Home / Lamongan / Warta

Kamis, 22 April 2021 - 01:12 WIB

Bekas Berkualitas, Fenomena Pakaian Bekas Jadi Ajang Adu Gengsi di Lamongan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Jika umumnya lebaran identik dengan pakaian baru, di Lamongan Jawa Timur pakaian bekas malah banyak dicari warganya.

Fenomena pasar dadakan pakaian bekas impor di Lamongan bukan hal yang tabu, hal tersebut lantaran sebagian kalangan banyak menjatuhkan pilihanya kepada pakaian bekas impor untuk menjadi pernak-pernik di hari raya.

Para penjual banyak ditemui di sepanjang Jalan Pantura Kecamatan Paciran Lamongan itu membuka lapak di pinggir jalan pada sore hari.

Salah seorang penjual pakaian bekas impor, Dani mengaku jika dari usahanya, ia berhasil meraup untung hingga ratusan ribu per hari.

Baca Juga:  Aksi Kekerasan Marak di Lamongan, 3 Dari 12 Tersangka Masih Bocah

“Saya buka mulai jam 4 sore sampai jam 10 malam, keuntungan perhari rata-rata Rp300 ribu hingga Rp500 ribu,” akunya, Rabu (21/4).

Hal yang sama juga dirasakan penjual yang lain, Lutfi mengungkapkan jika dalam bulan Ramadan ini ia panen rezeki dengan keuntungan yang lumayan besar.

“Alhamdulillah mas, selama Ramadan, setiap harinya selalu ada pembeli yang berdatangan,” kata Lutfi.

Salah satu pembeli, Khiron menuturkan, baju bekas impor punya market tersendiri bagi peminatnya, kualitas hingga merk luar negeri menjadi tawaran yang menarik.

Baca Juga:  Wahid Foundation Keluarkan Rekomendasi Panduan Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah

“Harus pintar memilih barang agar dapat barang yang branded dan berkualitas tapi dengan harga yang miring,” tuturnya.

Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Strategi penjual juga terbilang ciamik, dengan cara menata rapi baju bekas hingga ada pula yang disetrika. Fenomena geliat pakaian bekas impor di Lamongan terbilang langka.

Seperti yang dikatakan para pembeli, kebanyakan dari mereka memang mengincar merk dan kualitas pakaian, bahkan tak jarang penjual kehabisan stok barang di lapaknya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Adakan Reformasi Pengurus, Sukri Ghozali Resmi Terpilih Menjadi Ketua Pergunu Bungah
Analis Kebijakan di Setda Provinsi Papua, Martha Mandosir saat menjadi pemateri dalam diskusi Seri Podcast 1 yang bertajuk ‘Perempuan Hutan Lestari di tanah Papua’, Rabu (25/8).

Nasional

Inisiatif Perempuan Papua dalam Menjaga Hutan Tetap Lestari

Gresik

Momen HUT RI, GP Ansor Bungah Ziarahi Makam Pahlawan dan Muassis NU
Belasan tersangka yang terbukti mengedarkan barang haram di glandang Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan seusai konfrensi pers. (Foto : Ammy).

Lamongan

Masifnya Penyebaran Narkotika di Lamongan, Sebulan Terakhir Petugas Ciduk 11 tersangka
Sekjend Kemendagri Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si. Foto: Kemendagri.

Nasional

Program Sekolah Penggerak Kemendikbud, Sekjen Mendagri Tekankan Merujuk PP 12 Tahun 2017
Aries Toteles Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan LH Provinsi Papua dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co yang bertajuk "Peran Perempuan dan Tantangan Bencana Ekologis di Tanah Papua", Senin (22/3)

Nasional

Tantangan Bencana Ekologis Papua, Aries Toteles Ajak Pemerintah Dunia Juga Turut Melindungi Hutan

Militer

HUT Satpam ke-40, Polres Tuban Gelar Tasyakuran
Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kontrol Stok Darah Selama Ramadan, PMI Lamongan Ajak Keluarga Penerima Jadi Pendonor Darah