Home / Nasional / Warta

Minggu, 31 Januari 2021 - 21:10 WIB

Berjasa Pada PMI, BP2MI Resmikan Aula dan Masjid Atas Nama Gusdur

Reporter : Alfa Kamila

Yenny Wahid dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani foto bersama saat peresmian. Foto: BP2MI.

Yenny Wahid dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani foto bersama saat peresmian. Foto: BP2MI.

Jakarta, Progresnews.id – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani telah meresmikan aula dan masjid BP2MI dengan menyematkan nama KH Abdurrahman Wahid, yang telah banyak berkontribusi pada sejarah pembelaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Peresmian ini dilaksanakan bertepatan dengan hari lahir Nahdhatul Ulama (NU) yang ke-95, pada Minggu (31/1).

Benny mengatakan bahwa Nahdhatul Ulama telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang memiliki peran dan kontribusi besar bagi Indonesia. Salah satunya adalah guru besar, tokoh yang memiliki keberpihakan bagi wong cilik, rakyat jelata, kaum tertindas, kaum minoritas, dan kaum lemah, yakni KH Abdurrahman Wahid.

KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gusdur, memiliki sejarah pembelaan terhadap PMI (sekarang dikenal dengan TKI). Mantan Presiden Indonesia keempat itu memberikan pelajaran kepada rakyat Indonesia bahwa pemberian perlindungan kepada PMI tidak hanya pencitraan saja, tetapi harus dengan aksi yang sebenarnya.

“Semasa hidupnya, Gusdur selalu menjadi tumpuan harapan bagi para PMI dan keluarganya yang kerapkali mengalami ketidakadilan dan ketidakberpihakan,” kata Benny mengenang, dikutip dari keterangan tertulis BP2MI.

Benny juga menceritakan, bagaimana sejarah mencatat jasa perjuangan yang dilakukan Gusdur untuk para PMI. Di antaranya ketika memperjuangkan nasib Siti Zaenab pada 1999 silam. Seorang PMI asal Desa Martajasah, Bangkalan, Madura. Saat itu Zaenab bekerja di Arab Saudi dan terancam hukuman mati. Gusdur langsung berdiplomasi dengan Raja Arab dan kemudian berhasil meloloskan PMI tersebut dari hukuman mati, dan bahkan kemudian keluarga Siti Zaenab tersebut diundang langsung ke Istana.

Baca Juga:  Tuntut UU Ciptaker Dibatalkan, Aliansi Mahasiswa Lamongan Serbu DPRD

Kedua, Rumah Gusdur di Ciganjur yang selalu terbuka untuk PMI. Bahkan pernah ada 100 orang PMI korban deportan dari Malaysia yang dipulangkan tanpa digaji setelah bekerja berbulan-bulan, mereka ditampung di Ciganjur pada tahun 2005. Setelah diplomasi, Gusdur bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak

Ketiga, kasus PMI Adi bin Asnawi, PMI asal Desa Kediri, Lombok Tengah, NTB. Dia terancam hukuman mati atas tuduhan terlibat pembunuhan majikannya di Malaysia. Gusdur langsung menyurati Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi setelah proses hukum yang panjang dari tahun 2002-2010 untuk membebaskan Adi bin Asnawi, hingga pada akhirnya PMI Adi tersebut dipulangkan ke Indonesia pada 9 Januari 2010.

“Hari ini kita rindu pemimpin atau tokoh yang layak menjadi teladan, yang bekerja dengan segenap hati, bukan basa-basi dan sekedar lip service semata. Kita kehilangan tokoh yang dengan penuh keikhlasan, yang selalu menjadikan tugas dan amanat pelayanan sebagai ladang ibadah. Untuk itu kami mohon ijin untuk jadikan nama Aula BP2MI dan juga Masjid BP2MI agar kami dapat selalu mengingat dan meneladani sosok Gusdur,” papar Benny

Baca Juga:  Kemendikbud Tanamkan Nilai Pancasila Saat PJJ

Sementara itu, dari pihak keluarga sendiri dihadiri oleh putri kedua Gusdur, Yenny Wahid beserta Katib Syuriah PBNU, KH Zulfa Mustofa. Yenny Wahid memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BP2MI, ia mengaku sangat terharu sebab menurutnya, terkait persoalan PMI itu memang sangat dekat dengan Gusdur dan keluarganya.

Yenny pun menyebut bahwa Gusdur juga lah seorang PMI saat masih kuliah di luar negeri dulu. Gusdur berusaha mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena beasiswanya hanya cukup untuk biaya kuliah saja.

“Bukan hanya pada penyematan nama, tetapi ini adalah niatan baik dari jajaran BP2MI yang ingin memberikan pelindungan kepada PMI melalui penghormatan nilai-nilai kebaikan dan jiwa manusia,” ujar Yenny.

Share :

Baca Juga

Ketua DPRD Abdul Qodir saat Jumpa Pers di Gedung DPRD

Gresik

Dukung Visi-Misi, DPRD Gresik Minta Gus Yani-Bu Min Segera Usung RPMJD
Lokasi terjadinya pembacokan. Foto: Ammy.

Lamongan

Sukodadi Berdarah, Ternyata Pelaku Pernah Urungkan Niat Karena Kasihan

Nasional

Catatan Akhir Tahun AJI, 2020 ‘Tahun Kelam’ Jurnalis(me) Indonesia
Makkah Kembali Terima Jamaah Umroh, Kemenag: Mungkin Ada Biaya Tambahan

Nasional

Makkah Kembali Terima Jamaah Umroh, Kemenag RI: Mungkin Ada Biaya Tambahan
Penampakan puluhan butir telur yang diduga telur buaya. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar
Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Nasional

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Ekspor Produk Senilai 23,75 Triliun ke Pasar Global
Bakti karya yang dilakukan Koramil 0812/09 Mantup bersama warga sekitar, Kamis (11/2). Foto: Ammy

Lamongan

Mewakili Perjuangan Warga Lamongan, Ini yang di Lakukan TNI di Tugu Mayangkara