Home / Jendela / Pendidikan

Kamis, 11 Februari 2021 - 19:13 WIB

8 Program Kampus Mengajar Kemendikbud

Reporter : Alfa Kamila

8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

Jendela – Program Kampus Mengajar yang menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kemendikbud dan luncurkan pada Selasa (9/2) lalu, memiliki sejumlah program dan sederet nilai keuntungan yang bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga perguruan tinggi.

Kampus Mengajar memiliki 8 program kegiatan pembelajaran, di antaranya:

  1. Pertukaran Pelajar. Program ini diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap mahasiswa yang mana telah termuat dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020. Program ini memaksimalkan untuk belajar lintas kampus, membangun persahabatan antar mahasiswa, dan transfer ilmu pengetahuan.
  2. Magang/Praktik Kerja. Program ini berlangsung selama 1-2 semester, bertujuan untuk memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, dan pembelajaran langsung di tempat kerja (experiantial learning). Wujud dari program ini adalah pembelajaran langsung di tempat kerja, memperoleh keterampilan keras dan keterampilan lunak (hardskill dan softskill), dan lebih mantab dalam memasuki dunia kerja dan karir kelak.
  3. Mengajar di Sekolah. Kegiatan pembelajaran dalam bentuk asistensi mengajar dilakukan oleh mahasiswa di satuan pendidikan seperti sekolah dasar dan menengah. Dan yang akan didapatkan oleh mahasiswa adalah kesempatan mengajar, membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan.
  4. Penelitian/Riset. Melalui penelitian mahasiswa diharapkan dapat membangun cara berpikir kritis sehingga mereka bisa lebih mendalami, memahami, dan mampu melakukan metode riset secara lebih baik. Tujuannya adalah peningkatan mutu pendidikan, mendapatkan kompetensi penelitian, dan meningkatkan ekosistem dan kualitas riset.
  5. Proyek Kemanusiaan. Program ini memfokuskan pada perguruan tinggi yang selama ini banyak membantu mengatasi bencana melalui program-program kemanusiaan, namun pelibatan mahasiswa selama ini bersifat Voluntary dan hanya berjangka pendek. Maka dari itu program ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa unggul dan melatih kepekaan sosial.
  6. Kegiatan Kewirausahaan. Berdasarkan Global Enterpreneurship Index (GEI) Tahun 2018, Indonesia hanya memiliki skor 21% wirausahawan di bidang pekerjaan, atau peringkat 94 dari 137 negara yang disurvei. Program ini mengupayakan kesempatan mengembangkan usaha lebih dini dan terbimbing, serta menangani persoalan penangguran.
  7. Studi/Proyek Independen. Program ini berkaca pada fakta lapangan bahwa banyak mahasiswa yang memiliki passion untuk mewujudkan karya besar yang dilombakan di tingkat Internasional atau karya dari ide yang inovatif. Maka dari itu program ini akan mewujudkan gagasan produk inovatif, menyelenggarakan pendidikan berbasis riset dan pengembangan, serta meningkatkan prestasi mahasiswa.
  8. Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung bersama masyarakat untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan yang dimiliki, serta membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Baca Juga:  Kemendikbud Luncurkan Kampus Mengajar Angkatan Pertama Tahun 2021, Apa itu?

Mendikbud menjawab pertanyaan mengapa kiranya mahasiswa harus mengikuti program Kampus Mengajar ini, di antaranya adalah pertama, memberikan pengalaman untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah. Kedua, ini adalah kesempatan langka untuk berkontribusi dan berdampak langsung bagi pendidikan Indonesia. Dan ketiga, mahasiswa akan mendapat konversi SKS sampai dengan 12 SKS, bantuan potongan UKT, dan bantuan biaya hidup.

Baca Juga:  Program Bangkit 2021, Dari Startup Hingga Standford University

Lalu bagaimana proses dalam program Kampus Mengajar Angkatan Pertama ini?

  1. Pendaftaran 9-21 Februari 2021
  2. Seleksi 22 Februari – 12 Maret 2021
  3. Pembekalan 15-21 Maret 2021
  4. Penugasan 22 Maret – 25 Juni 2021
  5. Penarikan mahasiswa 26 Juni 2021
  6. Transfer SKS di perguruan tinggi 5-11 Juli 2021

Lebih lanjut, selama Pandemi Covid-19 ini Kampus Mengajar akan mencari mahasiswa yang berdomisili dekat dengan SD sasaran dalam program ini. Kriterianya adalah SD sasaran Kampus Mengajar merupakan SD dengan akreditasi C khususnya yang berada di daerah 3T, mahasiswa pengajar berdomisili dekat dengan SD sasaran, sehingga tidak akan terjadi mobilisasi mahasiswa, dan selama penugasan mahasiswa pengajar juga berperan sebagai Duta Edukasi Perubahan Perilaku Penegakan Covid-19.

Selanjutnya, perguruan tinggi dan dosen tentu juga akan mendapatkan keuntungan dari program ini, yaitu program ini akan mendukung perguruan tinggi untuk mencapai Indokator Kinerja Utama (IKU) #2, perguruan tinggi swasta akan tetap dapat memberlakukan uang kuliah semester, adanya insentif sebagai dosen pembimbing lapangan, dan sertifikat pembimbing kegiatan.

Share :

Baca Juga

Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Serah terima penghargaan yang di berikan kepada Unisla, Foto: Istimewa.

Pendidikan

Harumkan Nama Lamongan, Unisla Kembali Torehkan Prestasi
Harlah HMP PAI Ke-4 Gelar Berbagai Macam Acara

Daerah

Harlah HMP PAI Ke-4 Gelar Berbagai Macam Acara
KoPSI 2020 Kemendikbud digelar secara daring.

Nasional

Pandemi Bukan Halangan, KoPSI 2020 Kemendikbud Digelar Daring
Video Converence pemberian beasiswa Perguruan Tinggi kepada putra putri TNI-Polri oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Nasional

Peringati Hari Pahlawan, BUMN dan PT SIG Berikan Beasiswa Pada Putra Putri TNI-Polri
Para relawan Komunitas Pejuang Nasi saat menghibur pada anak-anak di Panti Asuhan Wakhid Hasyim.

Jendela

Latih Diri Dengan Berbagi, Bagaimana Sih Caranya?
Para siswa sedang memamerkan dua karya nya yakni alat penyemprot tanaman dengan sistem tata surya berbasis Solar Charge, dan alat penyemprot tanaman Smart Filed berbasis control Google Assistent.Foto: Ayu/Progresnews.id.

Pendidikan

SMK Muhammadiyah 1 Gresik Eksiskan Kembali Teknologi Pertanian Lewat Perlombaan Pemuda Pelopor dan Sosialisai Masyarakat