Home / Nasional / Warta

Senin, 15 Februari 2021 - 15:37 WIB

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi

Reporter : Alfan Niam Sofi

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Jakarta, Progresnews.id – Pidato Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat mengkritik pemerintah dalam rangka Laporan Tahunan Ombudsman menuai keraguan dari berbagai kalangan masyarakat.

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Jika benar Presiden menginginkan kritik, beri dan jamin ruangnya dari ancaman pasal karet yang ada selama ini. ia bisa memulainya dengan bertanggung jawab kepada orang-orang yang menjadi korban pembatasan kebebasan sipil, baik karena surat telegram Kapolri maupun UU ITE,” tegas Rivan, dikutip dari Tempo, Rabu (10/2).

Baca Juga:  Presiden Jokowi Lantik Menteri Baru

Dari catatan KontraS, sampai Oktober 2020, setidaknya ada 10 peristiwa dan 14 orang yang diporses secara hukum karena mengkritik Jokowi.

“Lalu 14 peristiwa, 25 orang diproses dengan objek kritik Polri, dan 4 peristiwa dengan 4 orang diproses karena mengkritik Pemda. Mereka diproses dengan penggunaan surat Telegram Polri maupun UU ITE,” tambah Rivan.

  1. Dhandy Dwi Laksono
    Jurnalis senior dan aktivis Dhandy Dwi Laksono ditangkap Polisi pada Kamis, 26 September 2019. Penangkapan tersebut diduga akibat cuitan Dandhy yang menyinggu kondisi terkini Papua pada saat itu. Dandhy juga diketahui banyak menyoroti kerusuhan di Papua yang dipicu rasialisme. Sehari setelahnya, Dandhy ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan ujaran kebencian.
  2. Ananda Badudu
    Musisi sekaligus vokalis grup band indie, Banda Neira, Ananda Badudu ditangkap pada akhir September 2019. Polisi menciduk dirinya dengan tuduhan melakukan penggalangan dana aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut revisi UU KPK. Ia berinisiatif melakukan penggalangan dana secara virtual hingga terkumpul Rp 100 juta. Dari penggalangan dana itu, kemudian disalurkan kepada demonstran yang menolak revisi UU KPK.
  3. Ruslan Buton
    Eks anggota TNI, Ruslan Buton harus duduk di kursi pesakitan usai menulis pernyataan terbuka yang berisi permintaan Presiden Jokowi untuk mundur. Ruslan dituduh menyebarkan informasi yang menyebabkan kebencian, menyebarkan berita hoaks dan menghina penguasa. Ruslan meminta Presiden Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menyelamatkan negara dengan kebijakan-kebijakannya.

Share :

Baca Juga

Kepala Kampung Imsar Oscar Giay, Direktur PtPPMA Naomi Marasian, dan Kepala BUMKam Daniel Bairam bersama pembawa acara Novita Kristiani saat mengikuti seri 4 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Olahan Kakao di Lembah Grime yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Senin (23/8).

Nasional

Sempat Diserbu Hama, Komoditas Kakao Tetap Jadi Andalan Masyarakat Adat Lembah Grime Jayapura
Suasana sidang gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Alm. M. Suci Khadavi, Selasa(9/2). Foto: detikcom.

Hukum dan Kebijakan

Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Khadavi Laskar FPI
Titik lokasi perbaikan jalan yang hanya menggunakan batu untuk memberi batas pengaman. Foto : Progresnews.id /Ammy

Lamongan

Diduga tak Sesuai Prosedur, Perbaikan Jalan Nasional di Lamongan Ancam Keselamatan Penggendara
Siaran langsung press conference menanggapi isu penyiksaan yang dialami almarhum Ustadz Maaher, Rabu (10/2).

Nasional

Isu Penyiksaan Ustaz Maaher, Polri: Almarhum Meninggal Karena Sakit
Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia. Foto: Twitter @ustadzmaaher.

Nasional

Innalillahi, Ustadz Maaher Meninggal Karena Sakit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit Dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital", Senin (8/2). Sumber Foto: Youtube Dewan Pers.

Nasional

Hari Pers Nasional, Gubernur DKI: Pandemi Adalah Peluang Sejarah Bagi Pers

Nasional

Batasi Kerja Jurnalis, KKJ Layangkan Sikap Ke MA

Nasional

Wacana Presiden Tiga Periode Bakal Ubah Konstelasi Politik Nasional