Home / COVID-19 / Warta

Minggu, 7 Februari 2021 - 20:21 WIB

BPOM Resmi Perbolehkan Pemberian Vaksin Pada Lansia

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh - Telah dibaca 1.200 kali

Kepala BPOM, Penny K. Lukito.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito.

Jakarta, Progresnews.id- melihat data kematian lansia akibat Covid-19 yang mencapai 47,3%, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk memberikan Emergency Use Authorization (EUA) atau perizinan penggunan darurat vaksin Sinovac kepada lansia.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam konfersi pers melalui YouTube BPOM RI mengatakan saat ini vaksin Covid-29 Sinovac menjadi prioritas bagi lansia.

“Pmberian penggunaan vaksin yang tersedia yaitu saat ini adalah CoronaVac menjadi prioritas untuk juga diberikan kepada kelompok lansia,” ujarnya pada Minggu (7/2).

Lanjut, Penny membeberkan untuk izin penggunaan vaksin bagi lansia dikeluarkan pada 5 Februari 202. Setelah mendapatkan data hasil uji klinik vaksin Sinovac fase 1 dan 2 di China dan fase ke 3 di Brazil, maka izin tersebut diterbitkan.

Baca Juga:  Demokrat Diguncang, BMI Jawa Timur Tetap Bergerak Perkuat Barisan Partai Demokrat

Pada hasil uji klinik fase ke 1 dan 2, saat pengujian kepada 400 lansia didapati kadar antibodi lansia berada pada angka 97,96%, kemudian setelah dilakukan dua kali penyuntikan vaksin Sinovac dengan selang waktu 28 hari.

Sedangkan pada uji klinik fase 3 yang melibatkan 600 lansia didapati hasil lansia berada pada kondisi yang aman dan tidak ada efek samping yang terlalu setius pada derajat ketiga yang dtimbulkan.

Baca Juga:  Muncul Berita Terpapar Covid Usai Suntik Vaksin, Erlina Burhan: Imunitas Vaksin Butuh Waktu

Penny menerangkan bahwa pemberian vaksin kepada lansia aman melihat dari hasil uji klinik tersebut.

“Bahwa pemberian vaksin ini kepada orang 60 tahun ke atas aman dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan,” terangnya.

Kendati demikian, Penny tetap mengingatkan untuk pemberian vaksin wajib melalui tahapan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Karena lansia biasanya memiliki penyakit penyerta yang beresiko tinggi.

“Populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi maka pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hati-hati,” ingatnya.

Share :

Baca Juga

Supriyanto GS atau yang akrab disapa Prie GS

Warta

Budayawan Prie GS Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Suasana petugas dapur umum IPNU IPPNU Desa Medangan bersama dibantu warga pada hari Senin (28/12) bakda maghrib, di Balai Dusun Desa Medangan. Foto: mudzakir/progresnews.id.

Gresik

Peduli Korban Banjir, IPNU IPPNU Dusun Medangan Buka Dapur Umum
Kepala Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas "Menguatkan Keberlangsungan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" pada Minggu, (7/2).

Nasional

Moeldoko Akui Lebih Takut Todongan Wartawan Daripada Senjata
Poster JadwPoster Jadwal dan serangkaian acara Kolaborasi Peringatan IWD 2021.al Podcast Kolaborasi Peringatan IWD 2021.

Nasional

Usung Tema Kepemimpinan Perempuan, TAF Hadirkan Kolaborasi Peringatan IWD 2021

Tokoh

Innalillahi, Salah Satu Pendiri IPPNU Hj. Basyiroh Zawawi Wafat
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat ditemui usai mengikuti vaksinasi tahap pertama, Rabu (27/1).

COVID-19

Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama di Tuban Diiringi Perpanjangan PPKM
Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Ahmad Sahroni mendesak Polri untuk segera mengusut kasus Aisha Weddings, Kamis (11/2). Foto: dpr.go.id.

Nasional

Heboh Kasus Aisha Weddings, Sahroni: Ini Jelas Kejahatan Serius
Kondisi terkini salah satu pasar induk di Kabupaten Lamongan. Foto : Istimewa.

Lamongan

Awal Bulan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Lamongan Masih Stabil