Demi Petani, Dinas Pertanian Gresik Adakan Rapat Terkait Kelangkaan Pupuk Subsidi

Dinas Pertanian Gresik mengadakan rapat koordinasi terkait pupuk subsidi. Foto: Nadia/Progresnews.id.
Dinas Pertanian Gresik mengadakan rapat koordinasi terkait pupuk subsidi, Rabu 7 Oktober 2020. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Gresik – Gresik Utara menjadi wilayah yang sulit bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sudah hampir dua bulan pupuk bersubsidi kosong sehingga banyak petani membeli pupuk nonsubsidi dan beberapa bahkan membeli pupuk Home Industry.

Masalah tersebut sudah naik hingga ke Dinas Pertanian Gresik pusat. Pelaksana Koordinator Kabupaten Gresik, Edi Sutrisno mengatakan jika dirinya sudah menerima laporan terkait dengan kasus hilangnya pupuk dari wilayah Gresik Utara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Gresik melakukan antisipasi agar para petani di Gresik tidak ada kendala untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., juga sudah melakukan terobosan ke Dinas Pertanian Provinsi untuk minta tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Usaha yang dilakukan oleh Kadinas Pertanian tersebut membuahkan hasil sesuai yang diinginkan.

Dinas Pertanian Gresik mengadakan rapat koordinasi terkait pupuk subsidi, Rabu 7 Oktober 2020. Foto: Nadia/Progresnews.id.

Oleh karena itu, pada hari Rabu 7 Oktober 2020 diadakan rapat koordinasi semua pihak yang terkait dalam rangka menindak lanjuti pelaksanaan pendistribusian pupuk ke petani.

“Ini karena ada relokasi dari provinsi terkait dengan pupuk subsidi dalam jumlah besar. Oleh karena itu besok kami akan mengadakan rapat, dan setelah rapat dan relokasi selesai, pupuk akan segera di kirim ke Gresik Utara, seperti, Sidayu, Bungah, Dukun, dan lainnya. Kami berharap petani bersabar karena prosesnya dari pusat juga tidak sebentar. Ditambah lagi, pemerintah pusat juga membenahi tatanan Kartu Tani saat ini. Dinas Pertanian daerah tentu saja tidak akan diam terkait masalah tersebut. Demi petani, kami akan melakukan apapun agar kebutuhan mereka terpenuhi,” jelas Edi Sutrisno.

Relokasi dari provinsi juga membutuhkan waktu, karena pupuk bersubsidi yang berlebihan dari beberapa daerah akan ditarik kembali dan diberikan kepada daerah yang kekurangan seperti Gresik.

Diketahui, di kabupaten Gresik ada 88.510 penerima Kartu Tani, sementara yang sudah dibagikan ke petani 54.597. Kartu Tani tersebut dibuat oleh Bank BNI sebagai bank penyalur dengan berdasarkan data dari Dinas Pertanian Gresik.

Anggota Komisi II DPRD Gresik, Musa menjelaskan melalui telepon bahwa kelangkaan pupuk mestinya tidak terjadi. Sebab pendistribusian sudah dilakukan secara merata di seluruh kecamatan. Stok pupuk bersubsidi untuk Jawa Timur seharusnya dalam kondisi aman menjelang musim tanam Oktober 2020.

Bahkan, stok pupuk bisa memenuhi tambahan alokasi pupuk bersubsidi sesuai pengajuan Pemerintah Daerah, yang kini tengah dalam proses peninjauan untuk mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait.

“Kalau begitu akan saya tanyakan kepada Dinas Pertanian Gresik terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Gresik Utara,” terang Musa, mengakhiri penjelasannya.

Jeritan dan kesusahan petani ini harus segera direspon oleh pemerintah, mengingat penurunan produksi pertanian pasti akan berdampak pada berkurangnya stok bahan pangan pokok bagi masyarakat.

Pemerintah juga mesti segera menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak untuk melindungi petani dari banyak kerugian. (Nadia)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.