Home / Jendela

Sabtu, 18 Desember 2021 - 23:37 WIB

Belajar Teguh dari Mak Saripah, 36 Tahun Jualan Kudapan Tradisional

Mak Saripah (60) tetap teguh berjualan beragam Pala Kependem selama 36 tahun. Foto: Chidir/Progresnews.id

Mak Saripah (60) tetap teguh berjualan beragam Pala Kependem selama 36 tahun. Foto: Chidir/Progresnews.id

Jendela, Progresnews.id – Di bawah remang lampu kota dan jalan yang cukup lengang, sepasang Pasutri (Pasangan suami dan istri) usia lebih setengah abad, melarung sabar menunggui jualannya.

Pada lapak yang terbuat dari meja kayu, terlihat berlapis taplak plastik. Nampak pula dua bangku yang disediakan sebagai tempat duduk pembeli.

Kami mengobrol singkat dan belakangan mengetahui, bila penjual yang menunggu lapak ini yakni Mak Saripah (60), dan Sarip (80) suaminya.

Meski sudah uzur, akan tetapi mereka masih nampak bersemangat menjaga denyut usaha. Menjual aneka kudapan khas nusantara. Pala Kependem atau Polo Pendem, istilah cakapannya.

Berbagai Pala Kependem yang dijual ini sudah masak. Sudah direbus. Talas, Ubi Jalar, Ubi Pohon, Kacang Tanah dan Pisang, berderet begitu rapi pada wadah yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Kisah Bu Fina, Guru Sekolah Inklusi Ajarkan Semangat Literasi

Nampak juga dua wadah panci yang cukup besar. Isinya ialah Kolak Santan. Di sebelah peranti masak itu, Ketan Hitam dan Ketan Putih masing-masing dengan wadah yang berbeda.

Wis suwe, Nak. Onok nek telong poloh enem taonan dodolan nang kene,” terang Mak Saripah, yang tidak bisa meninggalkan dialek tanah kelahiran. Logat orang Madura. Berarti sekitar tahun 1985 Mak Saripah dan suami sudah memulai berjualan.

Lebih lanjut, Saripah mengatakan jika dalam menjalani usaha itu sudah tidak perlu lagi dipertanyakan, ramai atau sepi, habis atau tidak. Baginya itu sudah bukan hal yang penting.

“Yo onok ae sing tuku, Nak. Langganane yo onok sing sampek teko GKB (Perumahan Gresik Kota Baru),” sambungnya.

Baca Juga:  Wisata Soda Lamongan, Solusi Ngabuburit Aman di Masa Pandemi

Perbincangan pun berakhir setelah kami membeli kacang rebus Rp 20 ribu. Lumayan banyak. Beratnya kurang lebih hampir sekiloan. Lalu membeli Ubi Jalar dengan pecahan Rp 5 ribu, dan dapat dua potong ubi yang cukup besar.

Lapak Mak Saripah dengan kudapan tradisional ini sangat membantu. Khususnya bagi sebagian orang yang tengah terapi dengan pantangan menghindari makanan berlemak atau mengandung gula.

Mak Saripah membuka kedai Pala Kependem di depan salah satu Sekolah Dasar Swasta, Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Gapuro Sukolilo, Gresik. Lapaknya hanya buka malam hari saja, sekira pukul 19.00 WIB.

Mak Saripah akan tutup jika hari semakin larut juga matanya sudah berat menahan rasa kantuk. [dir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Jendela

Veri Pery Bakal Jadi Warna Andalan Tahun 2022 Versi Pantone
Ahmad Mundzir, Narasumber Zoom-Meeting Menggali Konten Keislaman dan Pesantren, Minggu (10/10). SC : Chidir/Progresnews.id

Jendela

Konten Kreator NU Didorong Lebih Gencar Menggali Konten Keislaman dan Pesantren

Jendela

Aneka Menu Ikan Bandeng, Manakah Favoritmu?
Twitter Team Trees Official.

Jendela

Hari Menanam Pohon Indonesia, Apa Sih Manfaat Menanam Pohon?
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Ilustrasi Hari Pahlawan 2021.

Jendela

Selamat Hari Pahlawan 10 November! Berikut 3 Warisan Sikap Pejuang Bangsa
Ilustrasi Program Sekolah Penggerak dari Naskah Akademik Kemendikbud.

Jendela

Program Sekolah Penggerak Wujud Refleksi Tiga Program Sekolah Sebelumnya
Picture by Getty Images.

Jendela

Kenali 3 Tipe Gaya Belajar Berikut, Simak dan Identifikasi Tipe Seperti Apa Kamu?