Home / Lamongan / Warta

Jumat, 2 April 2021 - 15:29 WIB

Diduga tak Sesuai Prosedur, Perbaikan Jalan Nasional di Lamongan Ancam Keselamatan Penggendara

Titik lokasi perbaikan jalan yang hanya menggunakan batu untuk memberi batas pengaman. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Titik lokasi perbaikan jalan yang hanya menggunakan batu untuk memberi batas pengaman. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Beranggaran Rp30 Milyar, perbaikan jalan nasional di Kecamatan Deket Lamongan Jawa Timur pada KM 63-41, ancam keselamatan pengguna jalan.

Penyebabnya tak lain karena, tidak adanya lampu penerangan jalan di lokasi perbaikan, rambu pembatas juga sangat minim terpasang.

Bahkan, ditemui pada beberapa titik hanya diletakan batu untuk pemberi isyarat bagi pengguna jalan. Belum lagi jika malam tiba, ancaman kecelakaan makin jelas.

Salah seorang pengguna jalan, Juned (29) mengungkapkan jika proyek pengerjaan jalan di Deket itu sering kali membuat dirinya was-was lantaran minim pengaman.

“Sekarang kan pakek jalur baru mas, yang jalur satunya diperbaiki, sebenarnya seneng jika jalan ini ditinggikan, tapi was-was juga mas wong rambu pembatasnya saja pakek batu,” ungkapnya, Jumat (2/4).

Baca Juga:  Gelar Pameran Seni Rupa, Collective Art Usung Tema Inspiratif

Menurut pantauan Progresnews.id, pengamanan di lokasi memang ironis. Meski, sudah terpasang rambu-rambu seperti garis polisi hingga lampu LED untuk malam hari, namun, pemasangan rambu hanya ada di beberapa titik saja.

Juned yang setiap hari menggunakan jalan tersebut, turut mengkritik pengerjaan jalan poros nasional yang menghubungkan Gresik – Lamongan itu.

“Kalau anggaranya 30 M, harusnya nggak gini. Siapa yang nggak was-was mas kalau lewat sini, selain macetnya, waktu malam juga rawan kecelakaan apalagi waktu hujan, seharusnya bisa berjalan tanpa melalaikan SOP yang ada,” tambah Juned.

Baca Juga:  Kolaborasi Budidaya Sereh Wangi, Pemda Keerom Komitmen Sediakan Rumah Industri

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gresik-Lamongan-Babat-Tuban, I Ketut Payun mengelak terkait adanya kelalaian prosedure pada pengerjaan jalan yang ia awasi.

“Sudah kami pasang rambu, sebelum dan sesudah lokasi,” ujar Ketut.

Rambu yang minim membuat keamanan pengendara terancam. Foto : Ammy.

Pengawasan pada proses pengerjaan sepertinya tidak dijalankan oleh PPK, bahkan Ketut mengakui jika rambu-rambu yang terpasang banyak yang hilang.

“Kami sudah pasang rambu-rambu, kami lengkapi lagi karena banyak yang hilang juga,” tambahnya.

Share :

Editor : Adyad Ammy Iffansah

Baca Juga

Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id.

Nasional

Keluarkan Perpres Baru, Jokowi Hapus Dirjen Fakir Miskin dan Badan Penyuluhan dari Kemensos
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana saat menyerahkan parsel ke tukang becak. Foto: Ist.

Lamongan

Wujud Kepedulian, Polisi di Lamongan Bagikan Parsel Lebaran ke Tukang Becak
Mama Asnat dan Mama Rahma saat memberikan testimoni dalam webinar "Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pengelolaan SDA dan Ketahanan Ekologis di Indonesia", Kamis (25/3).

Nasional

Testimoni Lima Perempuan Pemimpin, Sama-sama Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah

Nasional

Gus Jazil Usulkan UU ITE Dirombak Total, Transaksi dan Informasi Elektronik Dipisah
Suasana Konrensi pers ungkap terduga pelaku perusakan mobil patroli Polsek Brondong, terlihat AKBP Miko menunjukan sejumlah barang bukti. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Beralasan Tak Suka Figur Polisi, Pemuda di Lamongan Nekat Rusak Mobil Patroli
Suasana sidang gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Alm. M. Suci Khadavi, Selasa(9/2). Foto: detikcom.

Hukum dan Kebijakan

Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Khadavi Laskar FPI
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko dalam Siaran Pers terkait Tanggapan Kepala BRIN terhadap Isu Integrasi, Kamis (6/1). Foto: brin.go.id

Nasional

Maraknya Kritik Kebijakan BRIN, Tri Handoko: Sudah Sesuai Aturan
Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Bahaya Dis/Misinformasi Vaksin, Mas Aik: Disinformasi Juga Bisa Mematikan