Capai Pembangunan Maritim, ISRI Gelar Seminar Pembangunan

Video Conference (Vidcon) Seminar Pembangunan dan Call For Paper yang digelar Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Minggu 18 Oktober 2020.
Video Conference (Vidcon) Seminar Pembangunan dan Call For Paper yang digelar Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Minggu 18 Oktober 2020.

Progresnews.id – Pada hari Minggu (18/10), Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) menggelar acara Video Conference (Vidcon) Seminar Pembangunan dan Call For Paper sebagai pondasi kemandirian dalam pembangunan infrastruktur bangsa, potret kelautan dan maritim.

Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah ruah tanpa disadari. Banyak keanekaragaman perkembangan dalam pembangunan baik dari kelautan maupun maritim. Sebagai acuanya, untuk membangun perkembangan ekonomi kemaritiman tersebut juga masih belum bisa dikelola atau dimanfaatkan secara optimal.

Sehingga dari gerakan tersebut ISRI menggelar sebuah acara yang diadakan melalui Vidcon ( Video confrence). Dengan dihadiri empat narasumber, mereka menyampaikan segala anspirasinya sesuai dengan potensi bidang yang digeluti saat ini.

Salah satu narasumber, Santoso, selaku staff ahli dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, menjelaskan bahwa dalam rangka membentuk klaster ekonomi maritim dalam melakukan perbandingan dari beberapa yang dilakukan oleh negara-negara lain di antaranya, Malaysia, Filipina, Hongkong, Jerman. Untuk itu dalam berusaha membangun klaster ekonomi maritim harus disesuaikan dengan karasteristik dari Indonesia itu sendiri.

“Ada beberapa klaster yang dimiliki oleh Indonesia dari aspek kemaritimanya yaitu, (1) ada klaster perikanan terkait pengelolaan; (2) klaster sumber daya perikanan; (3) klaster sumber daya non-konfensional; (4) klaster bioteknologi; dan yang terakhir (5) klaster jasa maritim,” jelasnya saat penyampaian materinya terkait maritim.

Dari beberapa klaster-klaster itu sendiri sudah membuktikan bahwa memang Indonesia memiliki banyak penggerak dalam bidang ekonomi, yang akan berusaha untuk menyejaterahkan masyarakat untuk tetap andil dalam pembangunan tersebut.

Ada juga beberapa pendapat dari pembicara ke dua, yaitu Rektor Universitas Hasanuddin, Amarulah. Ia juga menjelaskan terkait pembangunan kelautan di Indonesia. Bahwa sebelumnya Indonesia juga memiliki impian di mana pada tahun 2045 akan menjadi negara emas. Dari impianya itu, maka Indonesia memiliki ideologi yang besar juga dalam pencampaian pembangunan maritim dan kelautan. Dari kerja tersebut juga akan bekerja sama dengan negara-negara pembangunan lainnya.

“Penerimaan negara dari sektor kelautan ada sekitar 50 sampai 60 persen untuk APBN negara dari hasil kelautanya, sehingga dalam proses kegiatanya, diperbolehkan untuk mengeksplorasi laut, boleh memanfaatkan laut seoptimal mungkin. Tapi jangan sampai lupa dengan lingkungan laut itu sendiri,” terang Amarullah saat penjampaian materi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.