Home / Nasional / Warta

Kamis, 23 Desember 2021 - 23:43 WIB

Abaikan Interupsi Rapat Paripurna DPR, Puan Maharani: Antisipasi Perkumpulan yang Lama di Masa Pandemi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyampaikan sambutan dalam acara Penutupan Program

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyampaikan sambutan dalam acara Penutupan Program "Magang di Rumah Rakyat" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/12). Foto: DPR RI.

Jakarta, Progresnews.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menjelaskan alasan terkait jarangnya interupsi beberapa waktu terakhir.

Puan mengungkapkan, dibatasinya interupsi agar rapat paripurna tidak berjalan terlalu lama, dan anggota dewan tidak berkumpul dalam waktu lama karena masih masa pandemi.

“Mungkin sudah bisa dilihat, terkait rapat paripurna kok sekarang jarang ada interupsi?,” ungkap Puan dalam acara penutupan program ‘Magang di Rumah Rakyat’ yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, yang disiarkan langsung melalui channel resmi Youtube DPR RI, Kamis (23/12).

“Pembatasan waktu tersebut dilakukan mengingat masih masa pandemi, paling lama 2,5 jam, seperti acara-acara di komisi juga dibatasi. Mengapa, menunjukkan waktu interaksi dan perkumpulan tidak lama,” kata Puan.

Baca Juga:  Diajukan Sebagai Calon Tunggal, Komjen Listyo Sigit Prabowo Dinilai Mampu Salip 3 Jenderal Terbaik

Kemudian, Puan juga menegaskan bahwa anggapan sudah tidak ada interupsi di DPR adalah salah. Ia menegaskan bahwa interupsi masih tetap ada walaupun tidak semua memiliki kesempatan.

Menurutnya, hal tersebut tergantung pada agenda yang dibahas serta dalam menjaga nama baik DPR RI.

“Terkadang, interupsi tidak dilaksanakan karena ada alasan yang kemudian sebaiknya tidak dilakukan, tergantung agendanya, sehingga kita juga harus menjaga nama baik DPR,” ujarnya.

Selain itu, Puan juga mengatakan DPR selalu terbuka menerima masukan masyarakat dalam setiap pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU).

Baca Juga:  Pembangunan Pelabuhan Patimban Subang, Wakil Ketua DPR: Optimis Dongkrak Ekspor Indonesia

Akan tetapi, Puan menekankan sebaiknya aspirasi dan masukan tidak disampaikan secara dadakan atau memaksa.

“Silahkan sampaikan, datang ke DPR secara santun, beretika, sehingga kami akan menerima semua masukan yang disampaikan,” tegas Puan.

Untuk diketahui, sebelumnya terdapat beberapa kejadian pimpinan DPR sebagai pemimpin rapat paripurna mengabaikan interupsi yang disampaikan oleh anggota DPR.

Kejadian terbaru, Puan mengabaikan interupsi dari anggota DPR dari Fahmi Alaydrus selaku Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam rapat paripurna, Senin, (08/11), yang lalu. [irf]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Nasional

2024 Pemilu Serentak, PKB: Wajib Usung Capres Sendiri
Kabag Kesra Setda Tuban, Eko Yulianto saat mencoba alat rukyatul hilal, Selasa (26/1).

Tuban

Dapat Hibah, Pemkab Tuban dan Kemenag Jajal Alat Rukyatul Hilal
Foto bersama anggota BEM PTNU Se-Nusantara saat seminat nasional.

Nasional

BEM PTNU Se-Nusantara Dukung Penuh 8 Komitmen Kapolri Baru
Deputy Country Representative untuk Indonesia, Hana A. Satriyo dalam Webinar Cerita Baik dari Praktik TAKE dan TAPE di Indonesia: Penggunaan Dana Insentif Fiskal berbasis Ekologi dan Dampaknya bagi Agenda Perlindungan Lingkungan, Kamis (14/10).

Nasional

Penerapan EFT Bisa Mendorong Pendanaan Berkelanjutan Untuk Lingkungan Hidup
Foto: Ist.

Lamongan

Sepekan PPKM, Satpol PP Sebut 343 Warga Lamongan Tak Taat Aturan
Foto: Twitter Sekretaris Kabinet.

Nasional

Mendikbud Pastikan Dana BOS Papua Barat Meningkat 30 Persen di Tahun 2021
Operasi yustisi yang dilaksanakan aparat gabungan di Tuban, Sabtu (30/1).

COVID-19

Operasi Prokes di Tuban Sasar 6 Titik Keramaian

Nasional

Bagikan Bantuan Bareng NU DKI, Gus Jazil Minta Anies-Risma Perhatikan Korban Kebakaran