Home / Nasional / Warta

Kamis, 11 Februari 2021 - 19:06 WIB

Buzzer Biang Keresahan, MUI: Buzzer Pemakan Bangkai

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 148 kali

Video conference Ketua MUI, KH. Cholil Nafis dengan Hersubeno Arief membahas buzzer yang meresahkan masyarakat. Sumber: kanal YouTube Hersubeno Point.

Video conference Ketua MUI, KH. Cholil Nafis dengan Hersubeno Arief membahas buzzer yang meresahkan masyarakat. Sumber: kanal YouTube Hersubeno Point.

Jakarta, Progresnews.id – Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Muamalah, KH. Cholil Nafis menyoroti adanya buzzer yang kini mulai menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dengan tegas, ia bahkan mengumpamakan buzzer sebagai pemakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Melalui sebuah video conference di kanal YouTube Hersubeno Point, Kamis (11/2), KH. Cholil Nafis memaparkan pandangannya terkait dengan buzzer.

Saat ditanya Hersubeno terkait fatwa Nomor 24 Tahun 2017 berkaitan dengan Muamalah, Cholil menjelaskan bahwa fatwa tersebut sudah lengkap terkait bermuamalah di dunia maya.

“Muamalah di dunia sosial media perlu diatur, dan sering kali lebih banyak berinteraksi di media sosial daripada dunia nyata. Keresahan dari banyak hal, MUI untuk mengeluarkan tentang muamalah media sosial. Dan fatwa ini bagian dari menjaga ummat agar tetap lurus dan tidak sesat,” terangnya.

Terkait dengan buzzer, Cholil mengaku definisi buzzer masih kontroversi yang berkonotasi negatif bagi masyarakat luas.

Baca Juga:  Mandat BNPT, Pemkab Lamongan Incar Desa Pelaksana Program DCR

“Kami memang tidak langsung ngomong buzzer, karena memang definisinya memang masih kontroversi. Tetapi kesannya di mata orang, buzzer itu negatif karena orang bayaran untuk menyampaikan sesuatu dari orang lain, tetapi kalau yang disampaikan itu positif saya kira tidak masalah,” paparnya.

Dirinya juga menyoroti tindakan pembunuhan karakter yang kerap dilakukan buzzer. Bukan substansi kritik namun secara terbuka menyerang pribadi orang lain.

“Orang ketika mengkritik, bukan substansi kritiknya yang dikejar, tapi orangnya yang dibunuh karakternya. Kalau imbang apple to apple, orang yang sama-sama ngerti kita diskusi kan nyaman. Tapi yang dihadapi kan anonim, sudah gitu ngomongnya atau tulisannya sarkas yang membuat kita tidak nyaman,” imbuhnya.

Hersubeno juga sempat mengintepretasikan buzzer dalam konteks agama sebagai barang gaib

“Anonim itu kan orang alam gaib nggak ketahuan orangnya, bisa saja dia pakai nama tertentu. Tetapi kontennya itu seragam, untuk menyerang orang yang sudah menjadi target. Tegas Cholil.

Baca Juga:  Angka Kemiskinan Bertambah, Gus AMI: Persoalan Ekonomi Jadi PR Serius

Cholil juga mengaku memiliki pengalaman diserang oleh buzzer ketika mengutarakan kritik terkait dengan SKB 3 Menteri.

“Ada lah sebagian kecil tapi mungkin sebagian orang juga memahami yang dimaksud saya. Tapi ada sebagian kecil yang meremehkan, nyinyir, merendahkan, dan lain sebagainya,” kata Cholil.

Membahas persoalan tentang buzzer, Cholil juga mengutip Al- Quran Surat Hujurat ayat 12

“Kalau umpamanya banyak orang digerakkan untuk jadi buzzer, untuk menyerang yang niat baik apalagi ulama. Inilah yang disebut dengan memakan daging saudaranya, ia makan dari hasil orang lain dibunuh,” pungkasnya.

Pada akhir dialog tersebut, Cholil berharap semua pihak berhati-hati dalam mengutarakan pendapat di sosial media. Baginya, ada tiga kriteria yang harus diperhatikan dalam sosial media yakni benar, baik, dan maslahat.

Share :

Baca Juga

Aksi Protes UU Ciptaker Lamongan Berlangsung Damai di depan Gedung DPRD Lamongan, Kamis 8 Oktober 2020. Foto: Adyad/Progresnews.id.

Nasional

Aksi Protes UU Ciptaker Lamongan Berlangsung Damai, Massa Aksi: Kami Ke Sini Bukan Cari Kerusuhan

Lamongan

Apresiasi Kerja Wartawan, Kapolres Lamongan Beri Sejumlah Fasilitas Penunjang

Lamongan

Taekwondo Indonesia Perluas Jaringan Hingga Ke Lamongan, Punya Komitmen Harumkan Nama Kota Soto
Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej menilai dua mantan menteri yang tersandung kasus korupsi layak dituntut hukuman mati, Selasa (16/2). Foto: tangkapan layar kanal Pengetahuan FH UGM.

Nasional

Wamenkumham Nilai Dua Menteri Tersangka Korupsi Layak Dihukum Mati
Deddy Corbuzier Podcast. Foto : akun YouTube Deddy Corbuzier.

Nasional

Syech Ali Jaber Wafat, Deddy Corbuzier: Kita Kehilangan Sosok Luar Biasa Yang Mendamaikan

Nasional

Pendaftaran Kuota Internet Gratis Diperpanjang Kemendikbud
Gus Yani saat mengikuti dialog bertajuk "Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)"

Gresik

Dilema Alih Fungsi Lahan Pertanian, Forkot Ajak Dialog Pemerintah Bahas Solusi
Kondisi banjir di lamongan saat ini. (Foto: Progresnewsm.id/Ammy)

Lamongan

Rehabilitasi Sungai Bengawan Jero Ditarget 2022