Home / Hiburan

Kamis, 5 November 2020 - 13:34 WIB

Branding Ikan Gabus Dengan Nama Latin Bisa Jadi Seharga Moge

Reporter : Nadia Sari Pertiwi

BRANDING IKAN GABUS DENGAN NAMA LATIN BISA JADI SEHARGA MOGE

BRANDING IKAN GABUS DENGAN NAMA LATIN BISA JADI SEHARGA MOGE

Progresnews.id, HiburanIkan Gabus ibarat berlian yang masih kotor dan belum dipoles.
Di Indonesia Ikan ini banyak ditemui di tempat-tempat kotor seperti selokan, Sungai, Parit Sawah, Kubangan, dan rawa.
Kebanyakan Ikan ini dikenal sebagai ikan konsumsi semata. Ikan gabus merupakan ikan tawar yang memiliki rasa yang tak kalah lezat dari ikan lainnya. Walaupun kalah populer dengan ikan tuna maupun salmon, ikan gabus atau channa memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi. 

Kandungan protein ikan gabus sebesar 25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng 20,0%, ikan mas 16,0%, ikan kakap 20,0%, ataupun ikan sarden sebesar 21,1%.

Namun, akhir-akhir ini diketahui jika ikan gabus bisa seharga moge dengan perawatan yang tepat. Dengan nama branding menggunakan nama latinnya, Channa. ”Channa” merupakan nama famili untuk ikan gabus. Dulu hanya untuk ikan konsumsi. Namun, 10 tahun terakhir, ”channa” mulai dikenal di kalangan penghobi ikan hias dan makin disukai. Harganya pun makin melambung. Ikan gabus kini bisa memasuki jajaran ikan hias termahal.

Ikan Gabus memiliki kemampuan mimikri dan kamuflase layaknya gurita atau sotong. Tubuh ikan gabus akan berwarna sama dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini dikarenakan ikan Gabus ialah predator penyergap yang sama seperti gurita atau sotong.
Menggali gua-gua di dalam air, lalu menunggu mangsa untuk disergap menjadi genetic dari kebiasaan ikan Gabus.
Namun, siapa sangka jika dirawat di Aquarium dengan pakan pemicu warna ala ikan Louhan. Warna ikan Gabus yang keluar bisa menjadi sangat cantik hingga dijuluki rainbow fish.

HARGA CHANNA TIDAKLAH MURAH

Anakan Channa Maruliodes yellow Sentarum dibanderol Rp 30.000-Rp 45.000 per ekor ukuran 5-6 sentimeter (cm) dan Rp 150.000 per ekor untuk red sampit. Sementara toman (Channa micropeltes) sedikit lebih murah, di pasar ikan biasa ditawarkan Rp 30.000 sudah dapat ukuran di atas 10 cm.

Baca Juga:  Puluhan Anak Desa Gemar Bermain Layang-layang Dimusim Kemarau

Sebaliknya, harga gabus impor lebih tinggi. Pulchra ukuran 5-6 cm dijual Rp 50.000 per ekor. Sementara asiatica RSWS ukuran sama harganya Rp 150.000-Rp 200.000 per ekor. Bahkan, di toko daring ada yang menawarkan Rp 850.000 untuk seekor aurantimaculata ukuran 10-15 dan Rp 1,2 juta untuk ukuran 18-20 cm.

Semakin besar ukurannya, tentu saja harga ikan kian tinggi. Apalagi jika penampilan ikan bagus dan punya mental berani, harganya bisa sampai puluhan juta. Ukuran gabus dewasa bervariasi, mulai jenis kecil yang hanya belasan cm hingga 1 meter.
Selain ukuran, tingkat harga ikan juga didasarkan pada warna dan bentuk sirip. Semakin lebar sirip dan warnanya kian menyolok, harga ikan makin mahal. Selain cara makan hewan hidup (seperti ikan kecil, katak, dan jangkrik) yang lahap, kibasan sirip punggung (dorsal) dan ekor channa juga menarik dilihat saat tubuhnya meliuk-liuk.

BRANDING IKAN GABUS DENGAN NAMA LATIN BISA JADI SEHARGA MOGE

Permintaan terhadap gabus juga terus bergulir. Tidak butuh waktu lama bagi seorang pedagang di pasar ikan memiliki stok channa. Begitu pula jika mereka mengunggah di media sosial, langsung ditanggapi calon pembeli yang menanyakan harga dan alamat. Tentu saja, kalau di media sosial, sang pembeli hanya akan mengungkapkan harga melalui pesan pribadi.

CHANNA BARCA, GABUS TERMAHAL DARI INDIA

Untuk harga termahal saat ini masih dipegang oleh Channa Barca. Harga Channa Barca dibanderol Rp 1.000.000/CM untuk yang kualitas super premium.

Channa barca ini berasal dari bagian timur laut India tepatnya yaitu di Assam dan Nagaland. Habitat asal channa barca merupakan wilayah yang dikabarkan rawan dengan konflik. Sehingga ikan ini sulit didapatkan dan membuat harganya menjadi sangat mahal.

Harga ikan Channa Barca tak kalah mahalnya dengan ikan hias seperti ikan Arwana. Untuk ukuran 25 cm saja, harga channa barca bisa mencapai kurang lebih 20-25 juta rupiah per ekornya. Semakin besar dan semakin agresif maka harganya pun akan semakin mahal.

Baca Juga:  Tom & Jerry The Movie Siap Hiasi Bioskop 2021 Dengan Live-Action

Mengapa harganya bisa sangat mahal dibandingkan dengan ikan channa yang lain? Hal itu disebabkan karena ikan ini langka untuk bisa di dapatkan dan sulit untuk di budi dayakan. Selain itu channa barca juga memiliki corak warna yang eksotis dan elegan. Sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya.

Di habitat aslinya ikan ini biasa hidup dalam lubang-lubang yang mereka gali di pinggiran lahan basah. Lubang tersebut dijadikan sebagai tempat persembunyian dan perlindungan diri pada musim dingin.

EKSOTIS DAN ANGGUN SAAT BERENANG

Ikan channa barca memiliki corak yang berwarna biru cerah dan di variasi dengan bintik-bintik hitam di bagian tubuhnya. Untuk bagian sirip atas dan bawah ukurannya lebih lebar dibandingkan dengan sirip channa jenis lain. 

Bagian sirip atas ada sedikit warna biru dan lebih di dominasi warna orange muda. Perpaduan kedua warna tersebut membuat ikan ini terlihat sangat keren dan eksotis pada saat berenang. Bentuk sirip yang melebar keatas layaknya sehelai kain menambah kesan anggun ikan ini.

GABUS BERUBAH WARNA SAAT STRESS

Hanya saja, si Channa ini juga memiliki kelemahan. Pada saat stress atau tertekan warna ikan Gabus akan berubah menjadi sangat hitam. Hitam legam sekalian warna matanya. Oleh karena itu, pemeliharaannya sedikit Tricky karena warna ikan yang kerap berubah-ubah sesuai kondisi psikis ikan.
Namun hal tersebut, tak menurunkan minat para kolektor ikan untuk tetap memelihara ikan ini.

Jadi bagaimana Progres Mania ? Enaknya beli Ikan Gabus di Pasar untuk dimakan atau dipelihara?

Editor : Kholis

Share :

Baca Juga

Karyawan Hotel Aston Inn dan Parminta Nugraha berfoto bersama ketika penyerahan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf.

Pariwisata

Hotel Aston Inn Gresik Sabet Sertifikasi CHSE dari Kemenparekaf RI
Pengunjung Wisata Telaga Sarangan Magetan mulai ramai pengunjung setelah tutup hampir empat bulan akibat pandemi Covid-19. Foto: Alfa/Progresnews.id.

Ekonomi

Sempat Tutup Karena Pandemi, Jasa Berkuda Dan Speed Boat Di Sarangan Masih Dengan Harga Normal
Salah satu spot warung pedagang di area lokasi Wisata Pantai Kutang. Foto: Nasih/Progresnews.id.

Ekonomi

Pengunjung Pantai Kutang Mulai Ramai, Jadi Berkah Pedagang di Masa Pandemi
Martabak Terate Bu Sri yang telah 20 tahun berdiri. Foto: Betty/Progresnews.id.

Kuliner

Komitmen dan Konsistensi, 20 Tahun Bu Sri Tekuni Bisnis Martabak
Pemandangan pintu masuk Wisata Pantai Kutang. Foto: Nasih/Progresnews.id.

Pariwisata

Pesona Pantai Kutang, Wisata Nyentrik Bikin Penasaran Pengunjung
Berhadiah Jutaan Rupiah, Disparbud Lamongan Ajak Milenial Ikuti Vlog Competition

Daerah

Berhadiah Jutaan Rupiah, Disparbud Lamongan Ajak Milenial Ikuti Vlog Competition
Taman Pinggir Nggawan Bojonegoro

Daerah

Inspiratif dan Inovatif: Desa Pinggiran Disulap Menjadi Wisata Kekinian
IPNU dan IPPNU MA NU Petung Gresik Gelar Festival Layang-layang Sebagai Ajang Kreativitas

Daerah

IPNU dan IPPNU MA NU Petung Gresik Gelar Festival Layang-layang Sebagai Ajang Kreativitas