Home / Nasional / Warta

Kamis, 18 November 2021 - 12:25 WIB

Aturan Baru Kemenag, Mempunyai Wawasan Keberagamaan Moderat Jadi Syarat Baru Guru Madrasah Swasta

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani. Foto: Ditjen Pendis.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani. Foto: Ditjen Pendis.

Jakarta, Progresnews.id – Mempunyai wawasan keberagamaan moderat jadi syarat baru Guru Madrasah Swasta, menurut Keputusan Menteri Agama (KMA) No 1006 tahun 2021 yang baru.

KMA No 1006 tahun 2021 tentang Pedoman Pengangkatan Guru pada Madrasah yang Diselenggarakan oleh Masyarakat itu diumumkan pada Rabu (17/11) kemarin.

“Guru juga harus mempunyai wawasan keberagamaan moderat dan usia saat diangkat paling tinggi 45 tahun,” terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (17/11), sebagaimana dikutip dari keterang tertulis Kemenag.

Menurutnya, KMA ini mengatur sejumlah ketentuan, mulai dari persyaratan calon guru, mekanisme seleksi, hingga pengangkatan dan pemberhentian. “Berdasarkan KMA ini, pengangkatan guru madrasah yang diselenggarakan masyarakat harus berkualifikasi sarjana atau S1. Ini bertujuan agar kualitas guru terjamin sebagai guru profesional,” jelasnya.

Baca Juga:  Catat, Ini Tanggal Vaksinasi MUI Gresik bersama Polres Gresik

“KMA ini terbit agar bisa menjadi pedoman bagi masyarakat yang mengelola madrasah dalam hal pengangkatan guru,” sambungnya.

Terkait prosedur rekruitmen, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain menjelaskan bahwa itu diawali dengan usulan kebutuhan guru yang disampaikan penyelenggara pendidikan kepada Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota. Selanjutnya, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota memberikan persetujuan atau rekomendasi setelah melakukan analisis kebutuhan guru pada Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika).

“Penyelenggara pendidikan selanjutnya membentuk panitia seleksi yang berasal dari unsur yayasan, Kankemenag Kabupaten/Kota, dan pihak lain sesuai kebutuhan,” tuturnya.

“Dengan skema rekruitmen seperti ini, saya berharap guru madrasah ke depan semakin berkualitas dan profesional, baik negeri maupun swasta,” lanjutnya.

Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs Mustofa Fahmi menambahkan KMA ini disusun oleh para pakar pendidikan, terdiri atas: guru besar, dosen, kepala madrasah, pengawas, widyaiswara, dan pejabat birokrasi pada Ditjen Pendidikan Islam dan Sekretariat Jenderal. “Sebelum diterbitkan, KMA ini juga sudah diuji publik dengan melibatkan seluruh Kabid Pendidikan Madrasah dan Kasi GTK pada Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia,” terangnya.

Baca Juga:  Keindahan Taman Kota Lamongan Tertutup Karangan Bunga

Pada tahap berikutnya, lanjut Fahmi, Kemenag akan menyusun petunjuk teknis pengangkatan, penataan, dan redistribusi guru madrasah. Direktorat GTK juga akan merilis fitur data kebutuhan guru di seluruh madrasah negeri dan swasta melalui Simpatika. “Sehingga, masyarakat bisa mengetahui kondisi kekurangan dan kelebihan guru di masing-masing madrasah,” ujarnya. “Formulasi penghitungan kebutuhan guru di madrasah berbasis kepada analisa jumlah peserta didik, rombel dan model kurikulum yang diimplementasikan,” tandasnya.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Foto: Youtube DPR RI.

Nasional

Kemenkes Siap Vaksinasi Anak Awal Tahun 2022
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif saat ditemui di kantor, Selasa (5/10). Foto: Progresnews.

Lamongan

Hari Guru Internasional, Kadisdik Lamongan Harap Literasi Digital Bisa Dorong Guru Lebih Produktif
Lokasi penambangan yang mulai melebar di Desa Penanjang Kecamatan Paciran Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Penambangan Galian C Dekat Lokasi Wisata di Lamongan Marak, Pengelola Khawatir
Lokasi terjadinya pembacokan. Foto: Ammy.

Lamongan

Sukodadi Berdarah, Ternyata Pelaku Pernah Urungkan Niat Karena Kasihan
Presiden Joko Widodo groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, 12 Oktober 2021. Foto: Sekpres.

Gresik

Cadangan Tembaga Indonesia Masuk 7 Terbesar Dunia, Jokowi Dorong Hilirisasi Industri

Nasional

Perubahan Iklim Kian Serius, Gus Muhaimin Kampanyekan Politik Hijau
Ketua MUI, Asrorun Niam ingatkan kembali fatwa haram aktivitas buzzer yang merugikan individu/kelompok, Jumat (12/2). Foto: nu.or.id.

Nasional

Resahkan Masyarakat, MUI Fatwakan Buzzer Haram
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Agus Suyanto saat memaparkan terkain BPUM 2021. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Mudahkan Alur Pendaftaran, Banpres Usaha Mikro di Lamongan Libatkan Camat dan Kades