Home / COVID-19 / Warta

Jumat, 12 Februari 2021 - 11:28 WIB

Bahaya Dis/Misinformasi Vaksin, Mas Aik: Disinformasi Juga Bisa Mematikan

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 178 kali

Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk

Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

Jakarta, Progresnews.id – Inisiator Lapor Covid-19 Ahmad Arif atau Mas Aik menyebut bahwa Disinformasi menimbulkan masalah yang besar, Disinformasi yang terlanjur menyebar cenderung membesar ketika terjadi kekosongan informasi yang terpercaya di masyarakat. Hal itu disampaikannya pada Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk “Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19” pada Kamis (11/2).

“Publik yang rendah literasinya, yang tidak terpapar informasi yang diharapkan menjadikan kepercayaannya berkurang. Padahal kepercayaan masyarakat kepada pemerintah itu sangat penting, masyarakat berada di garda terdepan untuk memutus rantai penyebaran virus,” tambahnya.

Baca Juga:  Promosi Nikah Anak, Polri Akan Usut Aisha Wedding

Disinformasi juga menjadi penyebab beberapa kasus meninggal bahkan yang tidak terpapar Covid-19.

“Beredarnya berita seperti meminum disinfektan atau apapun yang belum diketahui kebenarannya, yang katanya bisa membuat kebal corona, itu jelas keliru. Disinformasi juga bisa mematikan,” tuturnya.

Dalam paparannya, Arif menjelaskan bahwa vaksin memiliki dua aspek, yaitu untuk membantu mengurangi tingkat keparahan dan tingkat kematian individu yang terinfeksi Covid-19 dan sebagai dimendi sosial untuk membentuk herd immunity.

Bersama Tim Lapor Covid-19, Arif melakukan survei online kepada 2933 responden yang separuhnya adalah para tenaga kesehatan. Survei yang dilakukan dalam kurun waktu 22 september- 3 oktober 2020 ini menghasilkan data bahwa banyak dari mereka yang masih ragu bahkan tidak mau divaksin. Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap informasi akan mempengaruhi tingkat penerima vaksin di Indonesia.

Baca Juga:  Serunya Gropyokan, Warga Desa Pajangan Antusias Ikuti Lomba Tangkap Ikan

Seperti yang diketahui betapa banyak berita simpang siur yang diterima masyarakat, bahkan berita mengenai uji vaksin yang belum selesai juga, sangat ramai dibicarakan saat itu.

“Informasi yang disampaikan terlalu dini ke publik itu menjadikan keraguan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Brigjen Pol. Rusdi Hartono. Foto: Humas Polri.

Nasional

Rekap Berita Hukum: Sidang Vonis Jaksa Pinangki sampai Meninggalnya Ustaz Maaher
Forum Konsultasi Publik Rancangan RKPD Bappeda Gresik. Foto: Youtube Bappeda Gresik.

COVID-19

Ekonomi Menurun Saat Pandemi, Bappeda Gresik Ajak Masyarakat Berkontribusi Bangun Gresik Baru
Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D dan Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dalam kuliah umum ”The EU Strategy in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19 Pandemic” pada Jumat (26/2).

Nasional

Tekankan Bidang Penelitian, Uni Eropa Eratkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia

Nasional

Demokrat Diguncang, BMI Jawa Timur Tetap Bergerak Perkuat Barisan Partai Demokrat
Data Pasen Covid-19 per 13 Oktober 2020. Sumber: Dinkes Lamongan.

COVID-19

Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat, Dinkes Lamongan Himbau Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

Daerah

Adakan Reformasi Pengurus, Sukri Ghozali Resmi Terpilih Menjadi Ketua Pergunu Bungah

COVID-19

Sehari Sebelum Pemberlakuan PPKM, Angka Penyebaran Covid-19 di Lamongan Menurun
Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Lamongan

Bekas Berkualitas, Fenomena Pakaian Bekas Jadi Ajang Adu Gengsi di Lamongan