Daerah  

Cegah Radikalisme di Pilkada, Polsek Glagah Gelar Operasi Bina Semeru

Penyuluhan mengenai bahayanya paham radikalisme di Desa Soko Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.
Penyuluhan mengenai bahayanya paham radikalisme di Desa Soko Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id – Polsek Glagah Polres Lamongan adakan Operasi Bina Waspada Semeru 2020, operasi tersebut ditujukan kepada masalah paham Radikalisme serta untuk mensukseskan pilkada Lamongan 2020.

Ketahanan dan keamanan nasional menjadi prioritas Polri, maka untuk memutus mata rantai pahan radikalisme perlu adanya upaya dari jajaran kepolisian tingkat sektor kecamatan untuk melakukan tindak mencegahan terhadap paham radikalisme.

Seperti yang ditujukan Polsek Glagah dan seluruh jajaranya untuk melakukan giat Oprasi Bina Semeru pada hari ini Rabu (14/10). Pada kesempatan kali ini Polsek Glagah menyasar pegawai perkantoran yang ada di Desa Soko, Lamongan.

Menurut keterangan Kapolsek Glagah AKP Mokhamad Kosim, Oprasi Bina Waspada kali ini dilakukan dengan penyuluhan mengenai bahayanya pahan radikalisme yang bisa mengancam ketahanan nasional.

“Dengan berdialog langsung, kami langsung terjun ke lapangan dan memaparkan sedikit mengenai bahayanya paham radikal yang dapat membahayakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Radikalisme sendiri merupakan sebuah paham atau doktrin mengenai sebuah cara pandang mengenai kehidupan secara berlebih-lebihan atau ekstrim.

Kaum radikalisme di Indonesia banyak bersembunyi di balik narasi-narasi keagamaan khususnya Islam, dalam paham radikalisme banyak diajarkan untuk melawan atau berjihad melalui tindak kekerasan.

Lebih lanjut Bripka Edi Purwanto selaku Kasi Humas Polsek Glagah menjelaskan, penyuluhan terhadap bahayanya pahan radikalisme ini kami lakukan dalam rangka Operasi Bina Waspada Semeru 2020.

“Operasi Bina Waspada Semeru 2020 ini sangat banyak tantangannya, mulai dari ketahanan nasional seperti pencegahan paham radikalisme ada pula Covid-19 sampai Pilkada serentak 9 Desember mendatang,” ucapnya

Bripka Edi melanjutkan bahwasanya Pemilu serentak khususnya kawasan Lamongan bisa menjadi momentum penyebaran paham Radikalisme.

“Isu radikalisme bisa bikin kisruh pilkada serentak khususnya di Lamongan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.