Home / Nasional / Warta

Senin, 22 Februari 2021 - 22:22 WIB

China Bangun Pangkalan Militer di Laut Natuna, BMI Minta Pemerintah Waspada

Reporter : Progresnews

Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi meminta agar pemerintah waspada dan mencermati secara serius setiap pergerakan China atas Laut China Selatan.

Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi meminta agar pemerintah waspada dan mencermati secara serius setiap pergerakan China atas Laut China Selatan.

Jakarta, Progresnews.id Baru-baru ini beredar foto dari hasil citra satelit yang menangkap aktivitas mengkhawatirkan China, saat membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan yang kontroversial dan berada di perairan Laut China Selatan.

Perusahaan software geospasial, Simularity, melaporkan adanya objek yang diduga adalah infrastruktur yang mengarah pada sebuah pangkalan militer di Mischief Reef.

Melihat hal tersebut, Bintang Muda Indonesia (BMI) menghimbau kepada pemerintah Indonesia untuk waspada dan mencermati secara serius setiap pergerakan China atas Laut China Selatan.

“Pemerintah harus cermat dalam membaca setiap dinamika yang terjadi di Laut Natuna Utara, sekarang China semakin agresif dengan membangun pangkalan militer di Mischief Reef Pemerintah Indonesia harus semakin waspada,” ujar Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi, Senin (22/2).

Baca Juga:  Relawan PAS Dukung Moeldoko Jadi Capres, BMI Jatim: Pandemi Kok Ngomong Pilpres

Lebih lanjut, Farkhan menegaskan agar Pemerintah Indonesia belajar dari pengalaman yang lalu. Ia menyontohkan bagaimana China selalu memulai ketegangan dengan Indonesia di banyak peristiwa, mulai dari upaya penangkapan kapal ikan ilegal asal China yang masuk ke Perairan Natuna namun gagal lantaran ada campur tangan dari kapal Coast Guard China yang sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, hingga membuat Menteri Keluatan dan Perikanan saat itu melayangkan protes keras.

Baca Juga:  Resmi Dikukuhkan, BMI Partai Demokrat Jatim Siapkan Program

“Banyak peristiwa yang cukup untuk dijadikan alasan Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan,” tutur Farkhan.

Farkhan menilai, potensi konflik di Laut Natuna Utara sudah semakin kentara. Untuk itu perlu ada langkah-langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia untuk mempertahankan NKRI.

“Kita harus serius menyikapi ini, setiap jengkal daratan maupun lautan ynag masuk wilayah Indonesia harus kita pertahankan. Jangan sampai ada yang berani mengusik lagi, termasuk China,” tegas Farkhan.

Share :

Baca Juga

Suasana berlangsungnya konferensi pers di ruang tunggu satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Seorang Guru di Lamongan Diduga Perkosa Muridnya Lebih dari 10 Kali
Proses evakusi jasad korban gantung diri di kecamatan Tikung. Foto : Istimewa

Lamongan

Dalam Sehari, Dua Aksi Bunuh Diri Terjadi di Lamongan

Nasional

Televisi Analog Akan Berakhir, Kominfo Dorong Digitalisasi Penyiaran
Para pemateri dan penanggap saat berswafoto bersama dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari program LeaN ON, Senin (2/8). Foto: Youtube BNPB.

Nasional

Tingkatkan Gerakan 3T, LeaN On Tekankan Optimalisasi Peran Masyarakat
PTM Terbatas, Ini yang Harus Diperhatikan Sekolah.

Nasional

Ini yang Harus Diperhatikan Sekolah Saat PTM Terbatas
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit Dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital", Senin (8/2). Sumber Foto: Youtube Dewan Pers.

Nasional

Hari Pers Nasional, Gubernur DKI: Pandemi Adalah Peluang Sejarah Bagi Pers
Fandi Akhmad Yani, Aminatun Habibah, Moh. Qosim dan Asluchul Alif terlihat akrab makan di satu meja saat acara penetapan Bupati-Wakil Bupati, Jumat (22/1), di Aston INN Hotel, Gresik.

Gresik

Penetapan Bupati-Wabup Gresik: Tidak Ada Paslon 1 atau Paslon 2
Gus Yaqut mengharap masyarakat tak mudah melabeli seseorang radikal, Minggu (14/2). Foto: instagram.com/@gusyaqut.

Nasional

Komentari Pelaporan Din Syamsuddin, Gus Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang