Bawaslu Lamongan Targetkan Simulasi Pemilu Berprotokol Kesehatan Bulan November

Ketua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar. (Foto: Dok.pribadi)
Ketua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar. (Foto: Dok.pribadi)

Lamongan – Bawaslu Kabupaten Lamongan mulai bersiap untuk mengawal jalanya pelaksanaan pilkada serentak dengan mendorong dilakukannya simulasi pemilu berprotokol kesehatan.

Pilkada Serentak 2020 kali ini berbeda dengan pilkada sebelumnya karena berada di tengah pandemi Covid-19. Untuk menyiasati pelaksanaan pemilu di tengah pandemi, Bawaslu Kabupaten Lamongan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan.

Terkait persiapan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Miftahul Badar (41) selaku Komisioner dan Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan ingin memastikan kembali ketersediaan logistik dan mehimbau KPU agar mempersiapkanya jauh-jauh hari.

“Kami, Bawaslu, menghimbau temen-temen KPU kalau logistik harus sudah siap jauh-jauh hari. Harapanya ketika pendistribusian logistik, tidak terkendala dan tidak memancing krumunan massa,” ungkapnya saat diwawancarai pewarta Progresnews.id, Jumat (9/10).

Pilkada serentak 2020 memang menuai bayak kecaman dari berbagai kalangan. Hal itu dikarenakan jadwal pelaksanaan yang dirasa cukup mengkhawatirkan,yakni dilakukan ketika wabah Covid-19 masih merebak di Indonesia.

Badar menambahkan bahwa untuk mensukseskan jalanya pemilu di tengah pandemi, penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu harus cepat menyelenggarakan simulasi pemilihan umum saat pandemi.

“Yang sebenarnya ingin kita dorong itu simulasi pemilihan umum berprotokol kesehatan, itu harus segera diselenggarakan paling lambat bulan November,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.