumber dayanya dapat dimanfaatkan sementara masyarakat ingin memanfaatkan secara terbatas untuk peningkatan kesejahteraannya,” pungkasnya. [*]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Seremonia

Ulang Tahun Ke- 8, PT Semen Indonesia Gelar Perayaan Secara Virtual

Nasional

Kampus Mengajar Angkatan Pertama, Empat Kampus Telah Mendaftar
Proses giat gabungan skala besar dan Ops yustisi

Gresik

Kapolres dan Dandim Kabupaten Gresik Pimpin Langsung Ops Yustisi PPKM Malam ke Enam
Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej menilai dua mantan menteri yang tersandung kasus korupsi layak dituntut hukuman mati, Selasa (16/2). Foto: tangkapan layar kanal Pengetahuan FH UGM.

Nasional

Wamenkumham Nilai Dua Menteri Tersangka Korupsi Layak Dihukum Mati
Foto: YouTube Najwa Shihab.

Nasional

Amal Gerakan Pesantren Asuh RMI-PBNU, Baju Putih Gus Baha Dilelang

Nasional

Belum Ada Capres Menonjol, PKB Optimistis Bisa Usung Gus Muhaimin
Ketua KPK Firli Bahuri saat keluar melalui pintu belakang gedung KPK lama

Hukum dan Kebijakan

Ketua KPK Enggan Banyak Bicara Setelah Jalani Sidang Etik
Program Director, Environmental Governance TAF, Lili Hasanuddin saat menghadiri Talk Show dan penandatanganan perjanjian kemitraan konservasi antara 2 Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Nasional

TAF Apresiasi Partisipasi Kelompok Perempuan Rejang Lebong dalam Mengelola Hutan