Daerah  

Aliansi Gepal Gelar Aksi di Kantor DPRD Gresik

Aliansi Gepal Gelar Aksi di Kantor DPRD Gresik
Puluhan massa aksi tergabung dalam Aliansi Gepal menggelar unjuk rasa dengan tema "Matinya Demokrasi". Aksi digelar didepan Kantor DPRD Gresik Jalan KH. Wachid Hasyim Gresik, Kamis (3/9). Foto: Progresnews/Rifki.

Progresnews.id, Gresik – Puluhan massa aksi tergabung dalam Aliansi Gepal menggelar unjuk rasa dengan tema “Matinya Demokrasi”. Aksi digelar didepan Kantor DPRD Gresik Jalan KH. Wachid Hasyim Gresik, Kamis (3/9)

Sejumlah tuntutan diusung dalam aksi tersebut, pendemo melakukan orasi dan membawa spanduk besar berwarna hitam bertuliskan “Menolak Lupa Kriminalisasi Gerakan Save Alun-alun Gresik”. Dalam aksinya, pendemo juga membawa miniatur batu nisan makam yang ditaburi bunga dengan bakaran kemenyan. Hal ini sebagai simbol matinya demokrasi.

Syafiuddin KC, salah satu orator mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai kritik terhadap pemerintah yang selama ini dinilai gagal dalam mengemban amanat rakyat.

“Kita masih ingat bagaimana saat aksi alun-alun, aksi Stadion lengis, dan aksi PKL. Dan kita semua tau bahwa sederet persoalan hingga sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, seperi masalah pendidikan, masalah kesejahtteraan masyarakat, kesejahteraan buruh, dan masalah jaminan kesehatan, untuk itu kami menilai emerintah kabupaten gresik telah gagal dalam mengemban amanat yang diberikan oleh rakyat,” ujarnya

Hal senada disampaikan Anja, Ia menyampaikan bahwa selama ini pembangunan di Kabupaten Gresik banyak yang cenderung mengabaikan nilai sejarah lokal.

“Hal ini dibuktikan dengan pembangunan land mark tugu lontar diperempatan kebomas. Kedepan, 5v sampai 10 tahun lagi, generasi millenial akan menyebutnya perempatan tugu lontar, dan sejarah perempatan kebomas hilang, dn masih banyak lagi pembangunan-pembangunan yang sebetulnya tidak urgen seerti patung gajah diperlimaan petro, padahal banyak jalan-jalan masih rusak,” tutur Anja dalam orasi.

Selama 3 jam, aksi berjalan dengan damai. Selanjutnya, massa aksi membubarkan diri. Dalam aksi ini, tidak ada satu wakil rakyat yang menemui massa aksi. [rfk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *