Home / Seremonia

Selasa, 21 September 2021 - 19:36 WIB

Bupati Alfedri Paparkan Strategi Siak Kabupaten Hijau

Reporter : Redaksi Progresnews

Caption: Bupati Kabupaten Siak, Alfedri saat menjadi narasumber dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-1 Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Kabupaten Siak, Selasa (21/9).

Caption: Bupati Kabupaten Siak, Alfedri saat menjadi narasumber dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-1 Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Kabupaten Siak, Selasa (21/9).

Jakarta, Progresnews.id – Bupati Kabupaten Siak, Alfedri menyebut bahwa ada tiga (3) pendekatan yang ia gunakan untuk menjadikan Siak sebagai salah satu kabupaten hijau di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi”  seri ke-1 Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Kabupaten Siak, Selasa (21/9).

Tiga (3) pendekatan di atas, kata Alfedri, mencakup pendekatan kebijakan, pendekatan lanskap, dan kebijakan ekonomi.

Pertama merujuk pada bagaimana melalui skema ini semua kebijakan di Kabupaten Siak akan diarahkan untuk mendukung Siak hijau.

Kedua menunjuk pada adanya pengelolaan yang baik untuk mendorong inisiatif pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan dan ramah terhadap gambut.

“Poin kedua ini penting karena 57% wilayah di Siak adalah lahan gambut dengan 21% darinya berupa gambut dalam, sehingga hal tersebut perlu dikelola,” ungkapnya dalam Podcast yang ditemani oleh Sarah Monica sebagai host ini.

Baca Juga:  Kebijakan Investasi Masih Menjadi Ancaman Bagi Pembangunan Hijau

Adapun pendekatan terakhir lebih pada bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi aktif dan mendukung Siak hijau.

“Pendekatan ekonomi dilakukan melalui adanya ruang partisipasi aktif masyarakat agar pada satu sisi bisa memperoleh pemanfaatan ekonomi dan pada sisi lainnya tetap menjaga lingkungan hidup,” jelas Alfedri.

Aspek Bidikan

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF) bekerja sama dengan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau ini, Alfedri juga memaparkan tentang tiga (3) aspek yang dibidik sepanjang Siak menjadi Kabupaten Hijau.

Aspek pertama, kata Alfedri, adalah pengolahan SDA. Semua pengolahan SDA di Siak diarahkan hanya untuk kepentingan masyarakat dengan prinsip keberlanjutan.

“Prinsipnya keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya dalam Podcast yang tidak lain merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT) ini.

Hal kedua yang dibidik adalah aspek kepentingan masyarakat. Kepentingan di sini lebih pada peningkatan ekonomi masyarakat pada satu sisi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak pada sisi lainnya.

Baca Juga:  Berbagi Pengalaman Tangani Pasien Covid-19, Polres Tuban Undang Dirut RSUD dr. Koesma

Adapun terakhir adalah aspek pola pemanfaatan SDA yang didekati melalui tiga (3) strategi, yakni kegiatan konservasi, hilirisasi, dan intensifikasi.

“Tiga ini berporos pada konsep ekonomi lestari dan investasi lestari yang tentunya juga melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak seperti komunitas, media, pemangku kebijakan, UMKM, dan sebagainya,” papar Alfedri.

“Dengan fokus tadi, untuk menunjang adanya pemanfaatan bahan baku di area ekologis demi tercapainya peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah,” pungkasnya dalam acara yang juga dihadiri Aksiza Utami Putri dari FITRA Riau dan didukung oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Indonesia Budger Center, The Reform Initiatives (TRI), dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan Beritabaru.co.

Share :

Baca Juga

Ernawati Eko Hartono.

Seremonia

Mengenal Ernawati Eko Hartono: Hutan Lestari dan Keadian Gender

COVID-19

Tim Covid-19 Hunter Polres Tuban Jemput Pasien yang Isoman di Rumah
Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kemendagri, Luthfi saat mengisi acara Webinar Cerita Baik dari Praktik TAKE dan TAPE di Indonesia: Penggunaan Dana Insentif Fiskal berbasis Ekologi dan Dampaknya bagi Agenda Perlindungan Lingkungan, Kamis (14/10).

Seremonia

Kemendagri Sambut Baik Penerapan TAKE/TAPE di Indonesia
Proses giat gabungan skala besar dan Ops yustisi

Gresik

Kapolres dan Dandim Kabupaten Gresik Pimpin Langsung Ops Yustisi PPKM Malam ke Enam

Gresik

Peduli Korban Banjir, Polres Gresik Berikan Bantuan di Tiga Desa Terdampak

Seremonia

Pimpin Upacara Virtual Kenaikan Pangkat, Kapolres Tuban: Jangan Pernah Berhenti Belajar
residen Jokowi membuka Munas VI Apeksi Tahun 2021, Kamis (11/02/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Agung)

Seremonia

Jokowi Ingatkan Seluruh Pemda Perbanyak Program Padat Karya
Foto bersama saat harlah setahun BMI.

Nasional

Harlah Setahun BMI, Gus Farkhan Ingin BMI Tetap Kompak Dan Solid