Dalam Sehari, Dua Aksi Bunuh Diri Terjadi di Lamongan

Proses evakusi jasad korban gantung diri di kecamatan Tikung. Foto : Istimewa
Petugas Polsek Kedungpring saat mengevakuasi jesad korban gantung diri. Foto : Istimewa.

Lamongan, Progresnews.id — Dalam sehari, Dua warga Lamongan ditemukan tewas meregang nyawa dengan cara gantung diri. Sontak, peristiwa tersebut mengegerkan warga setempat.

Dua warga Lamongan tersebut diketahui bernama Mariyanto (41) warga Dusun Lengkir Desa Kacangan Kecamatan Modo, dan Kimin (50) Warga Delikguno Desa Pengumbulanadi Kecamatan Tikung.

Menurut Kasubag Humas Polres Lamongan, Iptu Estu Kwindardi, kedua aksi bunuh diri hanya berselang satu jam, dengan dugaan motif yang berbeda.

“Di Kedungpring diketahui jam 07:00 pagi, Sementara di Tikung jam 08:00 pagi. Meski begitu keduanya jelas tidak saling berhubungan,” ungkap Estu melalui sambungan telepon. Selasa (31/5).

Diceritakan Estu, jika penemu mayat di Kecamatan kedungpring, tak lain adalah istri korban Mudrika (31). selepas pulang kerja ia pun dibuat histeris saat melihat sang suami yang sudah tak bernyawa di belakang rumah salah satu tetangganya.

“Saat evakuasi, petugas menemukan amplop berisi Rp455 ribu dengan pesan menohok yang ditujukan kepada sang istri,” ucapnya.

Sementara, jasad korban bunuh diri di kecamatan Tikung ditemukan oleh Muklis petani setempat yang hendak mengambil peralatan di gudang, betapa terkejutnya ia ketika melihat sepasang kaki menggantung di udara.

Proses evakusi jasad korban gantung diri di kecamatan Tikung. Foto : Istimewa.
Proses evakusi jasad korban gantung diri di kecamatan Tikung. Foto : Istimewa.

“Untuk yang di Tikung, korban ditemukan di gudang milik petani setempat, saat ditemukan pertama kali saksi takut dan enggan memeriksa hingga berteriak memanggil warga lain untuk bersama-sama memeriksa jasad yang ada di dalam gudang. untuk motif hingga saat ini belum diketahui,” kata Estu.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, kedua korban dinyatakan telah melakukan aksi bunuh diri hal tersebut diketahui setelah hasil evakuasi tim medis menunjukan tidak ditemukannya luka lain atau tanda bekas penganiayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *