Home / Jendela

Senin, 6 Desember 2021 - 16:15 WIB

Cerita Munaji, Berhenti Melaut Hidup dengan Meniup Seruling ‘Soneta’

Cerita Munaji, Berhenti Melaut Hidup dengan Meniup Seruling

Cerita Munaji, Berhenti Melaut Hidup dengan Meniup Seruling "Soneta", Senin (6/12). Foto: Chidir/Progresnews.id

Jendela, Progresnews.id – Sambil terpejam, Munaji seorang lelaki berusia paruh baya, asal Paciran Lamongan menjentikkan ujung jemarinya ke liang-liang seruling bambu.

Ia terus saja meniup alat musik tradisional itu dengan merdu, meski pendengarnya di salah satu warung Jalan Raya Bungah-Dukun, tidak seberapa memperhatikannya.

Malah, beberapa penikmat kopi di depan pengamen berkaos merah ini nampak asyik mengobrol dengan teman semeja. Seolah meniadakan kehadiran Munaji.

Dari tiupan Munaji, tembang shalawat badar mengalun. Ketukannya pelan. Bahkan Patah-patah. Sepertinya, ia baru saja mendapatkan kemampuan memainkan seruling tidak lama. Autodidak, katanya.

Baca Juga:  Kisah Bu Fina, Guru Sekolah Inklusi Ajarkan Semangat Literasi

“Pak, boleh saya minta lagu? Tapi saya video boleh?” tanya saya, ia pun mendekat tanda setuju.

Saya berikan selembar uang. Munaji menarik napas, bersiap menghempaskan udara dari rongga dadanya. Namun sejenak urung, sebab harus menjawab beberapa pertanyaan.

Kata Munaji, ia berhenti melaut karena tubuh tuanya sudah tidak tahan dengan angin laut. “Baru dua tahun (jadi pengamen seruling) ini, sebelumnya nelayan. Saya berhenti melaut karena (sudah tidak kuat) dingin,” kisahnya.

Baca Juga:  Serba-serbi Muktamar NU ke-34: Dari yang Lucu Sampai yang Trenyuh

Munaji kemudian menjelaskan jika mulanya ia suka mendengarkan lagu Rhoma Irama. Bahkan katanya, dirinya siap meniupkan beberapa lagu instrumental Bang Haji jika diminta. Namun, saya mencegahnya.

Demikian kehadiran Munaji, atau orang serupa untuk memetik iba. Memang merupakan gangguan bagi nikmat obrolan sambil mencecap secangkir kopi. Namun, kedatangan mereka memiliki banyak alasan. Yang sudah tidak penting lagi diperdengarkan, termasuk bagaimana autodidak itu menuntun Munaji untuk hidup. [dir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Foto: GTK Dikdas .

Jendela

Sepak Terjang Kurikulum Pendidikan Indonesia
Foto ilustrasi: Unplash Maria Teneva.

Jendela

Hari Penemu 9 November, Ini 3 Penemuan Vital di Dunia
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa
Gambar: Twitter @SepongeBob.

Jendela

Menilik Karakter SepongeBob dan Squidward dalam Dunia Kerja
Ahmad Mundzir, Narasumber Zoom-Meeting Menggali Konten Keislaman dan Pesantren, Minggu (10/10). SC : Chidir/Progresnews.id

Jendela

Konten Kreator NU Didorong Lebih Gencar Menggali Konten Keislaman dan Pesantren

Jendela

LBBM dan Yayasan Gang Sebelah Gelar Apresiasi Sastra

Bojonegoro

“Lali Dalan” Lagu Baru Bupati Bojonegoro di Tahun 2021