Home / Hiburan / Jendela / Kuliner

Selasa, 21 Desember 2021 - 15:06 WIB

Berkesan Zaman Kerajaan, Warung Joglo Merah Putih Surabaya Semakin Diminati

Berkesan zaman kerajaan, Warung Joglo Merah Putih di kota Surabaya akan mengajak pengunjung rileks dan bernostalgia ke masa lalu. Foto: Progresnews.id

Berkesan zaman kerajaan, Warung Joglo Merah Putih di kota Surabaya akan mengajak pengunjung rileks dan bernostalgia ke masa lalu. Foto: Progresnews.id

Jendela, Progresnews.id – Surabaya boleh melaju secepat-cepatnya. Bergaya sekeren-kerennya, namun untuk sekali waktu boleh lah ngaso sebentar menoleh ke belakang.

Menoleh dan sejenak menepi, menikmati suasana Kota Surabaya jauh sebelum gedung beradu tinggi. Sebelum Jalan Kota Pahlawan dipenuhi deram, asap, juga klakson kendaraan.

Nah pilihan bernostalgia di Warung Joglo Merah Putih, yang berlokasi di kawasan Gununganyar Surabaya ini dapat menjadi salah satu pilihan. Kembali ke suasana desa.

Seperti namanya, Joglo Merah Putih dibangun dengan konsep khas rumah Jawa. Kesan lain seperti suasana Yogjakarta di Surabaya. Suasana memutar waktu ke belakang. Warung ini belakangan tercetus dari sepasang sahabat. Darmanto dan Suryani.

Suryani bilang, konsep omah antik yang bahannya dari kayu Jati Kawak itu didatangkan dari luar kota. “Saya cari rumah khas Jawa hingga ke Tulungagung. Kemudian kami beli, dan kami bongkar, bawa ke Surabaya, rakit kembali seperti semula,” kisah Suryani.

Lebih lanjut, warung yang kini makin diminati warga Surabaya dan sekitarnya ini berdiri di atas lahan seluas 15 x 100 meter. Deretan bangunan yang berdiri pun memiliki istilah masing-masing. Di antaranya yakni Joglo, Sinom, Srotong, Pawon, Langgar, Kandang Sapi juga Gazebo.

Baca Juga:  LBBM dan Yayasan Gang Sebelah Gelar Apresiasi Sastra

“Pengunjung yang datang akan melalui gapura yang menyatu. Lalu akan melewati kandang sapi, gazebo dan lainnya. Interior tambahan saya beri kendi, dan gentong berisi air. Semua ada filosofinya,” imbuhnya.

Filosofi joglo menurut Suryani terletak pada tiang pancangnya. Rumah Joglo berbentuk bujur sangkar dengan empat pokok tiang di tengahnya. Tiang ini disebut dengan istilah saka guru. Kemudian ada penopang tiang merupakan blandar bersusun yang dikenal dengan nama tumpang sari.

Suasana Lawas, semakin terasa saat malam hari menyapa Kota Surabaya. Kesan damai menjadi alasan Warung Joglo Merah Putih semakin diminati. Foto: Progresnews.id

Kendati terdapat tambahan dalam rumah Joglo ini. Akan tetapi, yang menjadi pakem ialah rumah yang tetap berbentuk persegi, terang Suryani. Ada dua joglo yang berbeda ukuran di area tersebut.

Selanjutnya tampak rumah Sinom, dan rumah Srontong. “Joglo ini biasanya dimiliki kades dan sejajarnya. Sinom untuk pegawai dibawah kades dan sejajarnya. Sementara untuk Srotong adalah rumah warga desa biasa,” jelasnya.

Kemudian ada Pawon yang artinya dapur dan tentunya langgar atau mushola sebagai tempat sholat.

“Dengan adanya ini, kami juga ingin melestarikan budaya Jawa. Kalau kesini tidak hanya makan di warungnya, namun juga bisa menikmati suasana khas Jawa ini,” pungkas Suryani.

Baca Juga:  Jangkau Konsumen Luar Daerah, Pemda Lamongan Isyaratkan Bermitra Dengan Pos Indonesia

Menu dan Kudapan Khas Nusantara

Warung Joglo Merah Putih juga menyajikan aneka makanan dan kudapan serta minuman tradisional. Foto: Progresnews.id

Untuk pengelolaan warung, Darmanto lah yang bertugas. Menu-menu yang disajikan, diolah secara tradisional dari tangan Darmanto dibantu delapan orang karyawan.

“Sajian menu juga khas Jawa. Seperti olahan lodeh, olahan sayur asem, bayam, tempe, tahu, ayam, dan lainnya,” jelas Darmanto.

Selain menu utama, juga ada menu kudapan yakni Pala Kependem. Pengunjung dapat memesan pisang rebus, kacang tanah, ubi jalar, ubi pohon dan sejenisnya.

Tak hanya itu, aneka minuman atau wedang khas juga disajikan. Yakni wedang uwuh, wedang jahe, teh, es lilin, dan pastinya kopi khas Warung Merah Putih.

“Kami buka mulai pukul 07.00 WIB untuk melayani pengunjung yang ingin sarapan mungkin, sampai malam pukul 22.00 WIB, yang mungkin ingin nongkrong sambil nyamil,” pungkas Darmanto.

Warung Joglo Merah Putih beralamat lengkap di Jalan Ir H Soekarno No 678, Kelurahan Gununganyar, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya. Kapasitas pengunjung di warung ini dapat mencapai 200 orang. [dir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Pasangan Bambang Israwan dan Siti Zunaiyah Budiarti, di Griya Batik Gresik. Foto : Tangkapan Layar Youtube Geo Inspirasi

Gresik

Belajar Otodidak, Pasutri ini Turut Lestarikan Batik Gresik
Berangkat dari Hobi, Ternakan Puter Pelung Milik Ali Abidin Jadi Pundi Rezeki

Hiburan

Berangkat dari Hobi, Ternakan Puter Pelung Milik Ali Abidin Jadi Pundi Rezeki
Karyawan Hotel Aston Inn dan Parminta Nugraha berfoto bersama ketika penyerahan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf.

Pariwisata

Hotel Aston Inn Gresik Sabet Sertifikasi CHSE dari Kemenparekaf RI

Hiburan

Branding Ikan Gabus Dengan Nama Latin Bisa Jadi Seharga Moge

Film

Hanung Bramantyo Umumkan Film ‘?’, Sudah Bisa Ditonton Di Netflix
Grand Finalist dalam acara Grand Final Kpop Dance Competition. Foto: Nadia/Progresnews.id.

K-Pop

Yang Muda Yang Berkarya, Grand Final KPop Dance Competition Berhasil Mengguncang Gress Mall
Picture by gettyimages

Jendela

27 November Sebagai Hari Tanpa Belanja, Apa Itu?
Direktorat Jendral Kemendikbud Hilmar Farid bersama Kades Sekapuk Abduk Halim dalam kunjungannya ke SETIGI

Pariwisata

Tepati Janji, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid Kunjungi Setigi