Home / Gresik / Warta

Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:42 WIB

Berdayakan Pesantren, DPRD Gresik Fraksi PKB Turun Gunung Sosialisasi Perundang-undangan

Anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syahrul Munir dan Syaikhu Busyiri saat menggelar Sosialisasi Perundang-undangan di Pondok Pesantren Assalafiyah, Minggu (17/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syahrul Munir dan Syaikhu Busyiri saat menggelar Sosialisasi Perundang-undangan di Pondok Pesantren Assalafiyah, Minggu (17/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id – Pengesahan Peraturan Presiden (Perpres) Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren oleh Presiden Joko Widodo menjadi angin segar bagi para santri, apalagi di Gresik yang merupakan Kota Santri.

Merespon hal itu, para anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turun gunung mengunjungi pondok pesantren, kali ini di Pondok Pesantren Assalafiyah, Bungah.

“Dana Abadi Pesantren adalah dana yang diperuntukan husus untuk program-program pengembangan pesantren di seluruh Indonesia,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, saat mengisi acara sosialisasi Perundang-undangan bertajuk Peta Jalan Pemberdayaan Pesantren Pasca Hadirnya UU Pesantren di Kabupaten Gresik, Minggu (17/10).

Syahrul, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, dalam acara itu juga menjelaskan banyak manfaat yang akan didapatkan santri, terutama dalam bidang pendidikan.

“Dana abadi pendidikan di Indonesia itu nilainya 70 triliun, APBD Gresik itu 3 triliun. Dana abadi pesantren nanti konsepnya, sepertinya, mengambil dari dana abadi pendidikan,” ungkap Syahrul.

Baca Juga:  Dituduh Radikal, Sejumlah Tokoh Bela Din Syamsuddin

Alumni dari Pondok Pesantren Assalafiyah itu berharap agar keberlangsungan pondok pesantren akan terjaga kualitasnya.

“Harapannya kalau ada Dana Abadi Pesantren, akhirnya beasiswa-beasiswa itu akan dipergunakan khusus bagi santri yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD dari Fraksi PKB yang lain, Syaikhu Busyiri mengatakan bagaimana peran penting santri untuk turut andil dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Seandainya para santri tidak pemerintahan kemudian pemerintahan diisi oleh orang-orang fasik maka tidak akan ada yang memikirkan rakyat. Jadi kalau misalnya kita ada di pemerintahan, untuk merubah aturan menjadi lebih baik itu gampang,” kata Syaikhu.

Karena itu, pendiri Omah Dluafa itu juga menekankan agar para santri jangan mau termakan wacana bahwa pemerintah itu buruk. Karena pada kenyataannya menjadi anggota dewan bisa punya manfaat kemana-mana baik atau ke pesantren maupun ke sekolah umum.

Baca Juga:  Perpres Pendanaan Pesantren Disahkan, DPC PKB Lamongan Gelar Syukuran

Ia mencontohkan, baru-baru ini DPRD Gresik menerbitkan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.

“Dengan aturan itu, ketika ada radikalisme, maka otomatis satpol PP bisa bergerak. Karena kita memberi kewenangan kepada satpol PP membubarkan setiap kegiatan yang dianggap radikal. Lha, seandainya ketika kita tidak di DPR, kan, belum tentu, ada yang punya usulan semacam itu. Artinya persoalan radikalisme itu akan terus merajalela,” ungkapnya.

Syaikhu juga mengatakan bahwa berperan di dalam sistem pemerintahan juga bisa disebut sebagai upaya untuk mengamalkan ilmu di pesantren.

“Saya berharap adik-adik santri sekalian, ketika ada adik-adik terlibat di dalam pemerintahan jalankan, maka anda wajib melakukan itu sesuai dengan ilmu kalian semua dengan baik, mengamalkan ilmu kalian di pesantren,” katanya.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Warta

Bupati Gresik Dukung Milenial Kolaborasikan Wirausaha dan Digitalisasi
Foto: Gema.id

Lamongan

Jelang Pergantian Musim, DPU-SDA Lamongan Siaga Cegah Kekeringan
Abdul Muhaimin Iskandar pada Konser Santri untuk Indonesia dan Launching Pesantren Asuh Minggu (31/10) malam. Foto: TV9.

Nasional

RMI PBNU Launching Gerakan Pesantren Asuh, Gus AMI Tekankan Semangat Gotong Royong

Warta

BMKG Merilis Peringatan Dini Tsunami, 21 Daerah: 7 Daerah Kategori Waspada dan 14 Daerah Kategori Siaga

Warta

Kota Tanpa Kumuh, Komitmen Pemkab Bojoneggoro Entaskan Kekumuhan
Siaran langsung press conference menanggapi isu penyiksaan yang dialami almarhum Ustadz Maaher, Rabu (10/2).

Nasional

Isu Penyiksaan Ustaz Maaher, Polri: Almarhum Meninggal Karena Sakit
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya di kantor presiden (4/2). Sumber Foto: BPMI Setpres.

Nasional

Imlek di Tengah Pandemi, Pemerintah Imbau Perayaan Dilakukan Dengan Sederhana dan Taat Prokes
Gus Yani dan Bu Min saat ditetapkan oleh KPU sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Foto: Ayu/Progresnews.id.

Gresik

Sah Jadi Bupati, Gus Yani Inginkan Kolaborasi Demi Memajukan Gresik