Home / Seremonia / Warta

Selasa, 19 Oktober 2021 - 20:02 WIB

Berpihak pada Desa, GeRAK Aceh Komitmen Dukung Pemkab Bener Meriah Terapkan TAKE Depik

Fernan dari Gerak Aceh dalam Podcast Seri 5 yang merupakan rangkaian dari Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT), Selasa (19/10).

Fernan dari Gerak Aceh dalam Podcast Seri 5 yang merupakan rangkaian dari Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT), Selasa (19/10).

Jakarta, Progresnews.id – Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh menyebut bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong agara skema Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) di Kabupaten Bener Meriah bisa menjelma menjadi sebentuk keberpihakan pemerintah untuk desa.

Hal ini disampaikan oleh Fernan dari GeRAK Aceh dalam Podcast Seri 5 yang merupakan rangkaian dari Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT), Selasa (19/10).

Keberpihakan penting, tegas Fernan, karena daerah di Aceh memiliki beban ekologis yang tidak mudah.

“Salah satunya tadi, seperti yang disebutkan Pak Bupati, bahwa di daerah Bener Meriah, masyarakat masih sering harus berhadapan dengan satwa liar, sehingga disini dibutuhkan strategi khusus untuk menyelesaikan kendala ini,” ungkap Fernan.

Yang termasuk beban ekologis juga adalah bahwa setiap desa di Bener Meriah memiliki beban yang unik, sehingga indikatornya pun tidak bisa menggunakan indikator umum.

Baca Juga:  Pastikan Badan Ad Hoc Sehat, KPU Kembali Gelar Rapid Test

“Dan kendalanya, selama ini indikator yang digunakan masih umum dan pada sisi lainnya, dana bantuan masih sangat sedikit,” kata Fernan dalam Podcast yang diselenggarakan atas kerja sama antara The Asia Foundation (TAF) dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau ini.

Karena itu, Fernan menengarai bahwa tata kelola keuangan yang dipakai pemerintah harus berbasis kinerja.

Dengan pola ini, pemerintah bisa menilai desa mana saja yang layak untuk diberi suntikan insentif.

“Dan saya kira, dengan pola ini pun, pemerintah bisa berpihak pada akhirnya. Keberpihakan pada desa yang memang punya komitmen dalam menjaga hutan, melestarikan, dan memiliki pengelolaan sampah yang baik,” papar Fernan.

Baca Juga:  RMI-PBNU Dorong Santri Galakkan Transformasi Digital di Pesantren

Dalam diskusi yang didukung oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Indonesia Budger Center, The Reform Initiatives (TRI), Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan Beritabaru.co sebagai media partner ini, Fernan juga menyampaikan harapannya pada Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Kita juga mendorong adanya Pergub soal insentif untuk pemerintah kampung, mengetahui dua hal. Pertama ADD dan ADK kita sangat sedikit dan beban ekologis yang tidak mudah. Ini soal keberpihakan!” pungkasnya.

Acara ini diselenggarakan dengan mengusung tema Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Bener Meriah dan ditayangkan langsung via kanal Youtube Beritabaruco.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Yuhronur Efendi saat rapat koordinasi dengan dua pilar TNI dan Polri menindaklanjuti kluster hajatan di Kecamatan Modo. Foto : Ammy

Lamongan

Korban Terus Bertambah, Pemkab Lamongan Buat Skema Penanganan Klaster Hajatan

Militer

HUT Satpam ke-40, Polres Tuban Gelar Tasyakuran
Suasana acara peresmian MPP Lamongan, Rabu (10/2). Foto: Ammy.

Lamongan

Resmi Diperkenalkan, MPP Lamongan Tawarkan Sejumlah Kemudahan
Davis Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamongan seusai pertemuan dengan UPT Kesehatan Kalitengah dan Dinkes. Foto: Ammy

Lamongan

Insiden Tewasnya Warga Akibat Gigitan Ular Belanjut ke Komisi D DPRD Lamongan
BNN Kabupaten Gresik

Gresik

Dua Remaja Diingkus BNNK Gresik, Petugas Sita Seberat 7,7 gram Sabu

Lamongan

Banjir Luapan Anak Bengawan Solo Meluas Ke Pemukiman Warga Di Lamongan

COVID-19

Berbagi Pengalaman Tangani Pasien Covid-19, Polres Tuban Undang Dirut RSUD dr. Koesma

Ekonomi

Nenek di Widang Kesulitan Beli Beras Usai Dicoret Dari KPM BPNT