Home / Lamongan / Warta

Kamis, 8 April 2021 - 13:37 WIB

Dapat Bantuan Bedah Rumah, Warga di Lamongan Malah Kecewa, Kenapa?

Terlihat sangat memprihatinkan, program bantuan bedah rumah malah menyengsarakan warga. Foto : Istimewa

Terlihat sangat memprihatinkan, program bantuan bedah rumah malah menyengsarakan warga. Foto : Istimewa

Lamongan, Progresnews.id – Puluhan keluarga penerima bantuan bedah rumah di Kecamatan Paciran dan Brondong Lamongan Jawa Timur hanya bisa pasrah melihat tempat tinggal mereka yang telah dibongkar.

Para warga penerima tersebut kecewa lantaran bantuan rumah yang dijanjikan tidak sesuai dengan rancangan awal yang telah disepakati.

Proyek bedah rumah yang digarap dengan waktu yang relatif cepat itu dinilai asal-asalan kala melihat kualitas hingga prosedur pengerjaanya.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, salah seorang penerima, Sari mengatakan jika bukan hanya proses pambangunan tapi pasca pembangunan juga banyak merugikan warga setempat.

“Kami bersama warga lain menolak, karena tidak sesuai kenyataan. Dalam pengerjaan itu material sisa diminta kembali sama pelaksana tim (BKM). Padahal ada beberapa material kami beli sendiri, misalnya pintu, kusen, dan sebagainya,” ujar Sari, Kamis, (8/4).

Baca Juga:  Mewakili Perjuangan Warga Lamongan, Ini yang di Lakukan TNI di Tugu Mayangkara

Ironisnya, penerima bantuan merupakan warga dengan kemampuan ekonomi di level menengah kebawah, namun pihak proyek malah terkesan memonopoli warga setempat.

“Pada waktu disurvei beberapa waktu lalu, saya dan warga lainnya dipaksa membuat pernyataan terimah kasih dan kepuasan atas bantuan itu,” tambahnya.

Kualitas bangunan yang ditunjukan warga setempat. Foto : Istimewa

Hal itu juga yang membuat Sari geram, bahkan pengerjaan yang dinilai tak memenuhi standar prosedur itu membuat warga semakin susah lantaran harus membangun lagi bagian rumah yang belum sempurna.

”Semua kualitas material bangunan yang didatangkan sangat jelek. Pasca bedah rumah terpaksa banyak warga yang menambah susah untuk keperluan lain, terpakas kita cari hutangan mas,” kata dia dengan nada kesal.

Baca Juga:  Berhadiah Jutaan Rupiah, Disparbud Lamongan Ajak Milenial Ikuti Vlog Competition

Warga penerima bantuan lain, Man Khusnul menegaskan jika warga banyak melihat ada ketidak beresan dalam anggaran proyek bedah rumah ini.

“Saya sangat kecewa betul program bedah rumah ini, semestinya senang kini tambah dibuat susah, kemarin pihak Tipikor sepertinya sudah menunjau ke sini,” ucap Khusnul.

Untuk mencari kebenaran atas kejadian tersebut, awak media sudah berulang kali mendatangi pihak terkait, seperti Dinas PUPR dan Cipta Karya Lamongan, namun mereka belum bisa dimintai keterangan, dan terkesan bungkam.

Share :

Editor : Adyad Ammy Iffansah

Baca Juga

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sebuah acara Kementerian.

COVID-19

Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali, Berikut Daftar Daerahnya!

Gresik

Petani Gresik Bakal Dibantu Robot Usir Hama Tikus
Jumeri, Dirjen PAUD DIKDAS dan DIKMEN dalam Diskusi Publik Sekolah Merdeka Intoleransi, Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, Jumat (26/3).

Nasional

Wahid Foundation Keluarkan Rekomendasi Panduan Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah
IPNU Canggan menggelar Diskusi Teoritis & Skill di musala TP. Ihyaul Ulum pada Jumat (26/2).

Gresik

Dorong Kemandirian Ekonomi, IPNU Cangaan Gelar Diskusi Teoritis & Skill
Foto: Kemendikbud.

Nasional

Kemendikbud Libatkan Ibu Penggerak untuk Kampanye Program dan Kebijakan
Tangkapan layar halaman website PeduliLindung. Foto: Progresnews.id.

Lamongan

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Mulai Diaplikasikan ke Pegawai Perkantoran
Operasi yustisi yang dilaksanakan aparat gabungan di Tuban, Sabtu (30/1).

COVID-19

Operasi Prokes di Tuban Sasar 6 Titik Keramaian
Direktur Museum Masmundari, Hidayatun Nikmah sebagai salah satu penggagas Museum Masmundari.

Gresik

Museum Masmundari, Sumbangsih Perempuan Memberikan ‘Warna’ dalam Kebudayaan Gresik