Home / Editorial

Jumat, 2 April 2021 - 21:39 WIB

Benarkah Salah Circle Bisa Jadi Teroris Melineal?

Reporter : Alfa Kamila

Ilustrasi Bom. Foto: Ist.

Ilustrasi Bom. Foto: Ist.

Editorial, Progresnews.id — Hanya berselang tiga hari, terjadi peristiwa yang naas: bom bunuh diri dan aksi tembak oleh seorang teroris kepada polisi. Minggu (28/3) terjadi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, pukul 10.30 WITA, ledakan itu terjadi usai jemaat melaksanakan misa. Tiga hari kemudian, Rabu (31/3), seorang perempuan berinisial ZA masuk ke dalam Mabes Polri dan melancarkan tembakan sebanyak enam kali, hingga akhirnya tewas ditembak petugas.

Lone Wolf

Dalam jumpa pers kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar (29/3), Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pelaku adalah sepasang suami istri dan mereka berdua meruplakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Tak jauh berbeda, ZA perempuan terduga teroris dikatakan oleh Kapolri bahwa ia berideologi radikal ISIS, teroris tipe ‘Lone Wolf’, pada jumpa pers (31/3) lalu.

Baca Juga:  Media Massa Dan Media Sosial, Beda Tupoksi Tapi Bukan Versus

Pelaku ZA yang dikatakan sebagai teroris tipe “Lone Wolf” harusnya bukan menjadi semata kasus terorisme yang dilakukan oleh perempuan, tetapi juga menjadi cermin bahwa didikan keluarga dan lingkup pertemanan itu sangat berpengaruh.

Baca Juga:  Media Massa Dan Media Sosial, Beda Tupoksi Tapi Bukan Versus

Mengenai tipe yang diperankan ZA, dilansir dari Bisnis.com Lone Wolf adalah sebutan untuk serigala penyendiri yang umumnya ingin hidup sendiri dan tidak terpaku pada kelompok. Istilah ini juga datang dari serigala pemburu atau serigala yang terbuang dari kelompoknya dan mencari makanan sendiri. Aksi Lone Wolf yang dilakukan ZA kemarin bisa jadi akan memicu beberapa orang yang terikat dalam jaringan terorisme untuk melakukan hal serupa.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi: Freepik.

Editorial

Media Massa Dan Media Sosial, Beda Tupoksi Tapi Bukan Versus