Home / Nasional / Pendidikan / Warta

Jumat, 12 November 2021 - 01:16 WIB

Alissa Wahid Bersama Jaringan GUSDURian, Dukung Permendikbud PPKS

Alissa Wahid Bersama Jaringan GUSDURian memberikan dukungannya terhadap Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Foto : Instagram GUSDURian/Progresnews.id

Alissa Wahid Bersama Jaringan GUSDURian memberikan dukungannya terhadap Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Foto : Instagram GUSDURian/Progresnews.id

Yogyakarta, Progresnews.id– Alissa Wahid bersama Jaringan GUSDURian mengapresiasi dan berikan dukungan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.

“Saya dukung Permendikbud untuk memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Siapa pun lembaga yang ingin memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungannya, saya dukung. Sudah terlalu lama dan terlalu banyak korban kejahatan ini,” tulis putri KH Abdurrahman Wahid ini, pada Twitternya Rabu (10/11) kemarin.

Lebih lanjut, dukungan dan sikap Alissa Wahid bersama Jaringan GUSDURian juga disampaikan melalui sebuah akun media sosial bercentang biru, Kamis (11/11).

Berikut ini 5 poin pernyataan sikap berkaitan dengan Permendikbud PPKS :

Pertama, mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah dalam menerbitkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Langkah tersebut merupakan wujud upaya Hadirnya negara dalam menjamin keadilan bagi para korban kekerasan seksual di perguruan tinggi, yang selama ini diabaikan. Asas keadilan dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual merupakan perwujudan nilai-nilai agama, Pancasila, dan konstitusi UUD 1945.

Baca Juga:  Harlah ke-23, Waka MPR: PKB Harus Terus Berkiprah untuk Kepentingan Bangsa

Kedua, tetap mengawal disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang diusulkan koalisi masyarakat sipil sejak tahun 2016. Permendikbud No.30 tahun 2021 mengatur kasus yang terjadi di lingkup perguruan tinggi. Sementara Jaringan GUSDURian mencatat bahwa kasus-kasus kekerasan seksual juga banyak terjadi di ruang lingkup kehidupan masyarakat.

Ketiga, mengajak pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk menerapkan peraturan tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari sosialisasi pengenalan kehidupan kampus yang bebas dari kekerasan seksual. Nama baik kampus diwujudkan dengan mengusut tuntas kasus kekerasan seksual, bukan justru menutupinya sebagaimana banyak terjadi di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi juga bisa mengusut dugaan kasusnya yang masih menggantung.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Gus AMI Minta Kader PKB se-Indonesia Aktif Berbagi

Keempat, menyerukan kepada kampus-kampus negeri untuk menjadi teladan bagi kampus-kampus lain dengan menerbitkan mekanisme pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual. Saat ini Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sudah memiliki peraturan rektor terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.

Kelima, mengajak seluruh penggerak Jaringan GUSDURian untuk terus mendukung segala upaya menghapus kekerasan seksual. Selama ini banyak terjadi Misinformasi dan Disinformasi yang mengaburkan substansi upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Baca juga : https://progresnews.id/kemenag-bakal-terbitkan-se-ptkn-dukung-permendikbud-ppks

Ada pun 5 poin pernyataan sikap di atas diterbitkan di Yogyakarta, pada 11 November 2021, ditandatangani oleh Koordinator Jaringan GUSDURian Alissa Wahid. [Chidir]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

PAC IPNU IPPNU Benjeng Sosialisasi ke Pimpinan Ranting Medangan. Foto: Progresnews.id/Nufus.

Gresik

Buat Buku Sejarah PAC IPNU IPPNU Dari Tahun 1985-2020, Dul Latif: Harus Lebih Produktif

Warta

Tim Aplikasi GOLS & Yayasan Rumah Generasi Pemenang Lakukan #AksiBaik Bareng Arumi Bachsin
Wakapolda Brigjen Pol Slamet memberangkatkan bantuan untuk korban bencana.

Nasional

Hari Ini, Wakapolda dan Bhayangkari Berangkatkan 25.165 Ribu Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Gempa Bumi

Nasional

Dewan Pers Canangkan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Wartawan 2021

Nasional

Wujudkan Indonesia Maju, Gus Muhaimin Urai Tiga Pelajaran Penting
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam siaran pers terkait kasus penodaan agama Joseph Suryadi, Rabu, (14/12). Foto: Humas Polri.

Nasional

Terkait Kasus Penodaan Agama Joseph Suryadi, Polda Metro Jaya: Sudah Ditetapkan Menjadi Tersangka
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam suatu siaran pers. Foto: sehatnegriku.kemenkes.go.id

COVID-19

Capai 136 Kasus Omicron, Kemenkes Meminta Masyarakat Tidak Lakukan Perjalanan Luar Negeri
Dari kiri ke kanan, Hans Antlov selaku Chief of Party USAID MADANI, Staf Ahli Menteri Desa PDTT Bito Wikantosa, Kepala Dinas PMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto dan Desty Eka Putri sebagai moderator dalam KAMISAN #8, di Aula Poltekkes Muhammadiyah Serang. Foto: HO/Progresnews.id.

Nasional

5 Pokok Kebijakan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak