Home / Gresik / Warta

Selasa, 4 Mei 2021 - 02:08 WIB

Dilema Alih Fungsi Lahan Pertanian, Forkot Ajak Dialog Pemerintah Bahas Solusi

Reporter : Rifqi Badruzzaman - Telah dibaca 320 kali

Gus Yani saat mengikuti dialog bertajuk

Gus Yani saat mengikuti dialog bertajuk "Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)", Senin (3/5).

Gresik, Progresnews.id — Alih fungsi lahan pertanian menjadi masalah cukup serius dialami oleh petani Kabupaten Gresik. Menyikapi itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Kota (Forkot) Gresik mengundang pejabat tinggi di Kabupaten Gresik dalam sebuah acara dialog publik di Rumah Makan Bandeng Elan Dua, Senin (3/5).

Dialog bertajuk “Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)” itu bertujuan untuk mengajak duduk bersama pemerintah baik eksekutif maupun legeslatif dengan elemen masyarakat membahas terkait kondisi petani di Kabupaten Gresik.

Diantara yang hadir adalah Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Ketua DPRD Gresik, H. Much Abdul Qodir, Praktisi dan Pakar Inovasi Pertanian Dr Herman Maulana, serta puluhan pimpinan LSM, Ormas, dan Organisasi Mahasiswa di Kabupaten Gresik.

Dalam paparannya, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menambah ketersediaan pupuk petani. Sebab selama ini, permasalahan tersebut masih jadi keluhan para petani.

“Salah satunya problem ini adalah soal pupuk, terutama ketersediaan pupuk subsidi yang kemarin dalam e-RDKK 2021 hanya diacc 30 persen oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Baca Juga:  Penderitaan Warga Berlanjut, Banjir Susulan Kembali Genangi Kecamatan Turi Lamongan

Bupati millenial itu tak ingin pemerintah daerah tinggal diam. Sebagai langkah awal, Gus Yani sapaan akrab Fandi Ahmad Yani menyatakan siap menebus pupuk non subsidi, kemudian disalurkan kepada petani dengan harga subsidi.

“Salah satunya dengan subsidi pupuk dari pemerintah daerah, dari APBD. Kita akan uji coba dengan menebus pupuk non subsidi, lalu disalurkan kepada petani dengan harga subsidi sehingga bisa menambah ketersediaan pupuk terjangkau,” tutur Gus Yani.

Disisi lain, pemerintah Kabupaten Gresik di era kepemimpinan Bupati Gus Yani mempunyai program Gresik Agropolitan yang akan melibatkan petani dengan sistem produksi dan pemasaran terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Secara rinci, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro menjelaskan, program itu sebagai upaya integrasi sistem pertanian sehingga terwujud produktifitas hasil tani dengan biaya bahan baku yanglebih ekonomis.

“Sesuai program nawakarsa Pak Bupati, salah satunya Gresik Agropolitan, kita akan integrasikan sistem pertanian seperti sistem industri, namun petani tidak perlu mengeluarkan biaya terlebih dahulu. Kita ajak industri bidang pertanian di Gresik terlibat, begitu juga industri yang membutuhkan bahan baku dari hasil pertanian, kita akan ajak menyerap bahan baku dari petani di Gresik,” urai Eko.

Baca Juga:  Launching Desa Digital dan Website UMKM Desa Jadi Kado Desa Tanggulrejo di Hari Sumpah Pemuda

Salah satu praktisi dan pakar inovasi pertanian, Dr Herman Maulana menuturkan, pentingnya inovasi dan riset untuk menghasilkan varian tanaman yang unggul dan lebih produktif serta peremajaan lahan melalui pupuk organik. Selain itu Herman menekankan perlunya kerjasama antar corporate (terutama di bidang pertanian dan produk turunannya) dan petani yang difasilitasi Pemerintah Daerah.

“Agar program yang dicanangkan bisa berkelanjutan dan tidak membebani APBD, baiknya menggandeng swasta di bidangnya,” saran Herman.

Suasana dialog bertajuk “Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)”, Senin (3/5).

Praktisi yang menemukan bibit unggul durian tanpa musim bersama petani dampingannya itu memamerkan hasil riset tanaman lada yang tahan air dan lebih kuat. Dengan harapan hasil uji cobanya dapat diadopsi Pemerintah Kabupaten Gresik.

“Telah kami lakukan (penanaman) di Bawean dan Bungah,” papar Herman.

Share :

Baca Juga

Perwakilan Pemerintah Desa saat menkonfirmasi terkait dampak polusi kepada PT. Jayabrix Indonesia. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Resahkan Warga, Polusi PT. Jayabrix Indonesia Dinilai Ancam Kesehatan
Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Laporan Tahunan Ombudsman di Istana Negara, Senin (8/2/2021). Foto: Sekretariat Kabinet.

Nasional

Jokowi Minta Dikritik, Pakar Kebijakan Publik: Cuma Pidato Normatif
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono. Foto: Humas Polri.

Hukum dan Kebijakan

Promosi Nikah Anak, Polri Akan Usut Aisha Wedding

COVID-19

PMI Tuban Siap Terima Donor Plasma Konvalesen dari Penyintas Covid-19

Lamongan

Mabuk Toak, Pria Asal Lamongan Tewas Setelah Seruduk Pengendara Lain Yang Berbeda Jalur
Konferensi pers Polres Gresik

Gresik

Polres Gresik Ungkap Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Alun-alun Gresik Yang Viral
PAC IPNU IPPNU Benjeng Sosialisasi ke Pimpinan Ranting Medangan. Foto: Progresnews.id/Nufus.

Gresik

Buat Buku Sejarah PAC IPNU IPPNU Dari Tahun 1985-2020, Dul Latif: Harus Lebih Produktif

Gresik

Muncul Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal, Ketua Formagam Gresik Ingatkan Jangan Terpedaya Berita Bohong