Home / Nasional / Warta

Selasa, 30 Maret 2021 - 23:45 WIB

Bencana Ekologis di Indonesia, Masyarakat Butuh Pendidikan Politik

Reporter : Alfa Kamila

Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC dalam Talkshow live via Beritabaru.co Program BERCERITA: Ketahanan Perempuan Menghadapi Bencana Ekologis, Selasa (30/3)

Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC dalam Talkshow live via Beritabaru.co Program BERCERITA: Ketahanan Perempuan Menghadapi Bencana Ekologis, Selasa (30/3)

Jakarta, Progresnews.id – Talkshow live via Beritabaru.co dalam Program BERCERITA: Ketahanan Perempuan Menghadapi Bencana Ekologis, Selasa (30/3), menghadirkan Rahmawati Husein Wakil Ketua MDMC sebagai narasumber.

Menyoal perempuan yang perannya sangat besar dalam setiap lini kehidupan, Ama panggilan akrabnya, menjelaskan alasan mengapa perempuan terlihat lebih mampu menyatu dengan alam. Hal itu dikarenakan sebagian pekerjaan sehari-hari sejak dulu memang sudah dilakukan oleh perempuan.

Selain itu, untuk menambah kekuatan pada perempuan, Ama menyebut bahwa perempuan perlu diberikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Mengingat perempuan 14 kali lipat merasakan dampak bencana alam daripada laki-laki.

“Meski begitu, perempuan tetap butuh dampingan saat pascabencana, menyediakan ruang ibu menyusui, kamar mandi khusus karena mereka punya rutinan bulanan, keperluan pribadi seperti pembalut dan lain-lain,” terangnya.

Baca Juga:  Moeldoko Akui Lebih Takut Todongan Wartawan Daripada Senjata

Keistimewaan perempuan tak hanya hebat dalam mengurus keluarga, Ama menjelaskan bahwa perempuan memiliki kepedulian yang tinggi. Menurutnya, semua perempuan sangat luar biasa khususnya di Indonesia, sebagai negara yang rawan bencana alam.

Terkait banyak faktor terjadinya bencana ekologis di Indonesia, salah satunya adalah faktor politik. Tidak sedikit para calon pejabat daerah yang menggunakan alam hutan masyarakat sebagai alat untuk menarik dan menjanjikan kepada para pengusaha, agar bisa membantunya dalam pemilihan umum.

“Itu yang perlu diwaspadai. Memang begitu, makanya masyarakat perlu berhati-hati dan waspada agar tidak tertipu begitu saja,” terang Ama.

Baca Juga:  Peringati Harlah Ke-92, LP Maarif NU Gresik Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng

Selain itu, Ama juga berpesan agar masyarakat tidak banyak menuntut kepada para calon pejabat daerah. Karena ketika pejabat tersebut terpilih, kemudian ekspetasi dari tuntutan masyarakat bisa dijadikan celah untuk pejabat mengambil lahan mereka.

Acara Talkshow live via Beritabaru.co Program BERCERITA: Ketahanan Perempuan Menghadapi Bencana Ekologis, Selasa (30/3).
Acara Talkshow live via Beritabaru.co Program BERCERITA: Ketahanan Perempuan Menghadapi Bencana Ekologis, Selasa (30/3).

“Kita perlu mendidik masyarakat dan calon,” ungkapnya menegaskan.

Untuk menghindari hal-hal buruk semacamnya, Ama mengembalikan peran perempuan di dalamnya. Perempuan bersama komunitasnya bisa melakukan reboisasi, membujuk para suami untuk tidak membakar hutan, dan menerima tawaran serupa dari pihak-pihak tertentu. Komunitas perempuan juga bisa langsung meminta ke DPRD untuk bisa membatasi pihak-pihak dalam melakukan aktifitas kepada alam.

Share :

Baca Juga

Hj Aminatun Habibah (Bu Min) saat mengunjungi keluarga keluarga korban, Sabtu (30/1).

Gresik

Kunjungi Keluarga 3 Bocah SMP Tenggelam di Waduk Cerme, Bu Min Janjikan Bangun Rumah
Para pemain seusai mengikuti seleksi yang digelar Askab PSSI Lamongan. Foto: Istimewa.

Lamongan

Askab PSSI Lamongan Mantapkan Diri Tatap Gelaran Puslatkab Porprov 2022 Dengan Tambah 26 Pemain
Plt. Dinas Pendidikan Lamongan, Mohammad Nalikan. Foto: Dok. Progresnews.id.

Lamongan

19 Ribu Guru Belum Divaksin, Pelaksanaan PTM di Lamongan Menemui Masalah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam Webinar Vaksinasi Covid-19 yang bertajuk 'Peran Wanita Dalam Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga' pada Senin (1/2).

Nasional

Sampaikan Dua Langkah Penting, Menkes Minta Bantuan Ibu-Ibu
Foto: Kementerian PUPR.

Ekonomi

PUPR Targetkan Subsidi Perumahan 222.876 Unit Bagi MBR
Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Bahaya Dis/Misinformasi Vaksin, Mas Aik: Disinformasi Juga Bisa Mematikan
Kapolres Lamongan, AKBP Miko bersama wartawan sernior Surya.co Hanif Mahsuri, saat prosesi potong kue di halaman Mapolres Lamongan.

Lamongan

Peringati HPN, Kapolres Lamongan: Beritamu Adalah Sumber Inspirasiku
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang