Home / Nasional / Warta

Kamis, 11 Februari 2021 - 19:06 WIB

Buzzer Biang Keresahan, MUI: Buzzer Pemakan Bangkai

Reporter : Alfan Niam Sofi

Video conference Ketua MUI, KH. Cholil Nafis dengan Hersubeno Arief membahas buzzer yang meresahkan masyarakat. Sumber: kanal YouTube Hersubeno Point.

Video conference Ketua MUI, KH. Cholil Nafis dengan Hersubeno Arief membahas buzzer yang meresahkan masyarakat. Sumber: kanal YouTube Hersubeno Point.

Jakarta, Progresnews.id – Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Muamalah, KH. Cholil Nafis menyoroti adanya buzzer yang kini mulai menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dengan tegas, ia bahkan mengumpamakan buzzer sebagai pemakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Melalui sebuah video conference di kanal YouTube Hersubeno Point, Kamis (11/2), KH. Cholil Nafis memaparkan pandangannya terkait dengan buzzer.

Saat ditanya Hersubeno terkait fatwa Nomor 24 Tahun 2017 berkaitan dengan Muamalah, Cholil menjelaskan bahwa fatwa tersebut sudah lengkap terkait bermuamalah di dunia maya.

“Muamalah di dunia sosial media perlu diatur, dan sering kali lebih banyak berinteraksi di media sosial daripada dunia nyata. Keresahan dari banyak hal, MUI untuk mengeluarkan tentang muamalah media sosial. Dan fatwa ini bagian dari menjaga ummat agar tetap lurus dan tidak sesat,” terangnya.

Terkait dengan buzzer, Cholil mengaku definisi buzzer masih kontroversi yang berkonotasi negatif bagi masyarakat luas.

Baca Juga:  NU Care Lazisnu Petiyintunggal Usung Proker Kembangkan Masyarakat

“Kami memang tidak langsung ngomong buzzer, karena memang definisinya memang masih kontroversi. Tetapi kesannya di mata orang, buzzer itu negatif karena orang bayaran untuk menyampaikan sesuatu dari orang lain, tetapi kalau yang disampaikan itu positif saya kira tidak masalah,” paparnya.

Dirinya juga menyoroti tindakan pembunuhan karakter yang kerap dilakukan buzzer. Bukan substansi kritik namun secara terbuka menyerang pribadi orang lain.

“Orang ketika mengkritik, bukan substansi kritiknya yang dikejar, tapi orangnya yang dibunuh karakternya. Kalau imbang apple to apple, orang yang sama-sama ngerti kita diskusi kan nyaman. Tapi yang dihadapi kan anonim, sudah gitu ngomongnya atau tulisannya sarkas yang membuat kita tidak nyaman,” imbuhnya.

Hersubeno juga sempat mengintepretasikan buzzer dalam konteks agama sebagai barang gaib

“Anonim itu kan orang alam gaib nggak ketahuan orangnya, bisa saja dia pakai nama tertentu. Tetapi kontennya itu seragam, untuk menyerang orang yang sudah menjadi target. Tegas Cholil.

Baca Juga:  DPRD Gresik Sepakat Tolak UU Ciptaker

Cholil juga mengaku memiliki pengalaman diserang oleh buzzer ketika mengutarakan kritik terkait dengan SKB 3 Menteri.

“Ada lah sebagian kecil tapi mungkin sebagian orang juga memahami yang dimaksud saya. Tapi ada sebagian kecil yang meremehkan, nyinyir, merendahkan, dan lain sebagainya,” kata Cholil.

Membahas persoalan tentang buzzer, Cholil juga mengutip Al- Quran Surat Hujurat ayat 12

“Kalau umpamanya banyak orang digerakkan untuk jadi buzzer, untuk menyerang yang niat baik apalagi ulama. Inilah yang disebut dengan memakan daging saudaranya, ia makan dari hasil orang lain dibunuh,” pungkasnya.

Pada akhir dialog tersebut, Cholil berharap semua pihak berhati-hati dalam mengutarakan pendapat di sosial media. Baginya, ada tiga kriteria yang harus diperhatikan dalam sosial media yakni benar, baik, dan maslahat.

Share :

Baca Juga

Yuhronur Efendi saat rapat koordinasi dengan dua pilar TNI dan Polri menindaklanjuti kluster hajatan di Kecamatan Modo. Foto : Ammy

Lamongan

Korban Terus Bertambah, Pemkab Lamongan Buat Skema Penanganan Klaster Hajatan
Sekjen PPMK, Lisman Hasibuan usai melaporkan Novel Baswedan ke Dewan Pengawas KPK, Senin (15/2). Foto: kontenislam.com.

Nasional

Tak Kunjung Usai, Kini Novel Baswedan Dilaporkan ke Dewan KPK
Karyawan Waskita Karya Diperiksa KPK Terkait Kasus Subkontarktor Fiktif

Hukum dan Kebijakan

Karyawan Waskita Karya Diperiksa KPK Terkait Kasus Subkontraktor Fiktif

Nasional

Bagikan Bantuan Bareng NU DKI, Gus Jazil Minta Anies-Risma Perhatikan Korban Kebakaran

Nasional

Ramadan Berlalu, Gus AMI: Gerakan Sosial PKB Terus Berlanjut

Lamongan

Baru Satu Bulan Dibangun, Atap Galvalum Bantuan Pemprov di PAUD Aisyiyah Weru Ambruk
Presiden Joko Widodo

Ekonomi

Meski Beberapa Sektor Mampu Bertahan Saat Pandemi, Jokowi Sebut Komoditas Impor Masih Mendominasi

Nasional

Angka Kemiskinan Bertambah, Gus AMI: Persoalan Ekonomi Jadi PR Serius