Home / Lamongan / Warta

Rabu, 13 Januari 2021 - 21:44 WIB

Demo Banjir di Lamongan Berujung Penyegelan Kantor Pemkab

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Ratusan Massa Aksi yang menyegel Kantor Pemerintah Daerah Lamongan.

Ratusan Massa Aksi yang menyegel Kantor Pemerintah Daerah Lamongan.

Lamongan, Progresnews.id — Banjir luapan sungai anak Bengawan Solo atau Bengawan Jero di Lamongan, Jawa Timur, yang terjadi menahun. Mendapat perhatian sejumlah kalangan.

Kali ini, ratusan massa yang menggelar aksi demonstrasi di halaman gedung DPRD dan dilanjutkan ke Kantor Bupati Lamongan itu dimotori Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan dan warga terdampak banjir.

“Tiap tahun kami merasakan banjir, dan efeknya kerugian dialami petani tambak, dari peristiwa segenting itu pemkab tak kunjung menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Korlap aksi demo, Yoyok. Rabu, (13/01).

Suasana demo di depan gedung DPRD Kabupaten Lamongan, terlihat Ketua Dewan Legislatif Abdul Ghofur saat menemui pendemo.
Suasana demo di depan gedung DPRD Kabupaten Lamongan, terlihat Ketua Dewan Legislatif Abdul Ghofur saat menemui pendemo.

Massa aksi geram lantaran Pemerintah setempat dinilai lambat dalam penanganan banjir yang hampir melanda 6 kecamatan di Lamongan itu, bahkan banjir yang terjadi tiap tahun itu tak juga ada solusinya.

Baca Juga:  Penuntasan Banjir Lamongan Jadi Prioritas Bupati Yuhronur

“Kami telah melihat fakta yang ada banyak warga yang terisolir karena tingginya genangan air, tidak ada reaksi padahal itu wewenang Pemkab, kami serasa tidak punya pimpinan,” terang Yoyok.

Sayup terdengar massa aksi menyampaikan ada beberapa tuntutan penting yang disampaikan pendemo, “Pembuatan posko kesehatan di titik banjir, pembersian tanaman enceng gondok, optimalisasi pintu air yang ada di Kuro, peninggian bahu jalan, normalisasi sungai dan realisasi tugas satgas banjir ,” sahut Yoyok, saat berorasi.

Penyegelan sementara dilakukan massa aksi lantaran tidak memenuhi target demo, yakni menyampaikan secara langsung aspirasi ke Bupati Fadeli.

Baca Juga:  Penderitaan Warga Berlanjut, Banjir Susulan Kembali Genangi Kecamatan Turi Lamongan

Sedangkan, Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur mengakui pihaknya sudah berupaya menormalisasi waduk dan aliran sungai.

“Dinas PU dan Pengairan sudah normalisasi kali yang dangkal, pengerukan embung-embung juga sudah dilakukan,” Akunya.

Lebih jelas, Ghofur memaparkan untuk dana anggaran 2021 akan fokus pengerjaan sejumlah aliran sungai khususnya di Bengawan Jero.

“Sudah ada bantuan anggaran dari pusat sebesar Rp. 1.5 Milyar untuk Dinas PU dan Pengairan, yang jelas 2021 kita berkomitmen atasi banjir di Lamongan,” Pungkasnya.

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

COVID-19

Zona Orange, Pemkab Bojonegoro Terbitkan Surat Resmi PPKM
Salah satu anggota Perpusjal Tambakboyo sedang menata lapak baca buku. Foto: Alfan/Progresnews.id.

Tuban

Peduli Indonesia, Perpusjal Tambakboyo Gelar Penggalangan Dana

Nasional

Usai Dilantik Menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim: Ini Kabar Gembira Bagi Universitas

COVID-19

Satu Minggu Penerapan PPKM, Belum Ada Penurunan Kasus Covid-19 di Gresik
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi seusai melawat ke rumah duka. Foto: Ammy.

Lamongan

Wafat Susul Sang Ibunda, Kisah Awak KRI Nanggala 402 Asal Lamongan Ini Bikin Terenyuh

Nasional

Demokrat Diguncang, BMI Jawa Timur Tetap Bergerak Perkuat Barisan Partai Demokrat
Suasana konferensi pers di halaman mapolres Lamongan. Foto : Ammy

Lamongan

Membludak, 1.692 pemudik masuk Lamongan
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Ratna Kawuri dalam kunjungan virtual ke Semarang pada Selasa (9/3).

Nasional

Bahas Potensi dan Investasi Bisnis, Uni Eropa Adakan Kunjungan Virtual Bersama Pemda Semarang